Hari ini, Iran eksekusi mati pembunuh ahli nuklir
Selasa, 15 Mei 2012 - 15:34 WIB
Hari ini, Iran eksekusi mati pembunuh ahli nuklir
A
A
A
Sindonews.com - Hari ini, Selasa (15/5/2012) pengadilan Iran akan melaksanakan hukuman mati kepada Majid Jamali Fashi agen mata-mata Israel, Mossad di penjara Evin, Iran. Fashi terbukti telah membunuh seorang ahli nuklir Iran.
Seperti dikutip dalam presstv, Fashi dijatuhi hukuman mati setelah dinyatakan bersalah dalam persidangan Agustus tahun lalu. Pada 2011. ia melakukan aksi pembunuhan terhadap Massoud Ali-Mohammadi, seorang ahli nuklir Iran. Fashi mendapatkan pelatihan dari agen Mossad dan imbalan sebesar USD120.000 atau senilai Rp1.1 miliar (USD 1 = Rp 9.200)
Fashi mengaku memiliki memiliki dokumen palsu untuk terbang dari Azebaijan menuju Isreal. Ia juga mengaku bersalah karena telah melakukan perusakan sistem perumahan Iran sebagai bagian dari aksi terorisme. Selain itu, ia mengaku telah menyimpan obat-obatan terlarang di dalam rumahnya.
Profesor Ali-Mohammadi adalah seorang dosen di Universitas Teheran. Ia tewas akibat ledakan sebuah bom mobil yang ditanam di sepeda. Dengan mengunakan remot kontrol, sepeda motor tersebut meledak dekat rumah sang profesor di lingkungan Qeytariyeh utara Teheran pada 12 Januari 2011.
Seperti dikutip dalam presstv, Fashi dijatuhi hukuman mati setelah dinyatakan bersalah dalam persidangan Agustus tahun lalu. Pada 2011. ia melakukan aksi pembunuhan terhadap Massoud Ali-Mohammadi, seorang ahli nuklir Iran. Fashi mendapatkan pelatihan dari agen Mossad dan imbalan sebesar USD120.000 atau senilai Rp1.1 miliar (USD 1 = Rp 9.200)
Fashi mengaku memiliki memiliki dokumen palsu untuk terbang dari Azebaijan menuju Isreal. Ia juga mengaku bersalah karena telah melakukan perusakan sistem perumahan Iran sebagai bagian dari aksi terorisme. Selain itu, ia mengaku telah menyimpan obat-obatan terlarang di dalam rumahnya.
Profesor Ali-Mohammadi adalah seorang dosen di Universitas Teheran. Ia tewas akibat ledakan sebuah bom mobil yang ditanam di sepeda. Dengan mengunakan remot kontrol, sepeda motor tersebut meledak dekat rumah sang profesor di lingkungan Qeytariyeh utara Teheran pada 12 Januari 2011.
()