Pemerintah Korsel akan bertemu Suu kyi
Selasa, 15 Mei 2012 - 10:34 WIB
Pemerintah Korsel akan bertemu Suu kyi
A
A
A
Sindoenews.com - Presiden Korea Selatan (Korsel) bertemu dengan Presiden Myanmar, Thein Sein di Ibu Kota, Nay Pyi Taw pada Senin 14 Mei 2012.
Kunjungan Lee merupakan kunjungan Presiden Korsel yang pertama sejak 29 tahun yang lalu. Presiden Korsel sebelumnya, Chun Doo-hwan sudah lebih dulu melakukan kunjungan wilayah tersebut, tepatnya pada tahun 1983.
Namun pada saat kunjungan Chun tersebut diwarnai aksi ledakan bom yang dilakukan oleh Korea Utara (Korut). Akibat ledakan ini 21 orang dilaporkan tewas.
Sementara itu, Leee sendiri, dalam kunjungannya selama dua hari di Myanmar, akan membahas kerjasama ekonomi antara pemerintah Korsel dan Myanmar dan bertemu dengan pemimpin kelompok oposisi Myanmar, Aung San Suu Kyii di Rangoon.
Agenda kunjungan Lee ke Myanmar sangat dirahasiakan, hal ini dilakukan demi menjaga keselamatan Lee agar tragedi 29 tahun yang lalu tidak berulang kembali.
Pemerintah Korsel antusias menjalin hubungan ekonomi dengan banyak negara di kawasan, khususnya di tingkat regional demi memajukan perekonomian Korsel. Namun pemerintah Korsel mengatakan kunjungan kali ini lebih bersifat diplomatik.
Sejak aksi penyerangan tersebut pemerintah Myanmar memutuskan hubungan dipolomatik dengan Korut. Namun keduanya kembali menjalin hubungan pada 2007 lalu.
Sebelumnya mengunjungi Myanmar, Lee berkunjung ke Beijing. Disana Lee merundingan perjanjian perdagangan bebas China, Jepang dan Korsel.
Kunjungan Lee merupakan kunjungan Presiden Korsel yang pertama sejak 29 tahun yang lalu. Presiden Korsel sebelumnya, Chun Doo-hwan sudah lebih dulu melakukan kunjungan wilayah tersebut, tepatnya pada tahun 1983.
Namun pada saat kunjungan Chun tersebut diwarnai aksi ledakan bom yang dilakukan oleh Korea Utara (Korut). Akibat ledakan ini 21 orang dilaporkan tewas.
Sementara itu, Leee sendiri, dalam kunjungannya selama dua hari di Myanmar, akan membahas kerjasama ekonomi antara pemerintah Korsel dan Myanmar dan bertemu dengan pemimpin kelompok oposisi Myanmar, Aung San Suu Kyii di Rangoon.
Agenda kunjungan Lee ke Myanmar sangat dirahasiakan, hal ini dilakukan demi menjaga keselamatan Lee agar tragedi 29 tahun yang lalu tidak berulang kembali.
Pemerintah Korsel antusias menjalin hubungan ekonomi dengan banyak negara di kawasan, khususnya di tingkat regional demi memajukan perekonomian Korsel. Namun pemerintah Korsel mengatakan kunjungan kali ini lebih bersifat diplomatik.
Sejak aksi penyerangan tersebut pemerintah Myanmar memutuskan hubungan dipolomatik dengan Korut. Namun keduanya kembali menjalin hubungan pada 2007 lalu.
Sebelumnya mengunjungi Myanmar, Lee berkunjung ke Beijing. Disana Lee merundingan perjanjian perdagangan bebas China, Jepang dan Korsel.
()