Raja Arab pecat penasihat konservatif

Sabtu, 12 Mei 2012 - 13:31 WIB
Raja Arab pecat penasihat...
Raja Arab pecat penasihat konservatif
A A A
Sindonews.com - Raja Saudi Arabia, Abdullah memecat salah satu penasihatnya, Sheikh Abdelmohsen al-Obeikan.

Sheikh Obeikan adalah penasihat kabinet kerajaan Arab Saudia yang menetang perubahan pelonggaran atas pemisahan gender. Ia dipecat setelah mencoba mempengaruhi masyarakat muslim dengan mencoba mengubah status alamiah yang melekat pada seroang wanita muslim.

Seperti diberitakan dalam BBC.co.uk, Jumat 11 Mei 2012, sampai saat ini para pejabat Saudi belum memberikan alasan dibalik pemecatan Sheikh Obeikan. Beberapa menafsirkan, komentar terbaru yang dikatakan oleh Sheikh Obeikan merupakan sebuah langkah penyerangan terhadap hukum Saudi yang sangat ketat.

Sheikh Obeikan, mulai tenar beberapa tahun lalu saat mengeluarkan pandapat seorang laki-laki akan memiliki hubungan darah seperti anak dan ibu jika ia meminum air susu wanita.

Sebelumnya, Raja Abdullah telah berjanji akan memberikan hak pilih dalam pemilu kepada wanita Arab Saudia, membuka universitas bagi perempuan dan laki-laki dan memperkenalkan langkah-langkah menetang kekerasan domestik. (bro)

()
Berita Terkini
Mengapa Negara-negara...
Mengapa Negara-negara Arab Khawatir Kesepakatan Iran Jadi Titik Balik yang Membawa Bencana?
45 menit yang lalu
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
1 jam yang lalu
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
2 jam yang lalu
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
3 jam yang lalu
Seluruh WNI di Venezuela...
Seluruh WNI di Venezuela Aman, Gedung KBRI di Caracas Tidak Rusak
4 jam yang lalu
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
5 jam yang lalu
Infografis
6 Negara Arab Paling...
6 Negara Arab Paling Terjangkau, Nomor Satu Negara Paling Aman
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved