Tuntut junta militer turun, rakyat Mesir demo di jalan
Minggu, 06 Mei 2012 - 12:46 WIB
Tuntut junta militer turun, rakyat Mesir demo di jalan
A
A
A
Sindonews.com - Jutaan rakyat Mesir kembali bersiap-siap melakukan demonstrasi di ibu kota Kairo. Mereka menuntut berakhirnya junta militer yang memerintahkan preman melakukan aksi pembunuhan terhadap demonstran.
Rencana aksi demonstrasi besar-besaran datang setelah kelompok Ikhwanul Muslim meminta pengunjuk rasa kembali ke jalanan Jumat ini, untuk menuntut militer yang berkuasa turun.
Sebelumnya, pada hari Rabu, setelah berhari-hari para demonstran melakukan aksi protes, pemerintah akhirnya mengutus preman untuk membubarkan para demostran di dekat Gedung Kementerian Pertahanan di Ibu Kota, Kairo, Mesir.
Awalnya jumlah korban tewas hanya enam orang, perkembangan terakhir jumlah korban tewas mencapai 20 orang, dan puluhan orang mengalami luka-luka. Para pengunjuk rasa adalah pendukung Hazem Abu Ismail, seorang kandidat presiden dari partai Islam yang dilarang mencalonkan diri dalam pemilihan presiden mendatang di Mesir.
Mesir berencana mengelar Pemilu Presiden pada 23-24 Mai mendatang untuk pemilu jilid pertama. Sedangkan Pemilu putaran kedua pada 16 dan 17 Juni jika tidak ada kandidat yang menang dengan jumlah suara mencapai 50 persen.
Pasukan tentara dan polisi setelah bentrik antara kelompok preman dan domonstran terjadi. Mereka mengaku tidak bertanggung jawab atas korban tewas akibat aksi demostrasi ini.
Dewan militer mengambil alh kekuasaan Februari lalu, paska Presiden Hosni Mubarak dijatuhkan dari kekuasaannya.
Rencana aksi demonstrasi besar-besaran datang setelah kelompok Ikhwanul Muslim meminta pengunjuk rasa kembali ke jalanan Jumat ini, untuk menuntut militer yang berkuasa turun.
Sebelumnya, pada hari Rabu, setelah berhari-hari para demonstran melakukan aksi protes, pemerintah akhirnya mengutus preman untuk membubarkan para demostran di dekat Gedung Kementerian Pertahanan di Ibu Kota, Kairo, Mesir.
Awalnya jumlah korban tewas hanya enam orang, perkembangan terakhir jumlah korban tewas mencapai 20 orang, dan puluhan orang mengalami luka-luka. Para pengunjuk rasa adalah pendukung Hazem Abu Ismail, seorang kandidat presiden dari partai Islam yang dilarang mencalonkan diri dalam pemilihan presiden mendatang di Mesir.
Mesir berencana mengelar Pemilu Presiden pada 23-24 Mai mendatang untuk pemilu jilid pertama. Sedangkan Pemilu putaran kedua pada 16 dan 17 Juni jika tidak ada kandidat yang menang dengan jumlah suara mencapai 50 persen.
Pasukan tentara dan polisi setelah bentrik antara kelompok preman dan domonstran terjadi. Mereka mengaku tidak bertanggung jawab atas korban tewas akibat aksi demostrasi ini.
Dewan militer mengambil alh kekuasaan Februari lalu, paska Presiden Hosni Mubarak dijatuhkan dari kekuasaannya.
()