Hina pengadilan, PM Pakistan divonis bersalah

Kamis, 26 April 2012 - 15:26 WIB
Hina pengadilan, PM...
Hina pengadilan, PM Pakistan divonis bersalah
A A A
Sindonews.com - Mahkamah Agung Pakistan memutuskan Perdana Menteri Pakistan, Yusuf Reza Gilani, bersalah telah menghina pengadilan. Gilani dinyatakan bersalah karena tidak melaksanakan perintah untuk membuka kembali kasus korupsi terhadap Presiden Asif Ali Zardari.

Ia berpendapat, Presiden tidak bisa diadili karena memiliki kekebalan hukum sebagai kepala pemerintahan. Sementara itu, Presiden Zardari mengatakan, dirinya menyangkal tuduhan korupsi yang dijatuhkan kepada dirinya.

Atas sikap Mahkamah Agung Pakistan yang menjatuhkan hukuman secara simbolis, ia tidak akan dijatuhi hukuman dalam penjara. Dengan demikian Gilani dapat kembali melanjutkan tugas pemerintahan sebagai Perdana Menteri. Beberapa saat setelah pembacaan vonis, Gilani pergi meninggalkan gedung Mahkamah Agung.

Persidangan atas kasus penghinaan yang dilakukan oleh PM Gilani berlangsung selama tiga bulan. Sejak awal sidang, Gilani tidak pernah hadir dalam persidangan. Ia kali pertama hadir dalam persidangan saat pembela dan penuntut membacakan keputusan hasil persidangan. Kedatangan Gilani di Mahkamah Agung disambut wartawan dan para pendukungnya yang membawa mawar tanda dukungan.

Kasus ini merupakan kebuntuan antara hubungan pemerintah dan pengadilan Pakistan. Banyak orang percaya pengadilan berbeda sikap dengan pemerintah karena berusaha mengusut berbagai kasus yang melanda pemerintahan.

Presiden Zardari dituduh bersalah karena telah mengunakan rekening Bank Swiss untuk melakukan money laundry. Mahkamah Agung Pakistan telah memerintahkan kepada Gilani untuk membuka kembali kasus korupsi ini dengan menulis surat kepada otorita Swiss untuk melakukan penyelidikan. Namun Pemerintan Swiss menolak untuk membuka kembali kasus ini.
()
Berita Terkini
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
27 menit yang lalu
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
1 jam yang lalu
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
2 jam yang lalu
CIA Akui Agresi AS ke...
CIA Akui Agresi AS ke Iran Gagal Total, Ini 4 Indikatornya
3 jam yang lalu
Terowongan Runtuh Akibat...
Terowongan Runtuh Akibat Ledakan Pipa Gas di India, 12 Orang Tewas
4 jam yang lalu
Presiden Zelensky Pecat...
Presiden Zelensky Pecat Panglima Militer Ukraina, Rusia Untung Besar!
5 jam yang lalu
Infografis
Ancam Hancurkan Separuh...
Ancam Hancurkan Separuh Dunia, Ini Kekuatan Sebenarnya Senjata Nuklir Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved