Pabrik kimia meledak, 1 tewas, 17 terluka

Minggu, 22 April 2012 - 17:46 WIB
Pabrik kimia meledak,...
Pabrik kimia meledak, 1 tewas, 17 terluka
A A A
Sindonews.com - Sebuah pabrik kimia yang terletak di bagian barat Jepang meledak, seorang pekerja dilaporkan tewas sementara 17 orang dilaporkan mengalami luka-luka.

Seperti diberitakan dalam siaran tv NHK, ledakan terjadi di pabrik kimia Mitsui di Iwakuni-Ohtake. Ledakan terjadi pada pukul 02.00 waktu setempat.

Seorang pekerja berusia 22 tahun tewas seketika, sebelas orang terluka akibat ledakan tersebut. Sementara enam orang korban luka yang lainnya mengalami putus tangan dan kaki akibat terkena serpihan ledakan.

Seperti diberitakan dalam Ria Novosti, Minggu (22/4/2012), ledakan besar ini menghancurkan 270 jendela bangunan di sekitar lokasi kejadian, termaksuk rumah-rumah penduduk.

Akibat ledakan ini, perusahaan kimia Mitsui menghentikan proses produksi untuk sementara waktu guna menghindari korban dan memudahkan proses evakuasi.

Penyebab terjadinya ledakan belum bisa dipastikan, sampai berita ini ditayangkan, petugas pemadam kebakaran masih berada di lokasi kebakaran, melakukan evakuasi korban. (bro)
()
Berita Terkini
Menlu Rubio Ungkap AS...
Menlu Rubio Ungkap AS Masih Bersedia Negosiasi dengan Iran
16 menit yang lalu
RUU Integrasi Militer...
RUU Integrasi Militer AS-Israel Dianggap Ancaman Eksistensial, Anggota Kongres Diseru Menolak
1 jam yang lalu
Trump Setujui Kesepakatan...
Trump Setujui Kesepakatan Nuklir Arab Saudi yang Memungkinkan Pengayaan Uranium
1 jam yang lalu
Trump Ingin Terus Serang...
Trump Ingin Terus Serang Iran dari Pangkalan Militer Inggris
3 jam yang lalu
Menhan AS Hegseth Ungkap...
Menhan AS Hegseth Ungkap Biaya Perang Melawan Iran Sejauh Ini Sebesar Rp672 Triliun
4 jam yang lalu
Kerusuhan Pecah di Italia...
Kerusuhan Pecah di Italia setelah Pria Maroko Dibunuh Polisi secara Brutal
5 jam yang lalu
Infografis
Profil Ayatollah Ali...
Profil Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran yang Tewas Diserang AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved