PBB segera kirim pemantau ke Suriah

Sabtu, 14 April 2012 - 16:06 WIB
PBB segera kirim pemantau...
PBB segera kirim pemantau ke Suriah
A A A
Sindonews.com – Sekjen PBB Ban Ki-moon berbicara dengan Utusan Liga Arab dan PBB untuk Suriah Kofi Annan, melalui telepon dari kamar hotelnya di Jenewa, kemarin. PBB berencana mengirimkan pemantau untuk mengawasi gencatan senjata di Suriah.Gencatan senjata di Suriah sangat rentan gagal. Karena itu, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) berupaya segera mengirim pemantau ke negara rawan konflik tersebut.

Saat ini Dewan Keamanan PBB sedang membahas draf resolusi untuk pengiriman pemantau perdamaian di Suriah. Diplomat dari 15 negara anggota Dewan keamanan bertemu secara tertutup untuk membahas draf resolusi yang akan mengirimkan 20 hingga 30 pemantau tak bersenjata ke Suriah. “Dewan Keamanan PBB melakukan veto untuk resolusi pengiriman tim pendahulu 10–12 pemantau ke Suriah sesegera mungkin untuk memantau gencatan senjata,” papar juru bicara Utusan Liga Arab dan PBB Kofi Annan, Ahmad Fawzi, kemarin, dikutip Reuters.

Menurut Fawzi, misi yang lebih besar terdiri hingga 250 pemantau akan dikirim kemudian. Dia menolak menjelaskan negara mana saja yang mungkin mengirimkan pemantau dalam misi di Suriah. Namun, dia menjelaskan, banyak negara yang telah memiliki staf di kawasan itu sehingga dapat dikerahkan dengan cepat. Fawzi menjelaskan, Pemerintah Suriah telah memberikan visa masuk pada para wartawan dari 74 kantor berita dalam beberapa hari lalu.

Sebelumnya Annan memberi keterangan pada Dewan Keamanan PBB tentang kondisi terbaru di Suriah.“Saya mendukung laporan bahwa situasi di Suriah relatif tenang dan pertikaian tampaknya dapat diatasi,” papar Utusan Liga Arab dan PBB Kofi Annan, dikutip AFP. Annan menegaskan bahwa semua pihak memiliki kewajiban melaksanakan sepenuhnya enam poin rencana damai tersebut.“ Apa yang terjadi hari ini tidak sepenuhnya harus dilakukan oleh Pemerintah Suriah. Pasukan Suriah harus kembali ke barak-barak segera,” ungkap Annan, saat dia memberikan keterangan pada Dewan Keamanan PBB.

Setelah 13 bulan perang,para aktivis mengklaim ada lebih dari 10.000 orang yang tewas sejak Maret 2011.Annan menegaskan bahwa Dewan Keamanan harus mendesak pasukan Suriah ditarik mundur dari kota-kota. Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon menyatakan, sejumlah rencana sedang disusun untuk mengirim pemantau ke Suriah.“Dunia mengawasi dengan mata skeptis. Janjijanji rezim belum dilaksanakan,” papar Ban.

Beberapa diplomat menyatakan optimistis dengan pengiriman pemantau tersebut.“Misi yang terdiri atas 20 hingga 30 pemantau itu dapat dilaksanakan awal pekan depan,” ungkap sejumlah diplomat. Salinan Draf resolusi Dewan Keamanan PBB yang diperoleh AFP termasuk permintaan bahwa Assad melaksanakan komitmen menarik pasukan dan persenjataan dari wilayah penduduk.

Dalam draf itu disebutkan, jika pemerintah Suriah tidak melaksanakan komitmennya,Dewan Keamanan PBB akan mempertimbangkan langkah-langkah selanjutnya yang diperlukan. Meskipun tampaknya draf itu akan alot dalam pembahasan, beberapa diplomat optimis draf itu dapat disepakati segera. Rusia yang merupakan aliansi Suriah mengatakan,Dewan Keamanan dapat meloloskan draf itu paling cepat Jumat (13/4).

“Misi secara penuh memerlukan waktu untuk pengerahannya. Jika kita dapat menempatkan 20 atau 30 pemantau di sana paling cepat pekan depan, sangat bagus. Jika kita dapat menempatkan lebih banyak dalam beberapa hari, itu lebih baik,”tutur Duta Besar Rusia di PBB Vitaly Churkin, dikutip Reuters.

Rusia dan China telah mengeluarkan dua kali veto untuk menolak draf resolusi Dewan Keamanan PBB terhadap rezim Presiden Suriah Bashar al- Assad. Sementara,pertempuran terjadi antara pemberontak dan pasukan Suriah di dekat perbatasan Turki. (wbs)
()
Berita Terkini
Trump Marah dan Ngambek...
Trump Marah dan Ngambek pada Host NBC: Anda Curang atau Bodoh
29 menit yang lalu
Israel Balas Bombardir...
Israel Balas Bombardir Iran, Ledakan Guncang 3 Kota
54 menit yang lalu
IRGC: Rudal-rudal Balistik...
IRGC: Rudal-rudal Balistik Iran Gempur Pangkalan Udara Ramat David Israel
1 jam yang lalu
Gempa Magnitudo 8,1...
Gempa Magnitudo 8,1 Guncang Filipina, Peringatan Tsunami Dikeluarkan, Warga Kocar-kacir Selamatkan Diri
1 jam yang lalu
Rentetan Penembakan...
Rentetan Penembakan Guncang Israel, 1 Tewas, 5 Luka
2 jam yang lalu
Israel Marah usai Diserang...
Israel Marah usai Diserang Rudal Iran: Teheran Harus Terbakar!
2 jam yang lalu
Infografis
Keringanan PBB-P2 DKI...
Keringanan PBB-P2 DKI Jakarta 2026 Berlaku Bertahap
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved