Jong-un dapat gelar baru

Jum'at, 13 April 2012 - 09:29 WIB
Jong-un dapat gelar...
Jong-un dapat gelar baru
A A A
Sindonews.com - Pemimpin Korut Kim Jong-un terpilih sebagai sekretaris pertama Partai Pekerja Korea (WPK) dalam Konferensi Keempat WPK di Pyongyang. Jong-un juga dipilih sebagai pejabat tinggi militer partai berkuasa. Gelar baru ini diberikan menjelang rencana peluncuran roket yang mengundang kecaman internasional.

Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un memegang dua jabatan baru yang sebelumnya pernah dipegang ayahnya, mendiang Kim Jong-il. Media milik pemerintah mengatakan bahwa Jong-un dianugerahi jabatan sebagai Kepala Komisi Militer Pusat pada Partai Komunis Korut dan sebagai anggota kehormatan Politbiro.

Posisi baru itu kian menguatkan posisi Jong-un yang menguasai militer berkekuatan 1,1 juta prajurit atau terbesar keempat di dunia. Pengumuman itu setelah Partai Pekerja Korea Utara pada Rabu (11/12) lalu mendeklarasikan Jong-un sebagai “sekretaris pertama”.

Ayahnya, Kim Jong-il yang meninggal pada Desember lalu,dianugerahi gelar sekretaris jenderal “abadi” Partai Pekerja. Gelar baru itu seperti memperkuat otoritas Jong-un yang berusia 20-an tahun. “Ini berarti Korut telah menyelesaikan transfer kekuasaan secara penuh kepada Jong-un,”kata Profesor Yang Moo-jin dari Universitas Kajian Korut kepada AFP. Pengumuman tentang jabatan baru Jong-un ini disampaikan sesaat setelah Partai Komunis Korut menggelar sebuah konferensi yang jarang dilakukan.

Pada Minggu (15/4), negara komunis itu akan menggelar acara besar untuk memperingati 100 tahun kelahiran pendiri Korut,Kim Il-sung.Peringatan itu akan ditandai peluncuran roket. Korut menyatakan roket tersebut merupakan bukti kemajuan teknologi negara itu.

Roket itu akan membawa satelit yang mampu memantau cuaca dan data lainnya. Korea Selatan (Korsel) dan Jepang mengancam menembak jatuh roket tersebut jika keberadaannya mengancam wilayah mereka.

“Kami melakukan persiapan penuh untuk menghadapi berbagai kemungkinan yang bisa terjadi,” kata PM Jepang Yoshihiko Noda. Noda mengungkapkan, pihaknya tetap akan menahan diri hingga menit-menit terakhir. Sejumlah negara mengatakan bahwa negara komunis itu akan melanggar resolusi PBB jika tetap meluncurkan roket tersebut.Mereka menuduh peluncuran roket itu sebagai kedok untuk melakukan uji coba roket jarak jauh.

Korut berencana untuk meluncurkan roket itu antara 12–16 April di Tongchang-ri,kawasan barat laut negara itu.Sejumlah maskapai penerbangan telah mengubah jalur penerbangannya untuk mengantisipasi rencana peluncuran roket Korut itu. Pemerintah Filipina memerintahkan semua maskapai penerbangan menghindari wilayah yang diperkirakan menjadi tempat jatuhnya serpihan roket Korut.

Kepala Pengawasan Lalu Lintas Udara Filipina Michael Mapanao mengatakan, 20 penerbangan pada periode itu akan terkena dampaknya.“ Waktu penerbangan pesawat bakal bertambah beberapa menit,”kata Mapanao. Menteri Pertahanan Sipil Filipina Benito Ramos memerintahkan kapal-kapal menghindari wilayah yang diperkirakan menjadi tempat jatuhnya serpihan roket.“Tidak boleh ada orang di zona serpihan roket,”katanya.

Dia mengabaikan komplain yang menganggap pemerintah bereaksi berlebihan terhadap peluncuran roket Korut. “Lebih baik bereaksi lebih keras dibandingkan tidak bereaksi ketika sesuatu bakal terjadi,” tegasnya kepada stasiun televisi ABS-CBN.Di Pulau Ishigaki,Jepang, aparat disiagakan sejak kemarin. (wbs)
()
Berita Terkini
Terowongan Runtuh Akibat...
Terowongan Runtuh Akibat Ledakan Pipa Gas di India, 12 Orang Tewas
12 menit yang lalu
Presiden Zelensky Pecat...
Presiden Zelensky Pecat Panglima Militer Ukraina, Rusia Untung Besar!
59 menit yang lalu
Trump akan Bicara dengan...
Trump akan Bicara dengan Hizbullah jika Presiden Lebanon Mau
2 jam yang lalu
Menlu Rubio Ungkap AS...
Menlu Rubio Ungkap AS Masih Bersedia Negosiasi dengan Iran
3 jam yang lalu
RUU Integrasi Militer...
RUU Integrasi Militer AS-Israel Dianggap Ancaman Eksistensial, Anggota Kongres Diseru Menolak
4 jam yang lalu
Trump Setujui Kesepakatan...
Trump Setujui Kesepakatan Nuklir Arab Saudi yang Memungkinkan Pengayaan Uranium
4 jam yang lalu
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved