Suu Kyi minta Partai NLD jaga martabat

Senin, 02 April 2012 - 09:49 WIB
Suu Kyi minta Partai...
Suu Kyi minta Partai NLD jaga martabat
A A A
Sindonews.com - Partai Liga Nasional Demokrasi (NLD) memenangkan kursi di parlemen Myanmar pada Minggu (1/4). Partai yang dipimpin pejuang pro-demokrasi Myanmar Aung San Suu Kyi mengklaim kemenangan 19 dari 45 kursi.

Sekitar 2.000 pendukung NLD bersorak sorai sambil mengibarkan bendera di depan markas partai NLD di Yangon untuk menyambut berita bahagia ini. Dalam pidato singkat, Suu Kyi berpesan kepada para pendukungya untuk tetap menghargai hak orang lain.

Usaha perjuangan Suu Kyi selama masa kampanye tidak sia-sia. Selama dua dekade, Suu Kyi terus berjuang melawan kediktatoran junta militer Myanmar. "Bersuka cita atas kemenangan ini adalah sesuatu yang wajar. Bagaimanapun kita harus menghindari berbagai sikap yang tidak wajar, membuat anggota partai lain kesal. Menyikapi kemenangan ini, penting bagi semua anggota NLD menunjukkan sikap yang bermartabat," ungkap Suu Kyi seperti diberitakan dalam Reuters, Minggu (1/4/2012).

Beberapa minggu sebelum pemilu, Suu Kyi mengeluhkan beberapa penyimpangan, namun tidak cukup signifikan untuk segera diperdebatkan.

Pemilu kali ini benar-benar berbeda dari pemilu yang sebelumnya. Pemerintah Myanmar berusaha menyelenggarakan pemilu bebas dan adil. Sejumlah pejabat dari barat, organisasi asing serta awak media asing diperolehkan untuk melakukan peliputan.

Delegasi Uni Eropa, Malgorzata Wasilewska mengatakan, memang masih ada beberapa penyimpangan kecil dalam pemilu kali ini, dalam sesi perhitungan suara misalnya. Namun, itu semua bukan niat buruk pemerintah, melainkan kurangnya pengalaman atau pengetahuan dalam penyelengaraan pemilu.

Kritik keras dan tekanan sanksi internasional yang begitu kuat mengisolasi Myammar membuat junta militer, Presiden Thein Sein menunjukkan sikap mengejutkan setelah pemilu 2010. Perubahan dramatis terjadi di Myanmar.

Pemerintah membebaskan tahanan politik, mengadakan perundingan damai dengan pemberontak etnis, melonggarkan sensor media, mengizinkan berdirinya serikat pekerja dan menunjukkan tanda-tanda menjauh dari pengaruh kuat politik dan ekonomi China.
()
Berita Terkini
Mengapa Komunitas Internasional...
Mengapa Komunitas Internasional Tak Bisa Menghentikan Gazanisasi di Lebanon?
13 menit yang lalu
5 Alasan Iran Serang...
5 Alasan Iran Serang Bahrain dan Kuwait, Menekan AS Memenuhi Tuntutan Teheran
1 jam yang lalu
Gerakan Protes Gen Z...
Gerakan Protes Gen Z Guncang Ibu Kota India: Aku Seekor Kecoak!
2 jam yang lalu
Hamas Ungkap Pertemuan...
Hamas Ungkap Pertemuan di Kairo Bahas Penerapan Gencatan Senjata Gaza
3 jam yang lalu
Ilmuwan Bikin Roti dengan...
Ilmuwan Bikin Roti dengan Ragi dari Kulit Mumi Berusia 5.300 Tahun
4 jam yang lalu
AS Pertimbangkan Gunakan...
AS Pertimbangkan Gunakan Aset Iran untuk Biaya Rekonstruksi Negara-negara Teluk
5 jam yang lalu
Infografis
TNI Jaga Kejaksaan,...
TNI Jaga Kejaksaan, Ada Perseteruan Penegak Hukum?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved