Pascakudeta, Mali minta bantuan militer asing

Sabtu, 31 Maret 2012 - 13:06 WIB
Pascakudeta, Mali minta...
Pascakudeta, Mali minta bantuan militer asing
A A A
Sindonews.com - Pemimpin sementara Mali pascakudeta meminta bantuan asing untuk mengatasi pemberontakan Tuareg. Kelompok Tuareg dikabarkan telah memperluas kekuasaannya di Kota Tidal.

Kota Kidal merupakan sebuah kota dengan jumlah 40.000 orang penduduk. Junta militer Mali mengatakan bahwa mereka telah manarik tentara dari wilayah Kidal dan menghentikan pertempuran dengan pemberontak demi menjaga keselamatan warga Kidal.

Penduduk kota Kidal mengatakan bahwa pemberontak Tuareg telah mengklaim pendudukan wilayah Kidal yang membentang di gurun Sahara.

"Kota Kidal, sudah dikontrol oleh kelompok pemberontak Tuareg, tidak ada tentara ataupun pejuang MNLA yang melakukan perlawanan," ungkap salah seorang anggota National Movement for the Liberation of Azawad (MNLA) seperti diberitakan dalam BBC.co.uk, Sabtu (31/3/2012).

Seorang wartawan BBC, Martin Vogl yang berada di Ibu Kota Bamako, Mali mengatakan bahwa ini adalah kemunduran serius bagi Mali, walaupun pemimpin kudeta Kapten Amadou Sanogo menjadikan aksi pemberontak Tuareg sebagai alasan untuk kudeta namun mereka tidak melakukan tindakan nyata terhadap pemberontak Tuareg, mereka fokus di Ibu Kota Bamako.

Sebelumnya, selama bertahun tahun pemberontak Tuareg telah menguasai Azawad Tuareg, wilayah Mali bagian Utara, sejumlah warga yang berada di sana telah menyampaikan keluhan namun tidak di dengar oleh pemerintah. Pemberontak Tuareg adalah pasukan yang setia mendukung pemimpin Libya Muammar Gaddafi.

Pemerintah Mali dikudeta Kamis pekan lalu oleh seorang tentara yang tidak setia Kapten Amadou Sanogo. Organisasi Negara Afrika Barat, Economic Community of West African States (ECOWAS) sebelumnya telah mengultimatum junta militer untuk melepaskan kekeasaan atau mendapatkan sanksi. Sejumlah negara ECOWAS memutuskan akan menutup perbatasan dan juga membekukan sejumlah aset pemerintah Mali. Mereka juga siap menempatkan pasukan perdamaian di Mali, jika dalam 72 jam tuntutan ECOWAS tidak dipenuhi.
()
Berita Terkini
Beberapa Personel Militer...
Beberapa Personel Militer Kuwait Terluka dalam Serangan Iran
8 jam yang lalu
Kelompok Perlawanan...
Kelompok Perlawanan Irak Tawarkan Hadiah Rp179 Miliar untuk Pembunuhan Trump
9 jam yang lalu
Menlu Iran: Israel Gunakan...
Menlu Iran: Israel Gunakan Uang Pajak AS untuk Bungkam Kritikus AS
10 jam yang lalu
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
11 jam yang lalu
Yaman Memanas, Houthi...
Yaman Memanas, Houthi Ancam Serang Fasilitas Minyak di Arab Saudi
12 jam yang lalu
7 Tempat Penyimpanan...
7 Tempat Penyimpanan Emas Terbesar di Dunia, Ada yang Dijaga di Bawah Tanah hingga Benteng Super Ketat
13 jam yang lalu
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved