Mantan direktur IMF terancam penjara 20 tahun
Selasa, 27 Maret 2012 - 11:51 WIB
Mantan direktur IMF terancam penjara 20 tahun
A
A
A
Sindonews.com - Mantan Direktur Dana Moneter Internasional (IMF) Dominique Strauss-Kahn terancam pidana 20 tahun penjara jika terbukti bersalah.
Kantor Kejaksaan Prancis di Lille mengungkapkan bahwa Strauss-Kahn, 62, dituduh terlibat dalam jaringan prostitusi Prancis.
Kemarin, Strauss-Kahn diinterogasi di kantor kejaksaan, ia disebut-sebut terlibat mengorganisasi pesta seks dengan pelacur di Hotel Carlton, Paris, Prancis. Ia juga dituduh telah menggelar acara serupa di Washington (Amerika Serikat) dan Brussels (Belgia).
Jaksa juga menuduh Khan dan rekan bisnis terlibat menyalahgunakan dana perusahaan.
"Strauss-Kahn mengatakan tidak bersalah dan tidak memiliki firasat bahwa ia bertemu wanita penghibur dalam acara tersebut,'' kata Salah seorang pengacara Strauss-Kahn, Richard Malka, seperti diberitakan dalam BBC.co.uk, Selasa (27/3/2012).
Malka menambahkan bahwa tidak ada ketentuan hukum yang mengatakan bahwa bergaul dengan pelacur adalah tidak melanggar hukum di Prancis.
Setelah investigasi berakhir, Strauss-Kahn dibebaskan bersyarat oleh pihak kejaksaan. Ia juga membayar jaminan sebesar 100.000 euro (USD 135.000). Jaksa memutuskan bahwa Strauss-Kahn tidak dibolehkan berkomunikasi dengan siapa pun yang memiliki kaitan dengan kasus ini.
Strauss-Kahn mengakui bahwa ia benar telah menghadiri sebuah pesta yang diadakan oleh sebuah gang. Namun, ia membantah mengetahui adanya prostitusi di sana.
Kasus Strauss-Kahn di Prancis dikenal dengan nama "Carlton affair", sebuah lokasi hotel yang menjadi tempat pestanya. Strauss-Kahn dan delapan orang sudah ditempatkan dalam penyelidikan formal, termasuk seorang perwira polisi senior.
Kantor Kejaksaan Prancis di Lille mengungkapkan bahwa Strauss-Kahn, 62, dituduh terlibat dalam jaringan prostitusi Prancis.
Kemarin, Strauss-Kahn diinterogasi di kantor kejaksaan, ia disebut-sebut terlibat mengorganisasi pesta seks dengan pelacur di Hotel Carlton, Paris, Prancis. Ia juga dituduh telah menggelar acara serupa di Washington (Amerika Serikat) dan Brussels (Belgia).
Jaksa juga menuduh Khan dan rekan bisnis terlibat menyalahgunakan dana perusahaan.
"Strauss-Kahn mengatakan tidak bersalah dan tidak memiliki firasat bahwa ia bertemu wanita penghibur dalam acara tersebut,'' kata Salah seorang pengacara Strauss-Kahn, Richard Malka, seperti diberitakan dalam BBC.co.uk, Selasa (27/3/2012).
Malka menambahkan bahwa tidak ada ketentuan hukum yang mengatakan bahwa bergaul dengan pelacur adalah tidak melanggar hukum di Prancis.
Setelah investigasi berakhir, Strauss-Kahn dibebaskan bersyarat oleh pihak kejaksaan. Ia juga membayar jaminan sebesar 100.000 euro (USD 135.000). Jaksa memutuskan bahwa Strauss-Kahn tidak dibolehkan berkomunikasi dengan siapa pun yang memiliki kaitan dengan kasus ini.
Strauss-Kahn mengakui bahwa ia benar telah menghadiri sebuah pesta yang diadakan oleh sebuah gang. Namun, ia membantah mengetahui adanya prostitusi di sana.
Kasus Strauss-Kahn di Prancis dikenal dengan nama "Carlton affair", sebuah lokasi hotel yang menjadi tempat pestanya. Strauss-Kahn dan delapan orang sudah ditempatkan dalam penyelidikan formal, termasuk seorang perwira polisi senior.
()