Rusia ajak internasional perangi terorisme nuklir
Minggu, 25 Maret 2012 - 13:05 WIB
Rusia ajak internasional perangi terorisme nuklir
A
A
A
Sindonews.com - Rusia mengajak masyarakat internasional untuk meratifikasi kesepakatan perang melawan terorisme nuklir dalam KTT Keamanan Nuklir 2012 di Seoul, Korea Selatan (Korsel) Senin 26 maret 2012 besok.
Dalam sebuah artikel yang diterbitkan dalam Washington Times tiga hari menjelang KTT nuklir, "Seoul Simmit: A view from Moscow”, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan bahwa KTT ini sangat penting.
"Semua negara yang hadir harus meratifikasi konvensi PBB tentang perlindungan fisik bahan nuklir dan hukuman pemberantasan terorisme nuklir untuk mencegah senjata nuklir jatuh ke tangan aktor non-negara, seperti teroris." ungkap Lavrov seperti dikutip dalam RIA novosti, Minggu (25/3/2012).
Dalam kesempatan tersebut Lavrov juga mengatakan bahwa Rusia telah bekerja sama dengan Amerika Serikat (AS) dan menjadi mitra utama kerja sama nuklir.
"Kami telah mengakhiri perlombaan senjata (termaksud nuklir) saat perang dingin. Saat ini negara kami setuju dengan kesepakatan nuklir yang barlaku secara umum, demi memperkuat rezim non-proliferasi nuklir dan mengintensifkan kerja sama dalam memerangi terorisme nuklir" tambah Lavrov.
Presiden Rusia Dmitry Medvedev dikabarkan akan bertemu dengan mitranya Presiden AS Barack Obama dan 52 kepala negara dan organisasi internasional dalam KTT nuklir di Seoul, Korsel.
KTT ini diadakan ditengah meningkatnya ketegangan atas rencana peluncuran satelit Korut menandai peringatan 100 tahun berdirinya pemimpin Kim Il-sung pada 12 dan 16 April mendatang.
AS dan beberapa negara internasional menduga bahwa peluncuran satelit tersebut merupakan agenda terselubung uji coba rudal balistik Korea Utara (Korut).
AS dan Rusia mengutuk rencana Korut, sementara itu pemerintah Jepang mengatakan jika Korut terus melanjutkan rencananya, maka Jepang akan menembak roket tersebut. (bro)
Dalam sebuah artikel yang diterbitkan dalam Washington Times tiga hari menjelang KTT nuklir, "Seoul Simmit: A view from Moscow”, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan bahwa KTT ini sangat penting.
"Semua negara yang hadir harus meratifikasi konvensi PBB tentang perlindungan fisik bahan nuklir dan hukuman pemberantasan terorisme nuklir untuk mencegah senjata nuklir jatuh ke tangan aktor non-negara, seperti teroris." ungkap Lavrov seperti dikutip dalam RIA novosti, Minggu (25/3/2012).
Dalam kesempatan tersebut Lavrov juga mengatakan bahwa Rusia telah bekerja sama dengan Amerika Serikat (AS) dan menjadi mitra utama kerja sama nuklir.
"Kami telah mengakhiri perlombaan senjata (termaksud nuklir) saat perang dingin. Saat ini negara kami setuju dengan kesepakatan nuklir yang barlaku secara umum, demi memperkuat rezim non-proliferasi nuklir dan mengintensifkan kerja sama dalam memerangi terorisme nuklir" tambah Lavrov.
Presiden Rusia Dmitry Medvedev dikabarkan akan bertemu dengan mitranya Presiden AS Barack Obama dan 52 kepala negara dan organisasi internasional dalam KTT nuklir di Seoul, Korsel.
KTT ini diadakan ditengah meningkatnya ketegangan atas rencana peluncuran satelit Korut menandai peringatan 100 tahun berdirinya pemimpin Kim Il-sung pada 12 dan 16 April mendatang.
AS dan beberapa negara internasional menduga bahwa peluncuran satelit tersebut merupakan agenda terselubung uji coba rudal balistik Korea Utara (Korut).
AS dan Rusia mengutuk rencana Korut, sementara itu pemerintah Jepang mengatakan jika Korut terus melanjutkan rencananya, maka Jepang akan menembak roket tersebut. (bro)
()