Kepung pelaku penembakan, 3 polisi Prancis terluka
Rabu, 21 Maret 2012 - 16:57 WIB
Kepung pelaku penembakan, 3 polisi Prancis terluka
A
A
A
Sindonews.com – Polisi Prancis bergerak cepat dalam menuntaskan kasus penembakan di depan Ozar Hatorah, sekolah Yahudi di Toulouse. Puluhan polisi bersenjata lengkap mengepung sebuah rumah yang menjadi tempat persembunyian tersangka penembakan. Pelaku adalah warga Prancis berkebangsaan Afrika Utara. Ia juga dikabarkan sebagai seorang anggota Al Qaeda.
Menteri Dalam Negeri Prancis, Claude Gueant, mengatakan bahwa saat ini pengepungan sedang berlangsung. "Tersangka adalah seorang pria berusia 24 tahun. Ia mendeklarasikan dirinya sebagai anggota kelompok mujahidin,’’ungkap Gueant kepada petugas di depan pintu rumahnya seperti diberitakan dalam ABCnews, Selasa (21/3/2012).
"Ibu dari tersangka pelaku peledakan dibawa oleh pihak kepolisian ke depan pintu rumah. Ia diberi kesempatan berbicara dengan anaknya untuk menanyakan motif penembakan. Sang ibu mengatakan bahwa dia tidak pernah mendapat pengaruh dari anaknya," tambah Gueant
"Orang ini dulu pernah berkunjung ke Afghanistan and Pakistan. Ia telah bergabung dengan kelompok Al-Qaeda dan ia ingin membalaskan dendam anak-anak Palestina dengan menyerang tentara Prancis."
Gueant mengungkapkan, dari balik pintu, tersangka mengaku bahwa ia adalah pelaku tunggal dari aksi penembakan itu. Sedangkan kakak tersangka tidak ada kaitanya sama sekali dengan aksinya.
Jika pengepungan itu berhasil akan menjadi operasi perburuan tersangka pelaku teror yang melibatkan petugas terbanyak dalam sejarah kepolisian Prancis. Pihak kepolisian Prancis menerjunkan 50 orang polisi dan 60 polisi antiteror. Dalam operasi penangkapan itu , tiga orang polisi terluka dalam operasi pengepungan ini.
Menteri Dalam Negeri Prancis, Claude Gueant, mengatakan bahwa saat ini pengepungan sedang berlangsung. "Tersangka adalah seorang pria berusia 24 tahun. Ia mendeklarasikan dirinya sebagai anggota kelompok mujahidin,’’ungkap Gueant kepada petugas di depan pintu rumahnya seperti diberitakan dalam ABCnews, Selasa (21/3/2012).
"Ibu dari tersangka pelaku peledakan dibawa oleh pihak kepolisian ke depan pintu rumah. Ia diberi kesempatan berbicara dengan anaknya untuk menanyakan motif penembakan. Sang ibu mengatakan bahwa dia tidak pernah mendapat pengaruh dari anaknya," tambah Gueant
"Orang ini dulu pernah berkunjung ke Afghanistan and Pakistan. Ia telah bergabung dengan kelompok Al-Qaeda dan ia ingin membalaskan dendam anak-anak Palestina dengan menyerang tentara Prancis."
Gueant mengungkapkan, dari balik pintu, tersangka mengaku bahwa ia adalah pelaku tunggal dari aksi penembakan itu. Sedangkan kakak tersangka tidak ada kaitanya sama sekali dengan aksinya.
Jika pengepungan itu berhasil akan menjadi operasi perburuan tersangka pelaku teror yang melibatkan petugas terbanyak dalam sejarah kepolisian Prancis. Pihak kepolisian Prancis menerjunkan 50 orang polisi dan 60 polisi antiteror. Dalam operasi penangkapan itu , tiga orang polisi terluka dalam operasi pengepungan ini.
()