Kanselir Jerman mendadak kunjungi Afghanistan

Selasa, 13 Maret 2012 - 11:11 WIB
Kanselir Jerman mendadak...
Kanselir Jerman mendadak kunjungi Afghanistan
A A A
Sindonews.com - Kanselir Jerman Angela Markel melakukan kunjungan mendadak ke Afghanistan. Kunjungan ini dilakukan saat situasi sedang memanas akibat penembakan 16 orang warga Afghanistan yang dilakukan oleh seorang tentara Amerika Serikat (AS) berpangkat sersan.

Markel mengunjungi basis pasukan Jerman yang terletak di bagian utara Afghanistan dekat wilayah Mazar-e-Sharif. Kunjungan ini memang telah direncanakan sebelumnya, dan tidak ada terkait dengan insiden pembunuhan yang terjadi di Kandahar.

Dalam kunjungan kali ini, Markel juga melakukan pembicaraan lewat telepon dengan Presiden Afghanistan Hamid Karzai. Dalam pembicaraan tersebut, Markel menyampaikan belasungkawa atas insiden penembakan yang terjadi di wilayah Kandahar.

Melalui juru bicaranya, Steffen Seibert, Markel menyebut penembakan tentara AS terhadap warga sipil Afghanistan merupakan sebuah perbuatan yang sangat tercela. Pasukan NATO dan International Security Assistance Force (ISAF) harus mengklarifikasi mengapa insiden penembakan tersebut sampai terjadi.

Penarikan mundur pasukan Amerika Serikat dan NATO diperkirakan akan dipercepat setelah insiden penembakan 16 orang warga Kandahar, Minggu dini hari.

Mengomentari rencana penarikan mundur pasukan NATO dari Afghanistan pada tahun 2014, Markel mendesak Karzai untuk mempercepat proses rekonsiliasi politik dengan gerilyawan. Proses rekonsiliasi memang telah mencapai kemajuan, namun saat ini dibutuhkan kemajuan lebih dari yang telah dicapai.

"Untuk alasannya saya tidak bisa mengatakan bahwa kami akan membantu hal ini, kemauan ada di sana, kami ingin mensukseskan dan akan berusaha membantu," ungkap Markel seperti dikutip Steffen dalam Chinadaily Selasa (13/3/2012).

Apa yang dikatakan Markel, ditegaskannya, bukanlah sebuah sinyal keraguan untuk menarik pasukannya mundur dan mengalihkan tanggung jawab kemanan kepada pihak militer Afghanistan. Jerman adalah penyumbang terbesar ketiga untuk pasukan ISAF, dengan lebih dari 5.000 tentara bergabung. (wbs)
()
Berita Terkini
Presiden Zelensky Pecat...
Presiden Zelensky Pecat Panglima Militer Ukraina, Rusia Untung Besar!
34 menit yang lalu
Trump akan Bicara dengan...
Trump akan Bicara dengan Hizbullah jika Presiden Lebanon Mau
1 jam yang lalu
Menlu Rubio Ungkap AS...
Menlu Rubio Ungkap AS Masih Bersedia Negosiasi dengan Iran
2 jam yang lalu
RUU Integrasi Militer...
RUU Integrasi Militer AS-Israel Dianggap Ancaman Eksistensial, Anggota Kongres Diseru Menolak
3 jam yang lalu
Trump Setujui Kesepakatan...
Trump Setujui Kesepakatan Nuklir Arab Saudi yang Memungkinkan Pengayaan Uranium
3 jam yang lalu
Trump Ingin Terus Serang...
Trump Ingin Terus Serang Iran dari Pangkalan Militer Inggris
5 jam yang lalu
Infografis
Wasit Jerman Daniel...
Wasit Jerman Daniel Siebert Pimpin Final Liga Champions PSG vs Arsenal
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved