PBB desak Suriah hentikan gencatan senjata
Sabtu, 10 Maret 2012 - 17:12 WIB
PBB desak Suriah hentikan gencatan senjata
A
A
A
Sindonews.com - Sekretaris Jendral Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Ban Ki-moon mendesak utusan khusus gabungan PBB-Liga Arab untuk Suriah Kofi Annan membuat kesepakatan dengan Presiden Suriah Bashar Al-Assad untuk mengatasi krisis dengan cara damai.
"Yang menjadi prioritas kami dalam dialog ini adalah penghentian konflik kekerasan yang dilakukan oleh pasukan militer pemerintah ataupun tentara kelompok oposisi. Saya mendesak Annan agar mampu membuat kesepakatan gencatan senjata sesegera mungkin," ungkap Ban seperti dikutip dalam BBC.co.uk Sabtu (10/3/2012).
Pertemuan antara Annan dan Bashar di selegarakan pagi ini. Pertemuan akan dilanjutkan dengan menemui Menteri Luar Negeri Suriah Walid al-Moallem di Damaskus. Keesokan harinya, Minggu 11 Maret 2012, sebelum meninggalkan Suriah, Annan akan mengelar pembicaraan dengan kelompok oposisi.
"Kesepakatan gencatan senjata tidak dapat berjalan bersamaan. Harus ada salah satu kelompok yang memulainya terlebih dahulu. Jika bukan dari pemerintah, maka dari pihak tentara kelompok oposisi," terangnya.
Seperti diketahui, instabilitas internal Suriah dalam 12 bulan terakhir dalam ketidaktentuan perang saudara. Kedatangan Liga Arab tidak menciptakan perubahan situasi. Saat ini, PBB masih terus berupaya membuat resolusi yang tepat bagi Suriah. Pasalnya, resolusi draf PBB terakhir telah diveto oleh China dan Rusia.
China dan Rusia beranggapan bahwa intervensi militer di Suriah merupakan sebuah pengulangan skenario yang sama dengan upaya pengulinggan kekuasaan presiden Libia, Muammar Gaddafi.
Berdasarkan data terakhir yang diperoleh dari PBB, jumlah korban tewas akibat aksi pemberontakan ini telah mencapai 7500 jiwa. Beberapa wilayah di Suriah telah hancur akibat pertempuran antara pasukan pemerintah dan pemberontak. (san)
"Yang menjadi prioritas kami dalam dialog ini adalah penghentian konflik kekerasan yang dilakukan oleh pasukan militer pemerintah ataupun tentara kelompok oposisi. Saya mendesak Annan agar mampu membuat kesepakatan gencatan senjata sesegera mungkin," ungkap Ban seperti dikutip dalam BBC.co.uk Sabtu (10/3/2012).
Pertemuan antara Annan dan Bashar di selegarakan pagi ini. Pertemuan akan dilanjutkan dengan menemui Menteri Luar Negeri Suriah Walid al-Moallem di Damaskus. Keesokan harinya, Minggu 11 Maret 2012, sebelum meninggalkan Suriah, Annan akan mengelar pembicaraan dengan kelompok oposisi.
"Kesepakatan gencatan senjata tidak dapat berjalan bersamaan. Harus ada salah satu kelompok yang memulainya terlebih dahulu. Jika bukan dari pemerintah, maka dari pihak tentara kelompok oposisi," terangnya.
Seperti diketahui, instabilitas internal Suriah dalam 12 bulan terakhir dalam ketidaktentuan perang saudara. Kedatangan Liga Arab tidak menciptakan perubahan situasi. Saat ini, PBB masih terus berupaya membuat resolusi yang tepat bagi Suriah. Pasalnya, resolusi draf PBB terakhir telah diveto oleh China dan Rusia.
China dan Rusia beranggapan bahwa intervensi militer di Suriah merupakan sebuah pengulangan skenario yang sama dengan upaya pengulinggan kekuasaan presiden Libia, Muammar Gaddafi.
Berdasarkan data terakhir yang diperoleh dari PBB, jumlah korban tewas akibat aksi pemberontakan ini telah mencapai 7500 jiwa. Beberapa wilayah di Suriah telah hancur akibat pertempuran antara pasukan pemerintah dan pemberontak. (san)
()