Lihat ayah tewas, bocah di Rusia gantung diri
Rabu, 07 Maret 2012 - 14:52 WIB
Lihat ayah tewas, bocah di Rusia gantung diri
A
A
A
Sindonews.com - Seorang bocah laki-laki gantung diri setelah tak tahan melihat ayahnya tewas bunuh diri. Ayah bocah itu diketahui bunuh diri dengan menembak diri sendiri.
Bocah berusia tujuh tahun ini mengantung dirinya dengan seutas tali sintetis di rumahnya. Ayah tiri dan saudara perempuannya yang berada di rumah saat ia mencoba bunuh diri tidak berhasil menyelamatkan bocah tersebut.
"Bocah tersebut bunuh diri setelah ia menyaksikan ayahnya bunuh diri. Ayah kandung bocah tersebut telah tewas beberapa waktu lalu. Bocah kecil itu selalu bertanya kepada ibunya, apa yang terjadi jika aku menaruh tali di leherku," ungkap Juru bicara Departemen Penyelidikan Yegor Markov seperti dikutip dalam Ria Novosti, Rabu (7/3/2012).
Markov mengatakan penyelidikan masih terus berlangsung ada kemungkinan motif bunuh diri karena dihasut.
Angka bunuh diri remaja Rusia sangat tinggi, sekitar 1.500 sampai 2.000 orang per tahunnya, angka ini lebih tinggi dari angka rata-rata global.
Sebelumnya pada 6 Februari lalu, dua orang remaja putri loncat dari atap rumahnya, sehari kemudian seorang anak dan ayahnya melakukan hal yang sama keduanya loncat dari beranda apartemen.(azh)
Bocah berusia tujuh tahun ini mengantung dirinya dengan seutas tali sintetis di rumahnya. Ayah tiri dan saudara perempuannya yang berada di rumah saat ia mencoba bunuh diri tidak berhasil menyelamatkan bocah tersebut.
"Bocah tersebut bunuh diri setelah ia menyaksikan ayahnya bunuh diri. Ayah kandung bocah tersebut telah tewas beberapa waktu lalu. Bocah kecil itu selalu bertanya kepada ibunya, apa yang terjadi jika aku menaruh tali di leherku," ungkap Juru bicara Departemen Penyelidikan Yegor Markov seperti dikutip dalam Ria Novosti, Rabu (7/3/2012).
Markov mengatakan penyelidikan masih terus berlangsung ada kemungkinan motif bunuh diri karena dihasut.
Angka bunuh diri remaja Rusia sangat tinggi, sekitar 1.500 sampai 2.000 orang per tahunnya, angka ini lebih tinggi dari angka rata-rata global.
Sebelumnya pada 6 Februari lalu, dua orang remaja putri loncat dari atap rumahnya, sehari kemudian seorang anak dan ayahnya melakukan hal yang sama keduanya loncat dari beranda apartemen.(azh)
()