China-Rusia harus ubah sikap terhadap Suriah
Sabtu, 25 Februari 2012 - 12:34 WIB
China-Rusia harus ubah sikap terhadap Suriah
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Luar negeri Amerika Serikat (AS) Hillary Clinton meminta kepada masyarakat internasional untuk membantu meyakinkan Rusia dan Cina untuk mengubah sikap mereka yang tidak setuju dengan sikap serta kebijakan Dewan Keamanan (DK) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Liga Arab.
Sebelumnya, China dan Rusia telah menggunakan haknya untuk melakukan veto resolusi DK PBB terhadap Suriah meminta Presiden Bashar Al-Assad untuk mundur dari jabatanya.
Sikap Rusia maupun China menurut Hillary tidak hanya bertentangan dengan aspirasi warga Suriah, tapi juga kelompok Liga Arab, dan kebangkitan revolusi Arab.
"Semakin cepat Rusia dan China merubah sikap mereka, maka akan semakin cepat kita menentukan resolusi bersama yang tepat bagi Suriah," ungkap Hillary sesaat setelah menghadri pertemuan Friends of Syria Group (kelompok solaridaritas Suriah) di Tunisia seperti dikutip dalam Ria novosti, Sabtu (25/2/2012).
Aksi protes menentang pemerintah telah berlangsung hampir setahun. Berdasarkan data yang diperoleh dari PBB, lebih dari 5.400 orang penduduk sipil tewas, sementara korban tewas dari pihak militer mencapai 2.000 orang.
Sebelumnya Liga Arab telah memintan bantuan PBB untuk menyelesaikan konflik yang terjadi di Suriah. Anggota tetap DK PBB mengajukan sebuah resolusi, namun di veto oleh China dan Rusia. Kedua negara ini menilai bahwa resolusi tesebut sama seperti resolusi yang diterapkan bagi Libya, mereka menolak hal in berulang kembali.(azh)
Sebelumnya, China dan Rusia telah menggunakan haknya untuk melakukan veto resolusi DK PBB terhadap Suriah meminta Presiden Bashar Al-Assad untuk mundur dari jabatanya.
Sikap Rusia maupun China menurut Hillary tidak hanya bertentangan dengan aspirasi warga Suriah, tapi juga kelompok Liga Arab, dan kebangkitan revolusi Arab.
"Semakin cepat Rusia dan China merubah sikap mereka, maka akan semakin cepat kita menentukan resolusi bersama yang tepat bagi Suriah," ungkap Hillary sesaat setelah menghadri pertemuan Friends of Syria Group (kelompok solaridaritas Suriah) di Tunisia seperti dikutip dalam Ria novosti, Sabtu (25/2/2012).
Aksi protes menentang pemerintah telah berlangsung hampir setahun. Berdasarkan data yang diperoleh dari PBB, lebih dari 5.400 orang penduduk sipil tewas, sementara korban tewas dari pihak militer mencapai 2.000 orang.
Sebelumnya Liga Arab telah memintan bantuan PBB untuk menyelesaikan konflik yang terjadi di Suriah. Anggota tetap DK PBB mengajukan sebuah resolusi, namun di veto oleh China dan Rusia. Kedua negara ini menilai bahwa resolusi tesebut sama seperti resolusi yang diterapkan bagi Libya, mereka menolak hal in berulang kembali.(azh)
()