IEAE tinjau pembangkit tenaga nuklir di Jepang
Kamis, 26 Januari 2012 - 10:42 WIB
IEAE tinjau pembangkit tenaga nuklir di Jepang
A
A
A
Sindonews.com - Badan Atom internasional, The International Atomic Energy Agency (IAEA) hari ini melakukan inspeksi awal terhadap pembangkit listrik tenaga nuklir Jepang yang mengalami kondisi yang tidak stabil setelah bencana tsunami 11 Maret 2011.
IAEA mengirimkan sebuah tim yang terdiri dari 10 orang. IAEA telah memeriksa pembangkit listrik tenaga nuklir Ohi, di Fukui Jepang barat.
Kepala IAEA, Yukiya Amano mengatakan, pihaknya akan melakukan “tes stres” yang dimaksudkan untuk menilai seberapa baik reaktor ini bisa bertahan terhadap gempa, tsunami dan kejadian ekstrem lainnya.
“Harus ditelusuri sejauhmana kekuatan penahan reaktor nuklir, semua tahu akibat kebocoran reaktor nuklir,” ungkap Yukiya menjelaskan seperti dikutip dalam Associated Press, Kamis (26/1/2012).
Jepang memiliki 54 reaktor pembangkit listrik tenaga nuklir, namun akibat tsunami hanya empat reaktor yang dinyatakan layak beroperasi. Jepang sempat mengalami krisis energi listrik setelah Tsunami merusak pembangkit listrik tenaga nuklirnya.
Sejumlah pembangkit listrik tenaga nuklir Jepang akan melalui serangkaian tes. Reaktor pembangkit listrik tenaga nuklir Jepang akan kembali operasi jika lulus serangkaian uji tes.
Jika ke 50 reaktor nuklir Jepang tidak lulus tes uji kelayakan, maka Jepang hanya memiliki empat reakor nuklir yang dapat beroperasi normal pada akhir April mendatang.
Sebelumnya Pemerintah Jepang telah memutuskan untuk menutup enam reaktor nuklir di Fukushima Dai-ichi, karena generator cadangan yang terletak di bawah tanah telah hancur akibat Tsunami 11 Maret 2011.(azh)
IAEA mengirimkan sebuah tim yang terdiri dari 10 orang. IAEA telah memeriksa pembangkit listrik tenaga nuklir Ohi, di Fukui Jepang barat.
Kepala IAEA, Yukiya Amano mengatakan, pihaknya akan melakukan “tes stres” yang dimaksudkan untuk menilai seberapa baik reaktor ini bisa bertahan terhadap gempa, tsunami dan kejadian ekstrem lainnya.
“Harus ditelusuri sejauhmana kekuatan penahan reaktor nuklir, semua tahu akibat kebocoran reaktor nuklir,” ungkap Yukiya menjelaskan seperti dikutip dalam Associated Press, Kamis (26/1/2012).
Jepang memiliki 54 reaktor pembangkit listrik tenaga nuklir, namun akibat tsunami hanya empat reaktor yang dinyatakan layak beroperasi. Jepang sempat mengalami krisis energi listrik setelah Tsunami merusak pembangkit listrik tenaga nuklirnya.
Sejumlah pembangkit listrik tenaga nuklir Jepang akan melalui serangkaian tes. Reaktor pembangkit listrik tenaga nuklir Jepang akan kembali operasi jika lulus serangkaian uji tes.
Jika ke 50 reaktor nuklir Jepang tidak lulus tes uji kelayakan, maka Jepang hanya memiliki empat reakor nuklir yang dapat beroperasi normal pada akhir April mendatang.
Sebelumnya Pemerintah Jepang telah memutuskan untuk menutup enam reaktor nuklir di Fukushima Dai-ichi, karena generator cadangan yang terletak di bawah tanah telah hancur akibat Tsunami 11 Maret 2011.(azh)
()