Assad bakal berikan amnesti bagi tahanan di Suriah
Senin, 16 Januari 2012 - 14:26 WIB
Assad bakal berikan amnesti bagi tahanan di Suriah
A
A
A
Sindonews.com - Di tengah kecaman yang dikeluarkan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk menghentikan pembunuhan terhadap rakyat Suriah, Presiden Suriah Bashar al Assad menawarkan amnesti bagi demonstran yang ditahan selama 10 bulan aksi demonstrasi.
Rencananya, Assad akan memberikan amnesti pada akhir Januari. Pengampunan kejahatan ini berlaku bagi para tentara bersenjata, dan orang-orang yang memiliki senjata secara ilegal dan melakukan pelanggaran terhadap hukum.
Assad mengumumkan akan memberikan amnesti setelah mendapat kecaman keras dari PBB Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon menyerukan kepada Presiden Assad untuk menghentikan pembunuhan terhadap rakyatnya.
Menteri luar untuk Liga Arab akan betemu hari ini untuk membahas keberadaan tim pemantau di Suriah yang telah berada di Suriah selama satu bulan. Keberadan tim pemantau di Suriah untuk melakukan pemantauan terhadap rezim pemerintahan Assad dalam merealisasikan kesepakatan dengan Liga Arab.
Jumlah korban tewas akibat aksi pemberontakan terhadap rezim pemerintahan Assad terus bertambah. Pada Minggu 15 Januari 2012 korban tewas tercatat sebanyak 25 orang di antaranya penduduk dan tentara.
Menurut data PBBsejak aksi pemberontakan ini berlangsung setidaknya 5.000 orang telah dilaporkan tewas dari pihak sipil, sementara dari pihak militer jumlah korban tewas tercatat 2.000 orang.
“Hari ini, saya katakan sekali lagi kepada Assad sebagai Presiden Nigeria, untuk menghentikan aksi kekerasan ini, berhenti membunuh rakyat mu. Aksi penindasan ini menghadapi kebuntuan,” ungkap Ban saat menghadiri sebuah konferensi uang membahas proses transisi demokrasi di negara Arab seperti dikutip reuters, Senin (16/1/2012).(azh)
Rencananya, Assad akan memberikan amnesti pada akhir Januari. Pengampunan kejahatan ini berlaku bagi para tentara bersenjata, dan orang-orang yang memiliki senjata secara ilegal dan melakukan pelanggaran terhadap hukum.
Assad mengumumkan akan memberikan amnesti setelah mendapat kecaman keras dari PBB Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon menyerukan kepada Presiden Assad untuk menghentikan pembunuhan terhadap rakyatnya.
Menteri luar untuk Liga Arab akan betemu hari ini untuk membahas keberadaan tim pemantau di Suriah yang telah berada di Suriah selama satu bulan. Keberadan tim pemantau di Suriah untuk melakukan pemantauan terhadap rezim pemerintahan Assad dalam merealisasikan kesepakatan dengan Liga Arab.
Jumlah korban tewas akibat aksi pemberontakan terhadap rezim pemerintahan Assad terus bertambah. Pada Minggu 15 Januari 2012 korban tewas tercatat sebanyak 25 orang di antaranya penduduk dan tentara.
Menurut data PBBsejak aksi pemberontakan ini berlangsung setidaknya 5.000 orang telah dilaporkan tewas dari pihak sipil, sementara dari pihak militer jumlah korban tewas tercatat 2.000 orang.
“Hari ini, saya katakan sekali lagi kepada Assad sebagai Presiden Nigeria, untuk menghentikan aksi kekerasan ini, berhenti membunuh rakyat mu. Aksi penindasan ini menghadapi kebuntuan,” ungkap Ban saat menghadiri sebuah konferensi uang membahas proses transisi demokrasi di negara Arab seperti dikutip reuters, Senin (16/1/2012).(azh)
()