AS tak mau jamin pertahanan rudal kepada Rusia
Jum'at, 13 Januari 2012 - 19:33 WIB
AS tak mau jamin pertahanan rudal kepada Rusia
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Amerika Serikat menyatakan tidak akan memberikan jaminan yang bersifat mengikat dalam pertahanan rudal kepada Rusia. Jaminan tersebut tidak akan diberikan jika Rusia tidak bersedia membuat perjanjian dengan AS.
"Apa esensi sebenarnya yang mereka lihat untuk menjalankan komitmen bersama pemerintahan Obama untuk kondisi di masa depan. Sehingga anda tidak bisa benar-benar melakukannya," ungkap Sekretaris Negara bagian control senjata AS, Ellen Tauscher seperti dikutip dari ria novosti Jumat (13/1/2012).
Tauscher mengatakan sebagian besar isu keamanan di Eropa akan diselesaikan dengan AS. Masalah perjanjian pertahanan rudal di Rusia akan menjadi masalah yang dibahas dalam kerja sama tahun ini.
"Satu-satunya hal yang baru dalam masalah pertahanan rudal ini adalah upaya untuk saling meyakinkan dan bergerak ke arah stabilitas yang saling meyakinkan," tambahnya.
Sebelumnya dalam sebuah siaran langsung di TV, President Rusia Dmitry Medvedev memperingatkan Rusia akan melakukan dua langkah yakni menyebarkan rudal dan memilih keluar dari perjanjian, jika AS dan NATO gagal menemukan cara untuk bekerja sama dalam pertahanan rudal Eropa.
Namun, Tauscher menepis ancaman tersebut sebagai bagian dari musim kampanye Rusia.
Dia mengatakan akan ada kemajuan tentang pembicaraan pertahanan rudal di Rusia setelah pemilihan presiden di Rusia berakhir pada Maret mendatang.
"Kami ingin kembali melakukan perundingan strategis dan nonstrategis dengan Rusia, perlu atau tidak. Perundingan ini berarti segalanya untuk AS dan Rusia. Setelah pemilu ini berakhir, perundingan tentang pertahanan rudal harus kembali dilakukan," tutup Tauscher.(azh)
"Apa esensi sebenarnya yang mereka lihat untuk menjalankan komitmen bersama pemerintahan Obama untuk kondisi di masa depan. Sehingga anda tidak bisa benar-benar melakukannya," ungkap Sekretaris Negara bagian control senjata AS, Ellen Tauscher seperti dikutip dari ria novosti Jumat (13/1/2012).
Tauscher mengatakan sebagian besar isu keamanan di Eropa akan diselesaikan dengan AS. Masalah perjanjian pertahanan rudal di Rusia akan menjadi masalah yang dibahas dalam kerja sama tahun ini.
"Satu-satunya hal yang baru dalam masalah pertahanan rudal ini adalah upaya untuk saling meyakinkan dan bergerak ke arah stabilitas yang saling meyakinkan," tambahnya.
Sebelumnya dalam sebuah siaran langsung di TV, President Rusia Dmitry Medvedev memperingatkan Rusia akan melakukan dua langkah yakni menyebarkan rudal dan memilih keluar dari perjanjian, jika AS dan NATO gagal menemukan cara untuk bekerja sama dalam pertahanan rudal Eropa.
Namun, Tauscher menepis ancaman tersebut sebagai bagian dari musim kampanye Rusia.
Dia mengatakan akan ada kemajuan tentang pembicaraan pertahanan rudal di Rusia setelah pemilihan presiden di Rusia berakhir pada Maret mendatang.
"Kami ingin kembali melakukan perundingan strategis dan nonstrategis dengan Rusia, perlu atau tidak. Perundingan ini berarti segalanya untuk AS dan Rusia. Setelah pemilu ini berakhir, perundingan tentang pertahanan rudal harus kembali dilakukan," tutup Tauscher.(azh)
()