Dua polisi Rusia terluka diserang kelompok militan

Jum'at, 13 Januari 2012 - 13:23 WIB
Dua polisi Rusia terluka...
Dua polisi Rusia terluka diserang kelompok militan
A A A
Sindonews.com - Dua orang polisi terluka dalam sebuah aksi penyerangan yang dilakukan oleh orang tak dikenal di Caucasus, negara bagian Rusia utara, Dagestan.

Menurut laporan sementara, polisi setempat menyebutkan tersangaka melepaskan tembakan dengan mengunankan senjata otomatis ketika mobil patroli polisi memberhentikan mobil mereka untuk pemeriksaan indentitas.

"Kedua polisi telah dilarikan ke rumah sakit dengan berbagai luka serius sementara pelaku penyerangan langsung melarikan diri setelah kejadian," ujar polisi setempat seperti dikutip dalam Ria Novosti, Jumat (13/1/2012).

Setelah lebih dari satu dekade berakhirnya perang federal melawan kelompok separatis di Caucasus, negara bagian Rusia utara Dagestan, militan Chechnya terus melakukan berbagai aksi penyerangan terhadap pasukan keamanan polisi dan warga sipil.

Wilayah Dagestan bertetangga dengan Chechnya, aksi penyerangan mudah sekali terprovokasi. Menurut laporan pihak keamanan, setengah dari semua aksi penyerangan terhadap pihak kemanan dilakukan oleh kelompok militan.(azh)
()
Berita Terkini
Mossad Pasok Milisi...
Mossad Pasok Milisi Kurdi dengan Senjata yang Disita dari Hamas dan Hizbullah
3 jam yang lalu
Hamas Tak akan Serahkan...
Hamas Tak akan Serahkan Persenjataan, tapi Hanya Polisi yang Bawa Senjata di Gaza
4 jam yang lalu
Drone Terjang Galilea...
Drone Terjang Galilea Barat Beberapa Menit setelah Netanyahu Pergi
5 jam yang lalu
Iran Sebut Pangkalan...
Iran Sebut Pangkalan AS Target Sah dan Sumber Kekacauan Timur Tengah
6 jam yang lalu
Mayoritas Penduduk di...
Mayoritas Penduduk di 36 Negara Anggap Israel Tidak Baik
7 jam yang lalu
Iran Berupaya Pungut...
Iran Berupaya Pungut Biaya Layanan, Bukan Tol untuk Lintasi Selat Hormuz
8 jam yang lalu
Infografis
Profil Ayatollah Ali...
Profil Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran yang Tewas Diserang AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved