Korban Virus Corona di Amerika Bertambah

Kritik Lewat Akun Twitter-nya, Trump Sebut WHO Benar-Benar Gagal

loading...
Kritik Lewat Akun Twitter-nya, Trump Sebut WHO Benar-Benar Gagal
Kritik Lewat Akun Twitter-nya, Trump Sebut WHO Benar-Benar Gagal
NEW YORK - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengkritik WHO (Badan Kesehatan Dunia) terlalu berpusat pada China saat penanganan virus corona. Padahal AS merupakan penyokong dana utama bagi WHO.

“W.H.O benar-benar gagal,” kata Trump dalam ciutannya pada akun Twitter-nya. “Untuk beberapa alasan, dana besar dari AS, tetapi terlalu fokus pada China. Kita akan mendapatkan pandangan baik. Untungnya, saya menolak nasihat mereka untuk membuka perbatasan dengan China. Kenapa mereka memberikan kita rekomendasi yang salah?” kritik Trump.

Trump mengulangi tuduhannya terhadap organisasi kesehatan PBB saat konferensi pers pada Selasa waktu setempat. “Mereka (WHO) menyebutkan itu sebagai hal yang salah. Mereka benar-benar mengabaikan panggilan,” ujar Trump. Padahal, kata Trump, AS menyokong dana yang besar bagi WHO. Seharusnya, menurut Trump, AS yang memiliki kekuasaan penuh terhadap WHO.

Juru bicara PBB Stephane Dujarric menolak kritik tajam terhadap WHO yang dipimpin Direktur Jenderal Tedros Adhanom Ghebreyesus. “Bagi Sekjen PBB (Antonio Guterres), sangat jelas bahwa WHO di bawah kepemimpinan Tedros telah melakukan pekerjaan hebat dalam penanganan Covid-19. WHO mengirimkan peralatan ke negara yang membutuhkan dan melakukan pelatihan,” kata Dujarric dilansir Reuters. (Baca: Disebut China Sentris oleh Trump, Ini Respons WHO)





Senator asal Republik Lindsey Graham yang merupakan sekutu dekat Trump, berjanji tidak akan memberikan dana bagi WHO pada persetujuan undang-undang dan anggaran mendatang. “Saya tidak akan mendukung pendanaan WHO di bawah kepemimpinan saat ini. Mereka mengecewakan, mereka lamban, dan mereka terlalu berpihak pada China,” kata Graham dalam wawancara dengan Fox News Channel.

Pada 31 Januari lalu, WHO meminta negara-negara tetap membuka perbatasan di tengah wabah. Namun, mereka tetap membiarkan negara yang memilih menutup perbatasan dengan China untuk melindungi penduduknya. Pada saat yang sama, Trump sudah memperketat bepergian ke China.

Partai Konservatif AS mengkritik WHO dalam penanganan pandemi global ini. Mereka menyebut WHO terlalu bergantung pada data yang salah dari China. Pekan lalu, Senator asal Republik Marco Rubio, menyerukan pengunduran diri Tedros. “Dia (Tedros) mengizinkan Beijing menggunakan WHO untuk menjerumuskan komunitas global,” ujar Rubio.

Angka kematian pasien virus korona (Covid-19) di Kota New York, Amerika Serikat (AS) mencatat rekor tertinggi. Sedikitnya 800 orang tewas dalam 24 jam terakhir.
halaman ke-1 dari 2
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top