Wuhan Rayakan Berakhirnya Status Lockdown

Rabu, 08 April 2020 - 08:54 WIB
Wuhan Rayakan Berakhirnya...
Wuhan Rayakan Berakhirnya Status Lockdown
A A A
WUHAN - China akhirnya mengakhiri penguncian (lockdown) selama 76 hari di wilayah yang menjadi pusat pandemi virus Corona di awal-awal wabah, Wuhan. Otoritas setempat telah mengizinkan penduduk Wuhan untuk bepergian kelua masuk kota yang luas tersebut.

Hingga Rabu tengah malam, 11 juta penduduk kota ini diizinkan untuk pergi tanpa izin khusus dan pengawasan pemerintah yang menunjukkan mereka dalam kondisi sehat. Mereka juga belum melakukan kontak dengan siapa pun yang terinfeksi virus.

Perayaan berakhirnya lockdown selama 11 minggu itu ditandai dengan pertunjukan cahaya di kedua sisi sungai Yangtze. Gedung-gedung pencakar langit dan jembatan memancarkan gambar animasi dari petugas kesehatan yang membantu pasien bersama kata-kata "kota heroik". Gelar itu diberikan kepada Wuhan oleh Presiden Xi Jinping. Di sepanjang tanggul dan jembatan, warga mengibarkan bendera China, meneriakkan "Wuhan, Let's go!" dan bernyanyi dengan acapela lagu kebangsaan China.

Lalu lintas bergerak dengan cepat melalui jembatan, terowongan, dan pintu tol yang baru dibuka kembali, sementara ratusan orang menunggu kereta pertama dan penerbangan ke luar kota. Banyak dari mereka yang berharap untuk kembali ke pekerjaannya di tempat lain.

Meski begitu, dalam sebuah editorial, surat kabar milik Partai Komunis China People's Daily memperingatkan agar tidak merayakan terlalu cepat.

"Ini adalah hari yang sudah lama dinanti-nantikan oleh semua orang dan tidak salah jika mereka begitu mereka bersemangat. Namun, hari ini tidaklah menandai bahwa kemenangan telah berakhir," tulis surat kabar itu.

"Pada saat ini, kita perlu mengingatkan diri kita masing-masing bahwa Wuhan tidak diblokir, kita boleh merasa senang, tetapi kita tidak boleh bersikap santai," sambung tulisan itu yang dinukil Time, Rabu (8/4/2020).

China melarang orang-orang untuk meninggalkan dan memasuki Wuhan mulai 23 Januari lalu dalam sebuah pengumuman tengah malam yang mengejutkan dan memperluas penguncian ke sebagian besar provinsi Hubei di hari-hari berikutnya. Layanan kereta api dan penerbangan dibatalkan, pos pemeriksaan didirikan di jalan menuju pusat provinsi itu.

Langkah drastis itu terjadi ketika wabah virus Corona mulai menyebar ke seluruh China dan luar negeri selama liburan Tahun Baru Imlek di akhir Januari, ketika banyak orang China bepergian.

Sumber pasti dari virus ini masih dalam penyelidikan, meskipun diduga terkait dengan pasar makanan di luar kota.
(ian)
Berita Terkait
Virus Corona di Italia...
Virus Corona di Italia Terus Menyebar
Usut Asal-usul Virus...
Usut Asal-usul Virus Corona, Tim Penyelidik WHO Tiba di Wuhan
Menyoal Keterbukaan...
Menyoal Keterbukaan China
China Temukan Virus...
China Temukan Virus Corona Baru pada Makanan Laut Beku
China Bantah Tutupi...
China Bantah Tutupi Angka Kematian Akibat Corona
Pria Bernama Wuhan Ini...
Pria Bernama Wuhan Ini Namai Bayinya dengan Kota Asal COVID-19
Berita Terkini
Presiden Lebanon Aoun...
Presiden Lebanon Aoun Peringatkan Kesepakatan Gencatan Senjata sebagai Kesempatan Terakhir
13 menit yang lalu
Drone Hizbullah Hantam...
Drone Hizbullah Hantam Kendaraan Kepala Komando Utara IDF di Lebanon Selatan
1 jam yang lalu
Pemimpin Tertinggi Iran...
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Peringatkan Perpecahan setelah Kekalahan Musuh di Medan Perang
2 jam yang lalu
Pesawat Nirawak Ukraina...
Pesawat Nirawak Ukraina Serang Crimea, 4 Orang Tewas, 10 Luka
3 jam yang lalu
706 Paus dan Lumba-lumba...
706 Paus dan Lumba-lumba Dibantai, Laut Ini Berubah Jadi Perairan Darah
4 jam yang lalu
Rusia Ancam Armenia:...
Rusia Ancam Armenia: Tak Lagi Dipasok Minyak Murah Jika Nekat Gabung Uni Eropa!
5 jam yang lalu
Infografis
9 IAIN Berubah Jadi...
9 IAIN Berubah Jadi UIN, Ini Daftar 11 PTKN yang Beralih Status
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved