Cara Turkmenistan Bebas Corona, Dirikan Zona Isolasi di Luar Ibu Kota

Rabu, 08 April 2020 - 08:25 WIB
Cara Turkmenistan Bebas...
Cara Turkmenistan Bebas Corona, Dirikan Zona Isolasi di Luar Ibu Kota
A A A
KETIKA peta Covid-19 menunjukkan pelebaran dan terus berkembang, ternyata ada beberapa negara yang tidak terinfeksi virus mematikan tersebut. Salah satunya adalah Turkmenistan.

Ketika dunia sedang berperang melawan virus korona, Turkmenistan justru menggelar lomba sepeda massal untuk memperingati Hari Kesehatan Dunia pada Selasa lalu. Tidak seperti kebanyakan kota di dunia, kehidupan warga Turkmenistan juga berlangsung normal. Kafe dan restoran masih dibuka. Resepsi pernikahan juga masih digelar. Tidak ada warga yang mengenakan masker. Namun, pemerintah Turkmenistan membantah bahwa mereka mengabaikan virus corona sebagai ancaman.

Pemerintah Turkmenistan mengklaim telah berjuang keras untuk menghalau agar virus corona tidak masuk ke negara mereka. Bekerja sama dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), mereka telah mendiskusikan berbagai langkah. “Itu termasuk kerja sama, komunikasi risiko, investigasi kasus, diagnosis laboratorium, dan langkah lainnya,” kata Koordinator Lembaga PBB di Turkmenistan, Elena Panova, dilansir BBC. (Baca: Kasus Pertama di Dunia, Harimau Terinfeksi Virus Corona)

Ketika BBC menanyakan kepada Panova mengenai tidak ada kasus virus corona di Turkmenistan, dia menghindari jawaban langsung. “Kita bergantung pada informasi resmi karena semua negara melakukannya,” katanya. Dia mengungkapkan, larangan bepergian dan menutup perbatasan berkontribusi tidak adanya kasus Covid-19.

Turkmenistan menutup perbatasan daratnya sejak satu bulan lalu. Mereka membatalkan penerbangan ke China dan negara lainnya sejak awal Februari. Mereka mengalihkan semua penerbangan internasional dari ibu kota negara itu ke Turkemenabat, di mana zona karantina didirikan.

Namun, beberapa penduduk menyatakan banyak orang bisa menyuap bisa keluar dari zona karantina agar bisa melepaskan diri tinggal di tenda selama dua pekan. “Semua orang yang tiba di negara ini dan menunjukkan gejala harus menjalani tes Covid-19,” kata Panova.

Selain itu, pergerakan warga antarkota juga dibatasi. Siapa pun yang hendak masuk ibu kota Ashgabat harus memiliki surat sehat dari dokter. Selain itu, pasar dan perkantoran juga difumigasi dengan asap dari rumput berjenis yuzarlik yang biasa digunakan untuk bahan-bahan obat herbal. “Membakar rumput yuzarlik bisa membunuh virus,” kata Presiden Turkmenistan Gurbanguly Berdymukhamedov. Namun, belum ada bukti bahwa rumput tersebut memiliki kemiliki keampuhan dalam membunuh virus. (Baca juga: Virus Corona Bunuh Lebih dari 10.000 Orang di Perancis)

Sementara itu, banyak pihak menuding Turkmenistan tidak terimbas virus korona karena menyembunyikan kebenaran. “Statistika kesehatan resmi dari Turkmenistan memang tidak tersedia,” kata Profesor Martin McKee dari London School of Hygiene and Tropical Medicine, pakar kesehatan yang mempelajari sistem kesehatan di negara tersebut. “Selama beberapa dekade terakhir, mereka juga mengklaim tidak memiliki orang yang menderita HIV/AIDS. Namun, pada 2000-an, mereka juga mengalami wabah,” katanya.

Selain itu, banyak warga Turkmenistan juga khawatir kalau Covid-19 sebenarnya sudah melanda di negaranya. “Tempat saya bekerja menyatakan saya tidak boleh mengatakan kalau virus corona sudah tiba di sini atau saya bisa mendapat masalah,” kata penduduk Kota Ashgabat, ibu kota Turkmenistan, yang enggan disbeutkan namanya. (Andhika H Mustakim)
(ysw)
Berita Terkait
Virus Corona di Italia...
Virus Corona di Italia Terus Menyebar
Laboratorium Virus Wuhan...
Laboratorium Virus Wuhan Punya 3 Jenis Virus Corona
Virus Corona Terdeteksi...
Virus Corona Terdeteksi Ada di Udara
Israel Kembangkan Antibodi...
Israel Kembangkan Antibodi Virus Corona
Peringatan WHO: Virus...
Peringatan WHO: Virus Corona Tidak Akan Pernah Punah
Spanyol Perpanjang Keadaan...
Spanyol Perpanjang Keadaan Darurat Virus Corona
Berita Terkini
Gerakan Protes Gen Z...
Gerakan Protes Gen Z Guncang Ibu Kota India: Aku Seekor Kecoak!
5 menit yang lalu
Hamas Ungkap Pertemuan...
Hamas Ungkap Pertemuan di Kairo Bahas Penerapan Gencatan Senjata Gaza
1 jam yang lalu
Ilmuwan Bikin Roti dengan...
Ilmuwan Bikin Roti dengan Ragi dari Kulit Mumi Berusia 5.300 Tahun
2 jam yang lalu
AS Pertimbangkan Gunakan...
AS Pertimbangkan Gunakan Aset Iran untuk Biaya Rekonstruksi Negara-negara Teluk
3 jam yang lalu
Israel Bunuh 3 Tentara...
Israel Bunuh 3 Tentara Lebanon, Presiden Aoun Murka
3 jam yang lalu
AS Curigai Zionis, Pentagon...
AS Curigai Zionis, Pentagon Naikkan Tingkat Ancaman Spionase Israel Jadi Kritis
5 jam yang lalu
Infografis
Rusia Sekarang Dapat...
Rusia Sekarang Dapat Menyerang 3 Ibu Kota Sekutu NATO
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved