Tenaga Medis di AS Frustasi karena Kekurangan Alat Pelindung Diri

Rabu, 01 April 2020 - 10:32 WIB
Tenaga Medis di AS Frustasi...
Tenaga Medis di AS Frustasi karena Kekurangan Alat Pelindung Diri
A A A
NEW YORK - Sedikitnya 3.003 orang meninggal di Amerika Serikat (AS) akibat virus corona atau Covid-19. Sedikitnya 160.698 kasus corona yang terdeteksi di AS. Jumlah tersebut berdasarkan perhitungan kasus setiap negara bagian. Negara bagian Hawaii dan Wyoming menjadi wilayah yang tidak memiliki korban meninggal dunia akibat corona. Jumlah korban meninggal dunia paling banyak terjadi pada Senin (30/3/2020) mencapai lebih dari 540 laporan.

Banyak orang di garda depan penanganan krisis Covid-19, yakni petugas medis dan dokter merasa frustrasi. Ratusan pekerja medis diseluruh AS jatuh sakit karena banyak rumah sakit mengalami kekurangan alat pelindung diri. ”Kita bergerak menuju kekacauan,” kata dokter di Rumah Sakit Jackson Memorial, Miami, yang tak disebutkan namanya, dilansir CNN.

Para dokter yang memiliki pengalaman dan penelitian justru harus bekerja tanpa peralatan dan perlengkapan memadai di lapangan. Mereka harus merawat pasien virus corona dengan rasa trauma.

Di rumah sakit New York, seorang dokter anestesi mengatakan para petugas medis terpaksa menggunakan peralatan dan perlengkapan yang seharusnya sekali pakai. Rumah sakit juga kekurangan ventilator. ”Segala sesuatunya tidak cukup,” kata dokter yang enggan disebutkan namanya. Padahal, kata dia, terlalu banyak pasien yang sakit sehingga tidak mungkin bisa menangani semuanya.

Menurut Jeff Duchin, petugas kesehatan di Seattle, AS, seruan jaga jarak memang tidak dipatuhi warga AS untuk memperlambat penyebaran virus corona. ”Kita melihat pengurangan kontak orang per orang seharusnya ditingkatkan,” kata Duchin.

Dalam penelitian yang dilakukan Institute for Disease Modeling berdasarkan data Departemen Kesehatan Washington dan Facebook menunjukkan perubahan mobilitas berkaitan dengan pengurangan penularan Covid-19. Dengan begitu, warga diminta berkumpul lebih dari 10 orang, menghindari bepergian, dan membatalkan semua kunjungan sosial. Penduduk manula juga diminta bertahan di rumah. ”Saya tidak terkejut jika kita melihat 100.000 orang meninggal,” kata Direktur Institute Nasional Alergi dan Penyakit Menular, Anthony Fauci.

Hal yang bertolak belakang justru diungkapkan Presiden AS Donald Trump. Dia mengungkapkan, AS akan memiliki ketersediaan jumlah ventilator saat puncak wabah virus corona. Presiden AS mengatakan, sedikitnya 10 perusahaan AS kini sedang memproduksi peralatan medis dan bisa diekspor ke negara yang membutuhkan. ”Kita bergerak maju karena tidak ada negara lain yang mampu melakukannya,” katanya.

Ketika ditanya apakah semua ventilator cukup untuk seluruh pasien di AS yang membutuhkan saat puncak virus corona? Trump mengungkapkan, ”Saya pikir kita akan berada pada tataran yang sangat baik.” Trump menjelaskan, lebih dari satu orang warga AS telah menjalani tes Covid-19. ”Itu lebih banyak dibandingkan negara mana pun. Tidak ada yang bisa melampauinya,” ujarnya. Dia mengungkapkan, dia seharusnya diberi ucapan selamat atas kemajuan pemerintahannya dalam memerangi virus corona. (Andika Mustaqim)
(ysw)
Berita Terkait
Amerika Serikat Akan...
Amerika Serikat Akan Segera Buka Lockdown
Lebih Menular, Strain...
Lebih Menular, Strain Baru Virus Corona Berevolusi di Amerika Serikat
Erdogan: Turki Kirim...
Erdogan: Turki Kirim Peralatan Medis ke Amerika Serikat
Amerika Serikat Optimis...
Amerika Serikat Optimis Vaksin Corona Tersedia di Akhir Tahun ini
Di Amerika Serikat 776...
Di Amerika Serikat 776 Orang Meninggal dalam 24 Jam akibat Corona
Pelayan Pribadi Donald...
Pelayan Pribadi Donald Trump Terjangkit Virus Corona
Berita Terkini
Filipina dan China Bentrok,...
Filipina dan China Bentrok, 1 Tentara Terluka
52 menit yang lalu
Makin Kewalahan, Rusia...
Makin Kewalahan, Rusia Pilih Buru Operator Drone Ukraina
1 jam yang lalu
AS Akan Rebut Pulau...
AS Akan Rebut Pulau Kharg, Iran: Kita Akan Menyambut
2 jam yang lalu
Mengapa Amerika Tak...
Mengapa Amerika Tak Pernah Mengusik Nuklir Pakistan? Ini Alasan Sebenarnya
4 jam yang lalu
Saling Gempur, Iran...
Saling Gempur, Iran Serang Target AS di Suriah, Yordania, dan Kuwait
4 jam yang lalu
Pendukung Partai Kecoa...
Pendukung Partai Kecoa Kembali Turun ke Jalan, Apa yang Dituntut?
4 jam yang lalu
Infografis
Politikus Muslim Mulai...
Politikus Muslim Mulai Kuasai Politik AS, Sinyal Kebangkitan Islam di Paman Sam?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved