Islandia Temukan 40 Mutasi Virus Corona, Picu Ketakutan Pandemi Baru

Selasa, 24 Maret 2020 - 15:44 WIB
Islandia Temukan 40...
Islandia Temukan 40 Mutasi Virus Corona, Picu Ketakutan Pandemi Baru
A A A
COPENHAGEN - Otoritas kesehatan Islandia yang bekerja sama dengan perusahaan genetika swasta deCODE genetics telah mendeteksi 40 mutasi virus corona. Temuan itu muncul setelah mereka melakukan tes untuk virus corona baru, COVID-19, terhadap 9.768 orang di negara tersebut.

Menurut profesor dan virolog Universitas Copenhagen, Allan Randrup Thomsen, ini menyiratkan bahwa virus pada akhirnya akan menjadi lebih menular, tetapi tidak terlalu parah.

“Ini mirip dengan pola yang kita lihat dengan flu, dan kita bisa hidup dengan itu. Saya tidak mengatakan memang benar bahwa semua varian akan bertahan, tetapi ada kecenderungan untuk mengembangkannya," ujarnya.

"Ini berarti bahwa virus dapat menginfeksi lebih banyak karena lebih baik beradaptasi, tetapi bukan varian virus penyebab penyakit yang bertahan. Ini adalah varian yang menyebabkan lebih sedikit penyakit," papar Thomsen kepada surat kabar Denmark, Information, yang dikutip Sputnik, Selasa (24/3/2020).

Thomsen menetapkan bahwa 40 varian jatuh ke dalam tiga kelompok yang dapat ditelusuri kembali ke sumber infeksi tertentu, yang ia sebut sebagai "contoh buku teks".

Kepala ahli epidemiologi Islandia, Thorolfur Gudnason, mengatakan ia mengharapkan hasil penelitian ini terbukti sangat bermanfaat di seluruh dunia sebagai kontribusi terhadap upaya dunia melawan pandemi.

María Mjöll Jónsdóttir, pejabat dari Kementerian Luar Negeri Islandia juga menekankan bahwa hasil penelitian ini dimaksudkan untuk digunakan secara internasional.

Islandia memiliki total 588 kasus COVID-19 yang dikonfirmasi, 1 di antaranya telah meninggal, 51 orang sembuh dan lainnya masih menjalani perawatan. Sebayak 6.816 orang saat ini dalam karantina.

Untuk mencoba mengakhiri pandemi, negara kepulauan ini telah melakukan tindakan drastis, termasuk larangan pertemuan lebih dari 20 orang, dan serangkaian penutupan yang memengaruhi kolam renang, pusat kebugaran, perpustakaan, dan museum. Bisnis penata rambut, salon kuku dan bisnis lain yang melibatkan kontak fisik dekat juga ditutup.

Sejauh ini, satu anggota parlemen, Smari McCarthy dari Pirate Party, telah dinyatakan positif terinfeksi COVID-19. Enam pegawai Parlemen lainnya juga terinfeksi, dengan beberapa lainnya di karantina.
(mas)
Berita Terkait
Virus Corona di Italia...
Virus Corona di Italia Terus Menyebar
WHO Sebut Amerika Selatan...
WHO Sebut Amerika Selatan Pusat Pandemi Covid-19
WHO: Seperti HIV, Virus...
WHO: Seperti HIV, Virus Corona Mungkin Tak Akan Pernah Hilang
AS Desak WHO Segera...
AS Desak WHO Segera Lakukan Penyelidikan Pandemi Covid-19
Peringatan WHO: Virus...
Peringatan WHO: Virus Corona Tidak Akan Pernah Punah
Korban Meninggal Melonjak,...
Korban Meninggal Melonjak, Amerika Latin Pusat Pandemi Covid-19
Berita Terkini
Agen Mossad Pernah Temui...
Agen Mossad Pernah Temui Mahmoud Ahmadinejad di Budapest, Ada Apa Gerangan?
1 jam yang lalu
Inggris Semakin Ditekan...
Inggris Semakin Ditekan untuk Kembalikan 31 Ton Emas Venezuela
1 jam yang lalu
Apa Itu Gunung Pickaxe?...
Apa Itu Gunung Pickaxe? Lokasi Penyimpanan Senjata Nuklir Iran yang Akan Dihancurkan Trump
1 jam yang lalu
Norwegia Diam-diam Gunakan...
Norwegia Diam-diam Gunakan Pengaruhnya untuk Dorong Penangguhan Israel dari FIFA
1 jam yang lalu
TV Iran Rayakan Kematian...
TV Iran Rayakan Kematian Mendadak Senator AS Pro-Israel: 'Dikirim ke Neraka'
2 jam yang lalu
Perang AS dan Iran Ternyata...
Perang AS dan Iran Ternyata Tak Menguntungkan Pihak yang Bertikai, Ini 4 Alasannya
2 jam yang lalu
Infografis
Waspadai Pandemi Baru,...
Waspadai Pandemi Baru, WHO Minta China Jelaskan Wabah Pernafasan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved