WHO kepada Anak Muda: Anda Tak Kebal, COVID-19 Bisa Bunuh Anda

Sabtu, 21 Maret 2020 - 08:04 WIB
WHO kepada Anak Muda:...
WHO kepada Anak Muda: Anda Tak Kebal, COVID-19 Bisa Bunuh Anda
A A A
JENEWA - Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengirim pesan kepada anak-anak muda di seluruh dunia tentang bahaya virus corona baru, COVID-19. Dia memperingatkan bahwa anak-anak muda tidak kebal terhadap virus tersebut.

Tedros para pejabat kesehatan di seluruh dunia terus belajar tentang virus yang menyebabkan penyakit COVID-19. Dia mengatakan orang dengan usia yang lebih tua adalah yang paling terpukul oleh serangan virus ini, tetapi anak-anak muda juga tidak selamat.

Menurutnya, data dari banyak negara menunjukkan orang berusia 50 tahun ke bawah merupakan "proporsi yang signifikan" dari pasien yang membutuhkan rawat inap.

"Hari ini saya punya pesan untuk kaum muda; Anda bukan tak terkalahkan (kebal)," kata Tedros. “Virus ini bisa membuat Anda masuk rumah sakit selama berminggu-minggu atau bahkan membunuh Anda. Bahkan jika Anda tidak sakit, pilihan yang Anda ambil tentang ke mana Anda pergi bisa menjadi perbedaan antara hidup dan mati untuk orang lain," lanjut dia, seperti dikutip AP, Sabtu (21/3/2020).

Dia memberikan beberapa saran kepada orang-orang untuk memerhatikan kesehatan mental pada saat kecemasan meningkat tentang wabah COVID-19.

"Mendengarkan musik. Baca buku atau mainkan game, dan cobalah untuk tidak membaca atau menonton terlalu banyak berita jika itu membuat Anda cemas," kata Tedros.

WHO sudah menyatakan wabah COVID-19 sebagai pandemi sejak beberapa pekan lalu. Virus itu sudah menyebar ke 185 negara dengan jumlah kasus infeksi mencapai 275.541 orang. Jumlah kematian sudah mencapai 11.385 orang. Sedangkan pasien yang telah disembuhkan sebanyak 91.533 orang.

Angka kematian tertinggi di dunia terjadi di Italia sebanyak 4.032 orang, mengalahkan jumlah kematian di China 3.255 orang. Kematian di Iran sebanyak 1.433 orang, Spanyol 1.093 orang, Prancis 450 orang, Amerika Serikat 258 orang, Inggris 177 orang, Belanda 106 orang dan banyak negara lain termasuk Indonesia 32 orang.

Mayoritas orang yang terinfeksi virus corona baru hanya mengalami gejala ringan seperti demam, batuk kering dan kelelahan, dan bisa sembuh. Bagi sebagian orang, terutama orang dewasa yang lebih tua dan orang-orang yang sudah memiliki masalah kesehatan maka efek serangan virus ini lebih parah.
(mas)
Berita Terkait
Virus Corona di Italia...
Virus Corona di Italia Terus Menyebar
WHO Sebut Amerika Selatan...
WHO Sebut Amerika Selatan Pusat Pandemi Covid-19
Terungkap, China Sempat...
Terungkap, China Sempat Tunda Rilis Informasi Virus Corona
WHO: Seperti HIV, Virus...
WHO: Seperti HIV, Virus Corona Mungkin Tak Akan Pernah Hilang
Dubes China: Kami Korban,...
Dubes China: Kami Korban, Bukan Penyebab Virus Corona
Intelijen AS: Virus...
Intelijen AS: Virus COVID-19 Bukan Buatan Manusia
Berita Terkini
Iran Peringatkan Serangan...
Iran Peringatkan Serangan AS Berisiko Seret Timur Tengah Kembali ke Konflik
28 menit yang lalu
Selain Azerbaijan, Israel...
Selain Azerbaijan, Israel Kirim Pasukan ke UEA, Irak dan Somaliland selama Perang Iran
2 jam yang lalu
Meski Sekutu Sejati,...
Meski Sekutu Sejati, Mengapa Pentagon Tingkatkan Ancaman Mata-mata Israel ke Tingkat Tertinggi?
3 jam yang lalu
3 Fakta Bantahan Azerbaijan...
3 Fakta Bantahan Azerbaijan Terkait Wilayahnya Digunakan Israel dalam Perang Iran
5 jam yang lalu
3 Fakta Penembakan Bayi...
3 Fakta Penembakan Bayi Palestina Berusia 7 Bulan oleh Tentara Israel
9 jam yang lalu
Selalu Jadi Target Iran,...
Selalu Jadi Target Iran, Kuwait Beli Senjata Anti-Drone Senilai Rp36 Triliun dari AS
10 jam yang lalu
Infografis
Vaksinasi Covid-19 Anak...
Vaksinasi Covid-19 Anak Usia 6 Bulan-11 Tahun Mulai Maret 2023
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved