Pria Jepang Tewas setelah Pergi ke Bar untuk Sebar Virus Corona

Kamis, 19 Maret 2020 - 08:26 WIB
Pria Jepang Tewas setelah...
Pria Jepang Tewas setelah Pergi ke Bar untuk Sebar Virus Corona
A A A
TOKYO - Seorang pria Jepang meninggal di sebuah rumah sakit setelah awal bulan ini pergi ke sebuah bar Filipina dan mengaku tujuannya untuk menyebarkan virus corona jenis baru, COVID-19 .

Gara-gara pengakuannya sebelum tewas, pria 57 tahun itu dituduh melakukan tindakan terorisme. Berita kematian pria itu muncul setelah Jepang melaporkan 39 kasus infeksi COVID-19 baru pada hari Rabu.

Pada hari ini (19/3/2020) tercatat ada 899 kasus infeksi COVID-19 di negara tersebut dengan jumlah kematian 29 orang dan pasien yang disembuhkan 144 orang. (Baca juga: Liga Muslim Dunia: Tutup Masjid karena Corona Sesuai Syariat Islam )

Menurut sumber yang dikutip South China Morning Post, pria asal Gamigori itu memiliki kondisi serius yang sudah ada sebelumnya, dan dinyatakan positif terinfeksi virus penyebab pneumonia pada 4 Maret.

Meskipun ada permintaan dari pejabat kesehatan untuk mengisolasi dirinya di rumah sampai fasilitas medis spesialis dapat menerimanya pada hari berikutnya, pria itu pergi ke pub di kota malam itu dengan taksi. Dia memberi tahu orang tuanya sebelum pergi bahwa dia ingin menyebarkan virus.

Pihak berwenang setempat mengatakan pada saat itu bahwa mereka tidak memiliki kekuatan untuk melarang dia keluar.

Tetapi pengguna media sosial dengan cepat mengutuk tindakannya, termasuk menghabiskan waktu di izakaya—perusahaan minuman Jepang—dan bernyanyi karaoke di pub Filipina, di mana ia melakukan kontak fisik dengan banyak karyawan.

“Dia harus ditangkap karena membahayakan publik. Point blank," bunyi komentar marah seorang pembaca berita di situs Japan Today.

”Tingkat keegoisan pada beberapa orang mengejutkan saya,” bunyi komentar pembaca lainnya di Tokyo Reporter.

Di kedua tempat, dia akhirnya mengatakan kepada staf bahwa ia telah dites positif COVID-19. Seorang anggota staf yang khawatir di bar menghubungi pusat kesehatan setempat. Polisi dengan pakaian pelindung tiba dan menutup kedua tempat itu, yang pada saat itu pria tersebut sudah pulang.

Dia dirawat di rumah sakit untuk perawatan pada hari berikutnya, di mana polisi telah merencanakan untuk menanyainya karena dicurigai menghalangi bisnis ketika dia akhirnya dibebaskan.

Pihak berwenang meluncurkan penyelidikan terhadap dirinya Jumat lalu setelah seorang wanita berusia 30-an tahun yang bekerja di pub dinyatakan positif terinfeksi virus corona.

"Para karyawan kehilangan mata pencaharian mereka," kata pemilik bar kepada Tokyo Reporter tanpa disebutkan namanya. “Ini tidak lain adalah terorisme. Saya ingin dia dihukum berat."

"Saya tidak bisa meluruskan ini di kepala saya. Saya tidak bisa mengungkapkannya dengan kata-kata karena saya marah," kata anggota staf lainnya.
(mas)
Berita Terkait
Peringatan WHO: Virus...
Peringatan WHO: Virus Corona Tidak Akan Pernah Punah
Virus Corona di Italia...
Virus Corona di Italia Terus Menyebar
Senin, Jepang Perpanjang...
Senin, Jepang Perpanjang Keadaan Darurat Virus Corona
WHO Sebut Amerika Selatan...
WHO Sebut Amerika Selatan Pusat Pandemi Covid-19
Terungkap, China Sempat...
Terungkap, China Sempat Tunda Rilis Informasi Virus Corona
WHO: Pasien Sembuh Tidak...
WHO: Pasien Sembuh Tidak Kebal Terhadap Virus Corona
Berita Terkini
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
18 menit yang lalu
AS Tidak Cegat Rudal...
AS Tidak Cegat Rudal Iran yang Ditembakkan ke Israel
1 jam yang lalu
Horor! Penyerang Berpisau...
Horor! Penyerang Berpisau Mencoba Memenggal Seorang Pria di Tempat Umum
2 jam yang lalu
Siapa Liao Dan? Pria...
Siapa Liao Dan? Pria yang Dijuluki Penipu Paling Setia di China
4 jam yang lalu
Trump: 2 Minggu Lagi,...
Trump: 2 Minggu Lagi, AS Nyatakan Kemenangan Total atas Iran!
4 jam yang lalu
Helikopter Apache AS...
Helikopter Apache AS Jatuh di Dekat Selat Hormuz, Ditembak Iran?
5 jam yang lalu
Infografis
AS Tolak Rencana Inggris...
AS Tolak Rencana Inggris untuk Kirim Pasukan ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved