Sistem Senjata Pertama Pasukan Antariksa AS Lakukan Debut

Sabtu, 14 Maret 2020 - 15:16 WIB
Sistem Senjata Pertama...
Sistem Senjata Pertama Pasukan Antariksa AS Lakukan Debut
A A A
WASHINGTON - Pasukan Antariksa Amerika Serikat (AS) telah mulai mengoperasikan sistem senjata ofensif baru. Sistem senjata ini versi pembaruan (upgrade) dari sistem gangguan komunikasi satelit darat yang digunakan untuk memblokir transmisi satelit musuh.

Sistem senjata yang disebut Sistem Kontra Komunikasi (CCS) ini diperkenalkan di Angkatan Udara AS pada tahun 2004. Versi yang diperbarui, disebut CCS Block 10.2, mencapai kemampuan operasional awal pada 9 Maret dan sekarang dioperasikan oleh Pasukan Antariksa.

"CCS adalah satu-satunya sistem ofensif di gudang senjata Angkatan Udara Amerika Serikat," kata Letnan Kolonel Steve Brogan, pemimpin material cabang Combat Systems di dalam Direktorat Program Khusus Ruang Angkasa dan Rudal, dikutip oleh Drive pada bulan Januari.

"Peningkatan ini menempatkan 'pasukan' di Pasukan Antariksa dan sangat penting untuk Luar Angkasa sebagai domain perang," imbuhnya seperti dikutip dari Sputnik, Sabtu (14/3/2020).

Pasukan Antariksa AS dibentuk pada Desember lalu sebagai cabang perang antariksa Angkatan Bersenjata AS, dan merupakan bagian dari Departemen Angkatan Udara. (Baca: Resmi, AS Punya Pasukan Luar Angkasa )

Sistem itu telah melalui beberapa iterasi.

“CCS telah mengalami peningkatan bertahap sejak awal 2000-an, yang telah memasukkan teknik baru, pita frekuensi, pembaruan teknologi dan pelajaran dari peningkatan blok sebelumnya," terang Mayor Seth Horner, Manajer Program CCS B10.2, pada Januari lalu.

"Upgrade mencakup kemampuan perangkat lunak baru untuk melawan target dan ancaman musuh baru," ungkapnya.

Drive melaporkan sementara versi Blok 10.1 yang diperkenalkan pada tahun 2014 terdiri dari tujuh sistem, versi Blok 10.2 akan terdiri dari 16 sistem.

Meskipun detail tentang bagaimana tepatnya fungsi CCS tidak jelas, sistem senjata itu diyakini sebagai sistem gangguan yang menghentikan transmisi dari satelit komunikasi musuh. Drive melaporkan bahwa berbagai versi sistem semuanya mencakup sejumlah piringan yang dipasang di trailer dan peralatan terkait.

Pembaruan terbaru ini diselesaikan oleh L3Harris Technologies, sebuah perusahaan teknologi Amerika dan kontraktor pertahanan.

Dalam sidang Subkomite Pertahanan pada 4 Maret lalu, Wakil Komandan Pasukan Antariksa Angkatan Udara David Thompson mengatakan kepada anggota parlemen cabang baru sedang bekerja mengembangkan teknologi untuk melindungi dan mempertahankan Amerika.

"Kami mulai membuat prototipe dan menunjukkan serta mempersiapkan apa yang saya sebut kemampuan untuk melindungi dan mempertahankan aset kami, dan kami melakukan itu secara ekstensif dalam anggaran pada [tahun fiskal 2020]," katanya.

"Pada (tahun fiskal 2021), kami sekarang mengambil langkah-langkah untuk memperluas itu di seluruh armada, serta melihat kemampuan lain untuk dapat terus mempertahankan aset-aset yang kami miliki dan mempertahankan penggunaan ruang angkasa oleh musuh," tukasnya.
(ian)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
17 menit yang lalu
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
1 jam yang lalu
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
2 jam yang lalu
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
3 jam yang lalu
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
4 jam yang lalu
Ini Sosok Pangeran Arab...
Ini Sosok Pangeran Arab Saudi yang Tewas di Hotel Mewah usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
4 jam yang lalu
Infografis
AS Butuh Rp15.919 Triliun...
AS Butuh Rp15.919 Triliun untuk Memodernisasi Senjata Nuklirnya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved