Mantan Tentara Perempuan Pembocor Dokumen Militer AS Dibebaskan

Sabtu, 14 Maret 2020 - 10:28 WIB
Mantan Tentara Perempuan...
Mantan Tentara Perempuan Pembocor Dokumen Militer AS Dibebaskan
A A A
WASHINGTON - Pembocor dokumen rahasia militer Amerika Serikat (AS), Chelsea Manning, dibebaskan dari penjara, Kamis (12/3/2020) waktu lokal. Selama 10 bulan mendekap di balik jeruji besi, mantan tentara AS tersebut menolak memberikan kesaksian di ruang pengadilan dan sempat berupaya bunuh diri pada 11 Maret.

”Dia dibebaskan karena Dewan Agung sudah mendapatkan apa yang mereka perlukan. Testimoninya dihadapan Dewan Agung sudah dianggap tidak lagi diperlukan,” ujar Hakim Pengadilan Federal Alexandria, Anthony Trenga, di Virginia, AS, dikutip CNN. ”Dengan demikian, penahannya tidak lagi memiliki tujuan jelas.”

Kendati dibebaskan, Chelsea belum dapat menghirup udara bebas. Sebab, dia diwajibkan membayar denda senilai USD256.000 (Rp3,7 miliar, kurs Rp14.741 per dolar AS) setelah menolak memberikan kesaksian dalam kasus Wikileaks. Kuasa hukum Chelsea, Moira Meltzer-Cohen, juga mengatakan kliennya masih ditahan.

”Tak diragukan lagi, kami merasa lega dengan keputusan ini. Pihak Chelsea juga meminta Anda semua (awak media) untuk menghormati privasinya setelah dia keluar dari lembaga pemasyarakatan(Lapas) Alexandria,” kata Meltzer-Cohen. ”Saat ini, dia sedang dalam masa pemulihan setelah berusaha bunuh diri.”

Petugas sipir Lapas Alexandria, Dana Lahwhorne, membenarkan adanya insiden upaya bunuh diri oleh Chelsea di tempat dia bertugas. Namun, dia tidak membeberkannya secara lebih rinci. Sekitar empat tahun sebelumnya, perempuan asal Oklahoma itu juga sempat berupaya bunuh diri ketika diselidiki polisi.

Berdasarkan catatan pengadilan, jaksa penuntut bertemu dengan Hakim Trenga sebelum Hakim Trenga memutuskan membebaskan Chelsea. Chelsea merupakan salah satu sumber Wikileaks yang keluar masuk penjara. Dia selalu menolak memberikan kesaksian, tak terkecuali surat panggilan dari Dewan Agung.

Chelsea berurusan dengan hukum setidaknya sejak 2013. Saat itu, dia dituduh membocorkan jutaan dokumen dan informasi rahasia Kementerian Luar Negeri (Kemlu) AS di Wikileaks. Dia juga menyebarkan video brutal penembakan rakyat sipil dan wartawan Irak oleh tentara AS dari atas helikopter pada 2007.

Meski mendapatkan amnesti selama masa Pemerintahan Presiden Barack Obama, Chelsea kembali terseret kasus serupa setelah pendiri Wikileaks, Julian Asange, ditangkap di Inggris tahun lalu. (Muh Shamil)
(ysw)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
Eks Jubir Rumah Sakit...
Eks Jubir Rumah Sakit Israel: Dokter Zionis Selamatkan Nyawa Erdogan atas Permintaan Mossad
27 menit yang lalu
Aneh tapi Nyata, Gunung...
Aneh tapi Nyata, Gunung Berapi Ini Muntahkan Emas Setiap Hari
1 jam yang lalu
Topan Bavi Terjang China,...
Topan Bavi Terjang China, Paksa Hampir 2 Juta Orang Mengungsi
2 jam yang lalu
Horor! Jendela Pesawat...
Horor! Jendela Pesawat Terlepas di Tengah Penerbangan, Seorang Penumpang Nyaris Tersedot Keluar
2 jam yang lalu
AS Serang Iran Lagi...
AS Serang Iran Lagi untuk Ketiga Kalinya
3 jam yang lalu
Iran Tutup Selat Hormuz...
Iran Tutup Selat Hormuz usai Serang Kapal Tak Berizin
3 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved