RI Dilaporkan Batal Beli 11 Jet Tempur Su-35 Rusia karena Diancam AS

Sabtu, 14 Maret 2020 - 00:46 WIB
RI Dilaporkan Batal...
RI Dilaporkan Batal Beli 11 Jet Tempur Su-35 Rusia karena Diancam AS
A A A
JAKARTA - Indonesia dilaporkan membatalkan kesepakatan untuk membeli 11 unit pesawat jet tempur Su-35 Rusia setelah mendapat ancaman dari pemerintah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Tak hanya itu, Indonesia juga disebut ditekan untuk tidak membeli kapal militer China.

Pembatalan pembelian pesawat tempur itu dilaporkan media Amerika, Bloomberg, dalam laporannya 12 Maret 2020. Laporan itu mengutip seorang pejabat Indonesia yang mengetahui masalah itu dan meminta untuk tidak diidentifikasi karena rincian diskusi tetap rahasia.

Pejabat tersebut mengatakan Indonesia baru-baru ini memutuskan untuk tidak bergerak maju dengan rencana untuk membeli 11 jet tempur Sukhoi Su-35 dengan harga sekitar USD1,1 miliar. Bulan lalu, pejabat itu juga mengungkap bahwa AS juga menekan Indonesia untuk meninggalkan pembicaraan dengan China guna memperoleh beberapa kapal patroli Angkatan Laut dengan harga sekitar USD200 juta.

Menurut pejabat tersebut, langkah untuk mengesampingkan kesepakatan dengan Rusia terjadi setelah para pejabat Amerika menjelaskan bahwa Indonesia dapat menghadapi sanksi karena berurusan dengan Moskow. Pemerintahan Presiden Joko Widodo juga khawatir AS akan mengambil tindakan hukuman terhadap perdagangan jika melakukan kesepakatan pembelian kapal militer dengan China.

Langkah tersebut menggambarkan bagaimana AS mencapai beberapa keberhasilan—kadang-kadang dengan menggunakan tuas keuangan dan ekonomi—menghalangi negara-negara untuk berurusan dengan Rusia dan China, yang diidentifikasi oleh pemerintahan Trump sebagai ancaman terbesar bagi keamanan nasional Amerika.

Rudal Rusia

AS telah secara terbuka berselisih dengan Turki atas pembelian senjata Rusia, khususnya rencana Ankara untuk mengaktifkan sistem pertahanan rudal S-400 yang canggih. Washington juga menekan India untuk membatalkan kontrak pembelian S-400 senilai lebih dari USD5 miliar.

Berdasarkan kesepakatan barter yang diumumkan pada Agustus 2017, Indonesia berencana untuk membeli 11 jet tempur Sukhoi Su-35 dengan imbalan Rusia membeli barang-barang Indonesia seperti karet, minyak kelapa sawit mentah, kopi, teh, furnitur, dan rempah-rempah. Perjanjian tersebut akhirnya ditandatangani pada Februari 2018 oleh Menteri Pertahanan Indonesia yang kala itu dijabat Ryamizard Ryacudu.

"Bukan rahasia bahwa Amerika Serikat memberikan tekanan yang tidak disembunyikan pada negara-negara yang berniat membeli peralatan pertahanan Rusia," kata Duta Besar Rusia untuk Indonesia Lyudmila Vorobieva dalam sebuah pernyataan yang dilansir Bloomberg.

"Tujuannya jelas—untuk membuat negara-negara tersebut menolak untuk mendapatkan senjata dari Rusia dan beralih ke Washington. Tentu saja persaingan tidak adil yang melanggar aturan dan norma bisnis yang transparan dan sah."

Pejabat yang mengungkap pembatalan pembelian jet tempur Su-35 Rusia mengatakan dalam beberapa pertemuan dengan para pejabat Amerika, termasuk menteri pertahanan, pejabat Indonesia berulang kali bertanya mengapa mereka diberitahu untuk tidak membeli jet tempur Rusia.

Amerika, lanjut pejabat itu, menjawab bahwa itu merupakan kebijakan Washington. Menurutnya, Indonesia juga menduga jawaban AS itu karena jet-jet tempur Rusia yang hendak dibeli akan memberikan keunggulan atas tetangga-tetangganya, yakni Australia dan Singapura.

Masih menurut pejabat tersebut, sebaliknya pihak Amerika mengatakan kepada Indonesia untuk mempertimbangkan membeli jet tempur F-16 Viper buatan Amerika. Namun, Indonesia malah mencari cara untuk menegosiasikan pembelian pesawat jet tempur siluman F-35 yang dikembangkan sebagai bagian dari program Joint Strike Fighter (JSF) multi-negara.

Program JSF yang dipimpin oleh AS, melibatkan Inggris, Italia, Belanda, Australia, Kanada, Denmark, dan Norwegia. Singapura baru-baru ini setuju untuk membeli beberapa pesawat tempur siluman itu, sedangkan Jepang adalah pembeli asing terbesar.

Pejabat itu mengatakan AS menegaskan bahwa pemerintah Joko Widodo (Jokowi) berisiko terkena sanksi AS di bawah Countering America’s Adversaries Through Sanctions Act (CAATSA) karena membeli jet tempur Sukhoi. Namun, ancaman AS terkait penjajakan Indonesia membeli kapal militer China tidak jelas. Kemungkinan ancaman AS yang terkait dengan China menyangkut tentang perdagangan.

Seorang juru bicara Departemen Luar Negeri AS melalui email mengatakan Amerika tidak dapat mengomentari percakapan diplomatik pribadi. Dia menambahkan bahwa AS mendesak semua sekutu dan mitra untuk menjauhi transaksi baru peralatan militer Rusia untuk menghindari sanksi di bawah CAATSA.

Menurutnya, tujuan kebijakan Amerika itu adalah untuk mencegah pendapatan Rusia yang dibutuhkan untuk melanjutkan "pengaruh buruknya".

Bloomberg
dalam laporannya mengatakan keputusan Indonesia untuk membatalkan kesepakatan pembelian jet tempur Su-35 Rusia dibuat setelah para pejabat Indonesia menyimpulkan bahwa akan salah langkah untuk mengambil sisi yang salah dari AS.

Masih menurut laporan tersebut, Menteri Keuangan Indonesia Sri Mulyani Indrawati dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, dalam koordinasi dengan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, memutuskan bahwa akan membahayakan hubungan dagang jika tidak membatalkan kesepakatan dengan Rusia.
(mas)
Berita Terkait
Jet Tempur Su-35 Rusia...
Jet Tempur Su-35 Rusia Cegat Pesawat AS hingga Alami Turbulensi
Vladimir Putin Dikawal...
Vladimir Putin Dikawal Jet Tempur Su-35, Ini Penjelasan Kremlin
Perbandingan Jet Tempur...
Perbandingan Jet Tempur Sukhoi Rusia Su-35 vs Su-34 vs Su-30SM2 vs Su-57
AS Sangkal Pesawat Pembomnya...
AS Sangkal Pesawat Pembomnya Dicegat Jet Tempur Su-35 Rusia
Mesir Terima Lima Jet...
Mesir Terima Lima Jet Tempur Rusia Sukhoi Su-35 Meski AS Marah
Mengenal Jet Tempur...
Mengenal Jet Tempur SU-34 Rusia yang Lolos Dari Serangan 3 Rudal Patriot AS
Berita Terkini
AS Kembalikan 2 Arca...
AS Kembalikan 2 Arca Buddha Abad ke-8 ke Indonesia, Hasil Curian Douglas Latchford
34 menit yang lalu
Langka, Sekutu AS Minta...
Langka, Sekutu AS Minta Tolong Korut Cari Tentara Seoul yang Hilang di Perbatasan
1 jam yang lalu
Eks Jenderal AS Sarankan...
Eks Jenderal AS Sarankan Amerika Rebut Pulau Kharg yang Jadi Jantung Ekonomi Minyak Iran
2 jam yang lalu
Mengapa Iran Tak Serang...
Mengapa Iran Tak Serang Arab Saudi dalam Membalas Serangan AS? Ini Jawabannya
3 jam yang lalu
Kebakaran Mengerikan...
Kebakaran Mengerikan Melanda Pub Bangkok, 27 Orang Tewas, 22 Kritis
3 jam yang lalu
Israel Syok Senator...
Israel Syok Senator AS Pro-Zionis Lindsey Graham Mendadak Meninggal
4 jam yang lalu
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved