Kurangi Ketegangan di Malaysia, PAS Serukan Persatuan Etnik Melayu

Jum'at, 13 Maret 2020 - 10:04 WIB
Kurangi Ketegangan di...
Kurangi Ketegangan di Malaysia, PAS Serukan Persatuan Etnik Melayu
A A A
JAKARTA - Partai Islam Se-Malaysia (PAS) ingin membuktikan bahwa mereka bisa bekerja dalam pemerintahan pada kabinet baru di bawah Perdana Menteri (PM) Muhyiddin Yassin. Mereka juga ingin bekerja untuk mengurangi ketegangan agama Malaysia dan mempersatukan etnik Melayu.

Presiden PAS Abdul Hadi Awang mengungkapkan, dirinya yang tidak menjabat di posisi pemerintahan karena dia ingin berfungsi sebagai upaya untuk penyeimbang dan kontrol bagi anggota kabinet dari PAS. “Kini kita memiliki perwakilan, menteri, dan deputi menteri, yang menjalankan tugas eksekutif di pemerintahan,” ungkap Abdul Hadi, dilansir Channel News Asia.

Langkah tersebut, menurut dia, sebagai upaya untuk membuktikan kemampuan politikus PAS sebagai pejabat negara. Abdul Hadi mengungkapkan, dirinya memilih opsi untuk tetap di luar kabinet sehingga bisa memberikan suara dan memonitor secara efektif performa pemerintah.

Mantan anggota parlemen Nasrudin Hassan mengungkapkan, para pemimpin PAS seharusnya memberikan kesempatan bagi mereka. “Menteri itu bukan dosen. Mereka adalah pemimpin yang memiliki prinsip untuk mewakili partai agar bisa berkontribusi terhadap pertumbuhan negara mereka. Anggota kabinet tidak akan membuat kebijakan yang berlawanan dengan Konstitusi Federal,” ujarnya.

PAS memegang lima posisi menteri dan lima posisi deputi kementerian pada kabinet baru. Mereka adalah Ibrahim Tuan Man who sebagai menteri lingkungan; Takiyuddin Hassan dengan posisi menteri di menteri departemen PM yang bertugas bekerja sama dengan parlemen dan urusan hukum; dan Mohd Khairuddin Aman Razali sebagai menteri industri perkebunan dan komoditas. Terakhir PAS pernah duduk di kabinet pemerintah sudah cukup lama, yakni Januari 1973 hingga November 1977. PAS memilih menarik diri dari koalisi berkuasa Barisan Nasional (BN) pada November 1977.

Dalam pandangan pakar politik Universitas Sains Malaysia Ahmad Fauzi Abdul Hamid bahwa tiga posisi menteri bagi PAS memang layak terutama Takiyuddin yang memiliki pengalaman di dunia hukum. “Dua menteri PAS di bidang pertanian dan lingkungan juga merupakan orang kompeten di bidang mereka,” paparnya.

Kalau pakar politik Universitas Malaya Sarawak Jeniri Amir menyatakan, upaya PAS memiliki representasi di pemerintahan sebagai upaya untuk membuktikan kalau mereka bukan partai “ekstrem”. “PAS bukan lagi berfungsi sebagai partai oposisi,” jelasnya. PAS, menurut dia, tidak bisa lagi bertindak seperti oposisi lagi. “Mereka harus lebih pragmatis dan memahami fleksibilitas kebutuhan bagi Malaysia,” ujarnya.

Jeniri juga menjelaskan, politikus PAS tidak lagi menggunakan ideologi mereka ketika berada di kekuasaan. “PAS harus membangun narasi baru,” jelasnya. Selama ini, PAS selalu mendorong pemberlakuan hukum syariat Islam atau dikenal hukum hudud seperti potong tangan bagi pencuri dan rajam hingga tewas bagi orang yang berhubungan badan di luar pernikahan.

PAS pertama kali mengusulkan hukum hudud sekitar dua dekade lalu saat Malaysia di bawah pemerintahan Mahathir Mohamad. Hukum itu menjadi perdebatan di parlemen. Pada 2015 lalu PAS kembali mengajukan hukum tersebut saat pemerintahan Najib Razak. Kembalinya PAS ke pemerintahan, banyak pihak memprediksi mereka akan kembali mengusulkan pemberlakuan hukum hudud kepada parlemen. (Andika H Mustaqim)
(ysw)
Berita Terkait
Berlakukan Lockdown,...
Berlakukan Lockdown, Begini Kondisi Terkini Malaysia
Perayaan HUT Malaysia...
Perayaan HUT Malaysia ke-65
Penampakan Banjir Parah...
Penampakan Banjir Parah yang Merendam Apartemen dan Rumah di Selangor Malaysia
Anwar Ibrahim, Dilantik...
Anwar Ibrahim, Dilantik sebagai Perdana Menteri Malaysia
Polri Cek Akun Penghina...
Polri Cek Akun Penghina Raja Malaysia
Malaysia Umumkan Pembubaran...
Malaysia Umumkan Pembubaran Parlemen, Gelar Pemilu Lebih Cepat
Berita Terkini
Aneh tapi Nyata, Gunung...
Aneh tapi Nyata, Gunung Berapi Ini Muntahkan Emas Setiap Hari
9 menit yang lalu
Topan Bavi Terjang China,...
Topan Bavi Terjang China, Paksa Hampir 2 Juta Orang Mengungsi
1 jam yang lalu
Horor! Jendela Pesawat...
Horor! Jendela Pesawat Terlepas di Tengah Penerbangan, Seorang Penumpang Nyaris Tersedot Keluar
1 jam yang lalu
AS Serang Iran Lagi...
AS Serang Iran Lagi untuk Ketiga Kalinya
2 jam yang lalu
Iran Tutup Selat Hormuz...
Iran Tutup Selat Hormuz usai Serang Kapal Tak Berizin
2 jam yang lalu
12 Pegawai Pajak Bantu...
12 Pegawai Pajak Bantu Pengusaha Korupsi Uang Negara Senilai Rp110 Triliun, Dijuluki 'Perampokan Abad Ini'
3 jam yang lalu
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved