AS Mulai Tarik Pasukan dari Afghanistan

Selasa, 10 Maret 2020 - 15:58 WIB
AS Mulai Tarik Pasukan...
AS Mulai Tarik Pasukan dari Afghanistan
A A A
KABUL - Penarikan awal pasukan Amerika Serikat untuk meninggalkan Afghanistan untuk sesuai perjanjian damai dengan Taliban. Hal itu diumumkan juru bicara pasukan AS di Afghanistan di tengah kekacauan politik di Kabul yang mengancam kesepakatan itu.

Dalam sebuah pernyataan juru bicara Pasukan AS Afghanistan, Kolonel Sonny Leggett mengatakan, AS akan memangkas jumlah pasukan di negara itu menjadi 8.600.

"Sesuai dengan Deklarasi Bersama Republik Islam Afghanistan-AS dan Perjanjian AS-Taliban, Pasukan AS Afghanistan (USFOR-A) telah memulai pengurangan pasukan berdasarkan kondisi menjadi 8.600 selama 135 hari," kata Leggett dalam pernyataan yang dikutip oleh media AS.

"USFOR-A mempertahankan semua sarana dan wewenang militer untuk mencapai tujuan kami - termasuk melakukan operasi kontraterorisme terhadap al-Qaeda dan ISIS-K serta memberikan dukungan kepada Pertahanan Nasional Afghanistan dan Pasukan Keamanan," tambahnya.

"USFOR-A berada di jalurnya untuk memenuhi level kekuatan yang diarahkan sambil mempertahankan kemampuan yang diperlukan," ia mengakhiri seperti dilansir dari Al Jazeera, Selasa (10/3/2020).

Penarikan itu terjadi ketika para pemimpin Afghanistan yang bersaing masing-masing dilantik sebagai presiden dalam upacara terpisah pada hari Senin. Situasi ini menciptakan kerumitan bagi AS ketika negara itu mencari cara untuk bergerak maju dalam perjanjian yang ditandatangani akhir bulan lalu dan mengakhiri perang 18 tahun. (Baca: AS-Taliban Teken Kesepakatan Damai, Akhiri Perang 19 Tahun )

Pertikaian yang semakin tajam antara Presiden Ashraf Ghani, yang dinyatakan sebagai pemenang dalam pemilu September lalu, dan saingannya Abdullah Abdullah, yang menuduh adanya kecurangan dalam pemungutan suara dan badan penyelenggaranya, membuat langkah-langkah kunci perjanjian damai berikutnya terancama dan bahkan berisiko berujung pada aksi kekerasan yang baru.

AS sendiri belum menarik dari dari stabilitas politik di Afghanistan atau hasil spesifik dari pembicaraan intra Afghanistan. Sebaliknya, hal itu tergantung pada komitmen Taliban untuk mencegah kelompok atau individu mana pun, termasuk al-Qaeda, menggunakan wilayah Afghanistan untuk mengancam keamanan AS dan sekutunya.

Di bawah perjanjian damai, penarikan pasukan AS harus dimulai dalam 10 hari setelah kesepakatan ditandatangani pada 29 Februari lalu. Menteri Pertahanan AS Mark Esper mengatakan pada 2 Maret bahwa ia telah menyetujui dimulainya penarikan, yang kemudian akan dikoordinasikan oleh komandan militernya di Afghanistan.

Pejabat AS mengatakan bahwa pasukan yang pergi sekarang telah dijadwalkan untuk berangkat, tetapi mereka tidak akan diganti. Esper mengatakan Jenderal Scott Miller, komandan AS di Kabul, akan menghentikan sementara penarikan dan menilai kondisi begitu tingkat pasukan turun ke 8.600.

Rencana jangka panjang bagi AS adalah menarik semua pasukan dalam waktu 14 bulan jika kondisi keamanan terpenuhi. (Baca: AS Akan Tarik Pasukan dari Afghanistan dalam 14 Bulan )

Perjanjian dengan Taliban mengikuti periode "pengurangan kekerasan" selama tujuh hari yang, dari sudut pandang pemerintahan Trump, dimaksudkan untuk menguji keseriusan Taliban bergerak menuju perjanjian perdamaian akhir. (Baca: Perjanjian Gencatan Senjata AS-Taliban Dimulai Lima Hari ke Depan )
(ian)
Berita Terkait
Taliban dan Gagalnya...
Taliban dan Gagalnya Amerika Serikat Membangun Negara Boneka di Afghanistan
Iran: Pengusiran Amerika...
Iran: Pengusiran Amerika Serikat dari Afghanistan 'Memalukan'
Senator Republik: Amerika...
Senator Republik: Amerika Serikat Akan Kembali ke Afghanistan
China: Mesin-mesin Perang...
China: Mesin-mesin Perang Amerika Serikat Jadi Taman Bermain Taliban
Menlu Amerika Serikat...
Menlu Amerika Serikat Blinken ke Qatar dan Jerman Bahas Afghanistan
Amerika Serikat Kirim...
Amerika Serikat Kirim Pesawat Pembom untuk Setop Kemajuan Taliban
Berita Terkini
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Pangkalan AS di Kuwait Hancur usai Serangan Iran
38 menit yang lalu
Dicecar Apakah Israel...
Dicecar Apakah Israel Memiliki Senjata Nuklir? Ini Jawaban Menlu AS Marco Rubio
59 menit yang lalu
Selain Memaki, Trump...
Selain Memaki, Trump Juga Disebut Ancam Netanyahu via Istrinya atas Rencana Israel di Lebanon
1 jam yang lalu
AS Bohong, Kapal Induk...
AS Bohong, Kapal Induk Gerald R Ford Ternyata Rusak Parah saat Perang Lawan Iran, Ini Buktinya!
2 jam yang lalu
Zelensky Tantang Putin...
Zelensky Tantang Putin Bertemu Tatap Muka, Kremlin: Datanglah ke Moskow!
2 jam yang lalu
Sinifikasi Agama di...
Sinifikasi Agama di China Menguat, Gereja Katolik Patriotik Jadi Sorotan
3 jam yang lalu
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved