Xi Jinping Akhirnya Kunjungi Wuhan, Pusat Wabah Corona

Selasa, 10 Maret 2020 - 12:29 WIB
Xi Jinping Akhirnya...
Xi Jinping Akhirnya Kunjungi Wuhan, Pusat Wabah Corona
A A A
WUHAN - Presiden China Xi Jinping pada Selasa (10/3/2020) melakukan kunjungan pertama ke Wuhan sejak wabah virus corona baru, COVID-19 , muncul di kota itu Desember 2019 lalu. Kunjungan ini dilakukan ketika jumlah infeksi baru di China mengalami tren penurunan.

Media resmi Partai Komunis China, People’s Daily, melaporkan Xi dijadwalkan memeriksa pekerjaan pencegahan dan pengendalian penyakit di Kota Wuhan selama kunjungan tersebut. Dia juga dijadwalkan mengunjungi pekerja medis, komandan militer, pekerja masyarakat, petugas keamanan publik, kader akar rumput dan garis depan, serta relawan, pasien, dan penduduk.

Komisi Kesehatan Nasional China mengatakan ada 17 pasien baru pengidap COVID-19. Dari jumlah itu, 15 di antaranya berasal dari Wuhan. Dua kasus sisanya ada di Beijing dan provinsi Guangdong timur. Kasus di Beijing dan Provinsi Guangdong timur merupakan pasien yang tertular dari luar negeri. (Baca: Presiden Trump Mungkin Telah Terinfeksi Virus Corona )

Pasien baru di Beijing tertular setelah melakukan perjalanan ke Inggris. Sedangkan pasien di Guangdong terkait dengan seorang pelajar China yang melakukan penerbangan dengan Cathay Pacific CX320 dari Spanyol ke Hong Kong pada 8 Maret, dan kemudian transit ke Guangdong melalui pos pemeriksaan Teluk Shenzhen.

Di China 17 kematian baru semuanya dari Provinsi Hubei. Angka kematian baru ini menjadikan angka kematian secara nasional menjadi 3.136 orang. China sekarang telah mencatat total 80.754 kasus infeksi COVID-19 dengan jumlah pasien yang disembuhkan mencapai 59.911 orang.

Pemimpin Partai Komunis China untuk wilayah Hubei, Ying Yong, mengatakan para pejabat di Hubei harus mempersiapkan bisnis untuk kembali normal. Hal itu disampaikannya pada pertemuan strategi penahanan virus corona baru provinsi setempat pada hari Senin. (Baca juga: Dicari Orang yang Mau Diinfeksi Virus Corona, Imbalannya Rp65,5 Juta )

"(Kita harus) mendukung penuh perusahaan yang memiliki rantai ekspor global, proyek rekayasa unggulan, dan perusahaan terkait pertanian untuk kembali bekerja, dan (kita harus) membantu perusahaan lain untuk secara bertahap melanjutkan bisnis pada waktu yang aman dan sesuai," kata Ying, seperti dikutip South China Morning Post dari surat kabar Hubei Daily.

Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus telah memperingatkan bahwa bahaya pandemi COVID-19 bukan hal yang mustahil. "Sekarang setelah virus memiliki pijakan di banyak negara, ancaman pandemi menjadi sangat nyata," katanya.
(mas)
Berita Terkait
Cerita Dokter China...
Cerita Dokter China yang Temukan Virus Corona di Wuhan
Viral, Vlogger China...
Viral, Vlogger China Curiga Virus Corona Dibawa AS ke Wuhan
Sebelum di Wuhan, Virus...
Sebelum di Wuhan, Virus Corona Ditemukan di Barcelona Maret 2019
Laboratorium Virus Wuhan...
Laboratorium Virus Wuhan Punya 3 Jenis Virus Corona
Usut Asal-usul Virus...
Usut Asal-usul Virus Corona, Tim Penyelidik WHO Tiba di Wuhan
Terungkap, China Sempat...
Terungkap, China Sempat Tunda Rilis Informasi Virus Corona
Berita Terkini
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
7 menit yang lalu
AS Tolak Masuk Wasit...
AS Tolak Masuk Wasit Piala Dunia Omar Artan, Alasannya Terlibat Organisasi Teroris
1 jam yang lalu
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
4 jam yang lalu
Ini Bukti Biadabnya...
Ini Bukti Biadabnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat
4 jam yang lalu
Trump: 49 Rudal Tomahawk...
Trump: 49 Rudal Tomahawk Gempur Iran, AS Akan Bombardir Habis-habisan
5 jam yang lalu
Iran Balas Bombardir...
Iran Balas Bombardir 18 Target Militer AS, Termasuk Sistem Rudal Patriot
5 jam yang lalu
Infografis
Akhirnya, Ukraina Sepakati...
Akhirnya, Ukraina Sepakati Gencatan Senjata 30 Hari dengan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved