Chen Wei, Ujung Tombak China Dalam Perangi Virus Corona

Senin, 09 Maret 2020 - 06:00 WIB
Chen Wei, Ujung Tombak...
Chen Wei, Ujung Tombak China Dalam Perangi Virus Corona
A A A
BEIJING - Chen Wei, wanita berusia 54 tahun ini bisa disebut sebagai ujung tombak China dalam perang melawan virus Corona baru, Covid-19. Dia adalah ahli biokimia paling terkenal di China dan memimpin upaya di kota Wuhan untuk memahami virus yang sebelumnya tidak diketahui tersebut.

Menurut orang dalam militer China, seperti dilansir South China Morning Post, Chen memimpin upaya melawan Covid-19 dari Institut Virologi Wuhan, sebuah laboratorium dengan klasifikasi keamanan hayati tertinggi. Dia tiba di Wuhan pada pertengahan Januari dengan tim ilmuwan militer terkemuka.

Pada hari-hari awal krisis, Chen dan timnya bekerja dari laboratorium darurat, di mana mereka mencari pengobatan untuk pasien dan memimpin dalam mengembangkan terapi plasma yang sejak itu diterima sebagai salah satu metode pengobatan yang diakui secara resmi.

Chen mengatakan, bahwa sejumlah pekerja medis di Wuhan juga menggunakan semprotan hidung yang dikembangkan oleh timnya selama wabah Sars yang membantu mencegah mereka tertular virus corona. Dia mengatakan, semprotan telah menunjukkan hasil yang relatif baik pada penahanan virus dan efek dalam peningkatan kekebalan, tetapi tidak dapat diproduksi secara massal karena kesulitan teknis.

Dua sumber militer mengatakan, bahwa biaya tinggi dan efek samping adalah alasan utama mengapa semprotan itu tidak banyak digunakan untuk membantu mencegah infeksi di antara tim medis. “Ini formula yang mahal. Cara yang paling efektif dan pragmatis adalah mengembangkan vaksin, yang dapat digunakan untuk semua orang,” kata salah satu sumber.

Chen secara luas dikreditkan atas kontribusinya dalam wabah Sars, tetapi dia juga telah diakui karena perannya dalam upaya bantuan untuk gempa bumi Sichuan 2008 dan wabah Ebola 2014 hingga 2016 di Afrika Barat.

Orang dalam militer di Beijing mengatakan, Chen menonjol sebagai "tangan virus lama" yang paling mampu untuk memimpin perjuangan China melawan virus corona, mengingat pengalamannya yang luas dalam epidemi masa lalu.

“Dibandingkan dengan ahli epidemiologi terkemuka lainnya, seperti Zhong Nanshan, yang berusia 84, dan Li Lanjuan, 72, Chen jauh lebih muda. Dia juga seorang koordinator yang cakap yang dapat menangani hubungan antara personel medis militer yang telah dikirim ke Wuhan (untuk membantu memerangi epidemi) dan tim medis setempat,” kata orang dalam itu.

Chen menuturkan, pencegahan dan pengendalian suatu epidemi tidak pernah bisa menunggu sampai penyakit itu terjadi. Apa yang dibutuhkan saat ini, jelasnya, adalah membangun sistem yang melibatkan para peneliti, sehingga mereka dapat menghabiskan hidup mereka mempelajari dan meneliti jenis virus dan kuman tertentu terlepas dari apakah virus Corona ini hilang atau tidak.

"Ini berarti bahwa setiap kali terjadi epidemi, kita akan memiliki tim terbaik dan paling berwibawa yang tersedia dan tidak akan seperti apa yang terjadi sekarang ketika virus Corona datang, dan tidak ada yang berbuat banyak," ucapnya.

Lahir di kota kecil Lanxi di provinsi Zhejiang timur, Chen lulus dengan gelar kimia dari Universitas Zhejiang pada tahun 1988 dan diterima di Universitas Tsinghua tahun berikutnya untuk studi pascasarjana. Pada tahun 1989, ia bertemu calon suaminya, Ma Yiming, yang saat itu adalah seorang teknisi di kilang anggur di Qingdao.

Tiga tahun kemudian, ia bergabung dengan Tentara Pembebasan Rakyat dan menjadi ahli virologi di Akademi Ilmu Kedokteran Militer. Untuk mendukung karir dan penelitian Chen, sang suami mengambil alih tugas rumah tangga mereka.

"Saya tidak ingin dia melakukan pekerjaan rumah, itu akan membuang-buang bakatnya. Dia seharusnya melakukan sesuatu yang lebih bermakna," ujarnya.
(esn)
Berita Terkait
Usut Asal-usul Virus...
Usut Asal-usul Virus Corona, Tim Penyelidik WHO Tiba di Wuhan
Es Krim Buatan China...
Es Krim Buatan China Mengandung Virus Corona
Lagi, AS Tuding China...
Lagi, AS Tuding China Ciptakan Virus Corona
Misteri Virus Corona,...
Misteri Virus Corona, Diriset China Didanai AS
Menyoal Keterbukaan...
Menyoal Keterbukaan China
Gara-Gara Pandemi Virus...
Gara-Gara Pandemi Virus Corona, Mereka Saling Berselisih
Berita Terkini
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
1 jam yang lalu
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
1 jam yang lalu
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
2 jam yang lalu
CIA Akui Agresi AS ke...
CIA Akui Agresi AS ke Iran Gagal Total, Ini 4 Indikatornya
3 jam yang lalu
Terowongan Runtuh Akibat...
Terowongan Runtuh Akibat Ledakan Pipa Gas di India, 12 Orang Tewas
4 jam yang lalu
Presiden Zelensky Pecat...
Presiden Zelensky Pecat Panglima Militer Ukraina, Rusia Untung Besar!
5 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved