Tujuan Utama Turki di Suriah Adalah Lengserkan Bashar Al-Assad

Minggu, 08 Maret 2020 - 03:00 WIB
Tujuan Utama Turki di...
Tujuan Utama Turki di Suriah Adalah Lengserkan Bashar Al-Assad
A A A
ANKARA - Yasar Yakis, seorang politisi senior dan mantan Menteri Luar Negeri Turki menuturkan, posisi Ankara di Suriah telah benar-benar berubah saat ini. Dia mengatakan, Ankara yang sudah kepalang basah, mencoba mencapai tujuan yang sama dengan kebanyakan negara Barat, yakni melengserkan Bashar al-Assad.

"Turki pada awalnya tidak berniat untuk berperang di Suriah melawan tentara Suriah, tetapi menjadi terlalu aktif di Idlib, di mana mereka membela kelompok-kelompok jihad Salafi bersenjata. Namun, sekarang Turki tidak memiliki niat untuk meninggalkan mereka, dan terus melindungi mereka," kata Yakis, seperti dilansir Sputnik.

Dia percaya bahwa operasi Turki saat ini dimaksudkan untuk memungkinkan Ankara untuk mempengaruhi situasi di Suriah dan untuk mendapatkan pijakan yang kuat dalam negosiasi pada proses demokratisasi Suriah. "Turki berusaha untuk membuat Assad lengser," ucapnya.

Menurut Yakis, Turki berharap untuk memberi kekuatan pada kelompok-kelompok militer yang berbagi filosofi "Muslim Brotherhood". Tetapi mengenai apakah Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan memiliki strategi untuk keluar dari perang di Suriah, Yakis mengatakan dia tidak yakin akan hal itu.

"Kami tidak tahu persis apa strategi jalan keluar menuju krisis di Suriah, tetapi saat ini kami berbicara tentang menciptakan zona yang akan dikontrol oleh Turki di sepanjang perbatasan Turki-Suriah dan memungkinkan para pengungsi untuk menetap di sana," ungkapnya.

"Pemerintah Turki akan membangun perumahan di jalur selebar 30-40 kilometer di sepanjang perbatasan Turki-Suriah," sambungnya.

Namun, menurutnya, tingkat dukungan Erdogan di negaranya sendiri untuk tindakan di Suriah menimbulkan masalah. "Dukungan untuk kebijakan Suriah telah lama turun di bawah 50% di Turki. Saya pikir saat ini hanya sekitar 30% masyarakat Turki mendukung ini," katanya.

Terkait dengan pernyataan Erdogan tentang mengganti patroli penerbangan Rusia di langit Suriah dengan pesawat Turki. Yakis yakin itu akan menjadi semacam alat tawar-menawar. Kedua, jelas Yakin, pada prinsipnya selalu mulai dengan posisi maksimal dan ini mungkin tujuan yang ingin dicapai Turki, tapi dia tidak bisa membayangkan Rusia menerimanya.
(esn)
Berita Terkait
Luluh Lantak Kota Kahramanmaras...
Luluh Lantak Kota Kahramanmaras di Turki Usai Diguncang Gempa Dahsyat
Turki Peringatkan Suriah...
Turki Peringatkan Suriah Tak Langgar Gencatan Senjata
Menlu Suriah: Turki...
Menlu Suriah: Turki Harus Mundur dari Suriah, Akhiri Pendudukan Wilayah
Guru dan Siswa Gelar...
Guru dan Siswa Gelar Salat Gaib untuk Korban Gempa Bumi Turki dan Suriah
Hancur Lebur Kota Hatay...
Hancur Lebur Kota Hatay Usai Dihantam Dahsyatnya Gempa Turki
Harapan di Tengah Reruntuhan...
Harapan di Tengah Reruntuhan Gempa Dahsyat Turki-Suriah
Berita Terkini
Drone Kamikaze Rusia...
Drone Kamikaze Rusia Hujani Kapal dan Pelabuhan Ukraina
28 menit yang lalu
70% Warga Negara di...
70% Warga Negara di Eropa Ini Tidak Percaya Militernya Mampu Melindungi Wilayahnya
1 jam yang lalu
Pemukim Israel Bakar...
Pemukim Israel Bakar 2 Masjid Bersejarah di Tepi Barat, Hamas: Lanjutkan Jalan Perlawanan
2 jam yang lalu
Setelah 13 Hari Menyerang...
Setelah 13 Hari Menyerang Iran, Trump Tunda Invasi Udara, Ini 5 Pertimbangannya
3 jam yang lalu
30.000 Tentara Korea...
30.000 Tentara Korea Utara Akan Dikirim ke Perang Ukraina
4 jam yang lalu
Kapal Induk Nuklir George...
Kapal Induk Nuklir George Washington AS Unjuk Kekuatan di Laut China Selatan
5 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Jam...
10 Negara dengan Jam Kerja Terpendek di Dunia, Suriah Paling Singkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved