Anggota Senior Korps Garda Revolusi Iran Terbunuh di Suriah

Sabtu, 07 Maret 2020 - 16:38 WIB
Anggota Senior Korps...
Anggota Senior Korps Garda Revolusi Iran Terbunuh di Suriah
A A A
DAMASKUS - Anggota senior Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, Farhad Dabirian, terbunuh di Suriah pada hari Jumat. Kematiannya pertama kali dilaporkan kantor berita Fars tanpa merinci bagaimana dia terbunuh.

Fars hanya menyebut Dabirian "mati syahid". Media yang dekat dengan IRGC Iran itu, seperti dikutip Reuters, Sabtu (7/3/2020), menggambarkan Dabirian sebagai sosok "pembela kuil Sayida Zainab", sebuah situs suci umat Islam Syiah di selatan Damaskus. Dia juga tercatat sebagai mantan komandan IRGC di Palmyra, kota kuno di pusat Suriah.

Kelompok-kelompok yang terkait IRGC Iran dan milisi Syiah dari negara-negara lain termasuk Pakistan, Afghanistan, Irak, dan Lebanon telah bertempur bersama militer Presiden Suriah Bashar al-Assad dalam perang saudara selama sembilan tahun terakhir.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, sebuah organisasi yang berbasis di Inggris yang melaporkan perang Suriah, mengatakan seorang komandan senior IRGC Iran dibunuh di daerah Sayida Zainab di selatan Damaskus. Namun, kelompok pemantau krisis Suriah itu tidak menjelaskan siapa pelaku dan bagiaman anggota senior IRGC Iran itu tewas.

Suriah sampai saat ini masih dilanda konflik, terutama di Provinsi Idlib yang merupakan benteng terakhir oposisi Suriah. Di wilayah Idlib itu pula kelompok militan bersenjata, termasuk Jabhat al-Nusra, berbasis.

Pasukan rezim Suriah mulai menggempur wilayah Idlib sejak beberapa bulan lalu dengan klaim memerangi kelompok militan. Namun, Turki yang selama ini membela kelompok oposisi Suriah mengentang operasi militer rezim Assad di Idlib dengan alasan operasi militer yang dilakukan merupakan pembantaian terhadap warga sipil.

Puluhan tentara Turki telah tewas oleh serangan militer rezim Suriah di Idlib karena, menurut Damaskus, bercampur dengan kelompok militan yang diperangi.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Rusia Vladimir Putin (sekutu Assad) telah sepakat memberlakukan gencatan senjata di Idlib. Namun, militer Rusia mencatat kelompok militan sudah enam kali melanggar gencatan senjata sejak disepakati Putin dan Erdogan. Namun, Ankara membantah adanya pelanggaran gencatan senjata di Idlib.
(mas)
Berita Terkait
Assad Persilahkan Rusia...
Assad Persilahkan Rusia Bangun Pangkalan Militer di Suriah
Utusan Presiden Rusia...
Utusan Presiden Rusia untuk Suriah: Erdogan dan Assad Segera Bertemu
Erdogan Siap Bertemu...
Erdogan Siap Bertemu dengan Presiden Suriah Bashar al-Assad
Bashar Al Assad Tumbang,...
Bashar Al Assad Tumbang, Khamenei Usung 5 Strategi Pimpin Poros Perlawanan
3 Alasan Rusia Setia...
3 Alasan Rusia Setia Dukung Bashar al-Assad di Suriah
Suriah Merapat ke Rusia,...
Suriah Merapat ke Rusia, 2 Menteri Temui Putin di Moskow
Berita Terkini
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
26 menit yang lalu
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
2 jam yang lalu
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
2 jam yang lalu
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
4 jam yang lalu
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
4 jam yang lalu
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
5 jam yang lalu
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved