Khamenei kepada India: Hentikan Pembantaian Umat Islam

Jum'at, 06 Maret 2020 - 05:37 WIB
Khamenei kepada India:...
Khamenei kepada India: Hentikan Pembantaian Umat Islam
A A A
TEHERAN - Pemimpin Spiritual Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, mengecam kekerasan komunal yang terjadi di New Delhi, India. Khamenei mendesak India untuk menghentikan pambantaian umat Islam.

Kerusuhan di timur laut Delhi pecah setelah bentrokan antara pemrotes terhadap undang-undang kewarganegaraan yang kontroversial berubah menjadi kekerasan, menewaskan sedikitnya 47 orang. Kekerasan terutama berpusat di sekitar lingkungan mayoritas Muslim dengan ratusan toko dan rumah dibakar.

"Hati umat Islam di seluruh dunia berduka atas pembantaian umat Islam di India," kata Khamenei di Twitter.

Dikutip dari Anadolu, Jumat (6/3/2020), Khamenei menyerukan New Delhi untuk menghadapi kaum Hindu ekstremis, partainya dan menghentikan pembantaian kaum Muslim untuk mencegah isolasi India dari dunia Islam.

Sementara itu Ketua Parlemen Iran Ali Larijani juga menyatakan keprihatinannya tentang nasib umat Islam di negara Asia Selatan itu. Ia pun mendesak pemerintah India untuk mencegah kekerasan sektarian di negara itu.

Larijani mengatakan bahwa undang-undang kewarganegaraan yang baru melanggar hak-hak Muslim.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif mendesak India untuk memastikan kesejahteraan semua orang India dan tidak membiarkan premanisme yang tidak masuk akal menang.

Undang-Undang Kewarganegaraan Amendemen, atau CAA, yang disahkan oleh parlemen India pada Desember tahun lalu telah memicu protes dan kerusuhan di seluruh negeri. Undang-undang ini memberikan kewarganegaraan kepada migran non-Muslim dari tiga negara tetangga.

Undang-undang tersebut telah dikritik oleh badan-badan internasional, dan UNHCR telah mengajukan permohonan yang belum pernah terjadi sebelumnya kepada Mahkamah Agung India, meminta untuk dijadikan pihak dalam kasus yang menentang tindakan tersebut.

Terlepas dari demonstrasi dan kritik yang memuncak, pemerintah nasionalis Hindu Perdana Menteri Narendra Modi telah menolak seruan untuk mencabutnya.
(ian)
Berita Terkait
Diterjang Dampak Perang...
Diterjang Dampak Perang Iran, India Turunkan Pajak BBM, Tepis Rumor Lockdown
Pakistan Modifikasi...
Pakistan Modifikasi Rudal Buatan China, PL-15 Jadi Lebih Canggih
Dukung Demonstran Iran,...
Dukung Demonstran Iran, Penyiar Wanita India Potong Rambut saat Siarang Langsung
Dua Kapalnya Ditembaki...
Dua Kapalnya Ditembaki di Selat Hormuz, India Panggil Dubes Iran
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
Berita Terkini
Setelah Ribuan Gen Z...
Setelah Ribuan Gen Z Berdemo selama Berminggu-minggu, Menteri Pendidikan India Mundur
2 jam yang lalu
Viral di Media Sosial,...
Viral di Media Sosial, Jet Tempur AS Diduga Jatuh di Iran pada Serangan ke-13
3 jam yang lalu
Siapa Yu Deng dan Hong...
Siapa Yu Deng dan Hong Wang? Matematikawan China yang Memecahkan Masalah Paling Sulit di Dunia
4 jam yang lalu
Selama 30 Tahun, Kakek...
Selama 30 Tahun, Kakek di Singapura Ini Perkosa 11 Gadis, Termasuk Anak, Cucu, hingga Keponakan
5 jam yang lalu
Ini Perceraian Termahal...
Ini Perceraian Termahal Abad Ini! Nilainya Capai Rp11 Triliun
6 jam yang lalu
Houthi dan Arab Saudi...
Houthi dan Arab Saudi Saling Serang, Ini 5 Pemicunya
7 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Mojtaba Khamenei...
4 Alasan Mojtaba Khamenei Bersumpah Ingin Balas Dendam Kematian Ayahnya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved