Oposisi Turki Ajukan Bukti Dugaan Korupsi Keluarga Erdogan
Jum'at, 28 Februari 2020 - 17:01 WIB
Oposisi Turki Ajukan Bukti Dugaan Korupsi Keluarga Erdogan
A
A
A
ANKARA - Pemimpin partai oposisi Turki, Partai Republik Rakyat (CHP), Kemal Kılıçdaroğlu mengajukan bukti dugaan korupsi tahun 2013 ke pengadilan yang melibatkan keluarga Presiden Recep Tayyip Erdogan. Kasus itu juga diduga melibatkan para pejabat partai berkuasa, Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP).
Bukti diajukan hari Senin, 24 Februari 2020. Bukti itu berupa rekaman audio yang bocor selama penyelidikan dugaan korupsi tahun 2013.
Pengacara sekaligus adik kandung Kemal Kılıçdaroğlu, Celal Kılıçdaroğlu, mengajukan laporan dari para ahli untuk mengonfirmasi bahwa bukti yang mereka miliki adalah rekaman asli, yang oleh pemerintah Erdogan dianggap palsu.
Klaim bahwa bukti itu palsu, menurut kubu oposisi, merupakan salah satu cara Erdogan untuk menepis dugaan korupsi.
Mengutip laporan Ahval News yang dilansir 25 Februari, pada bulan Desember 2013, polisi Turki menangkap anak-anak dari tiga menteri kabinet dan puluhan orang lainnya, termasuk pengusaha terkemuka yang dikenal dekat dengan AKP. AKP adalah partainya Erdogan yang berkuasa di Turki saat ini.
Ketiga menteri yang anak-anaknya ditangkap tersebut langsung mengundurkan diri dari kabinet. Ketiga menteri tersebut adalah Menteri Ekonomi Zafer Caglayan, Menteri Dalam Negeri Muammar Guler dan Menteri Lingkungan Hidup Erdogan Bayraktar. Polisi menangkap anak-anak mereka karena diduga terlibat korupsi, suap dan kecurangan lain.
Rekaman dalam audio tersebut menunjukkan seseorang yang diduga Presiden Erdogan yang tengah berbicara kepada putranya, Necmettin Bilal.
Mereka diduga melakukan komunikasi yang membicarakan masalah sejumlah dana. Tidak lama setelah penangkapan oleh polisi Turki, Erdogan kemudian mengutuk temuan itu dan menyatakan rekaman audio berupa percakapan itu hanyalah karangan belaka.
Pemerintah Turki maupun Presiden Erdogan belum berkomentar atas langkah kubu oposisi yang mengajukan bukti rekaman audio tersebut ke pengadilan.
Bukti diajukan hari Senin, 24 Februari 2020. Bukti itu berupa rekaman audio yang bocor selama penyelidikan dugaan korupsi tahun 2013.
Pengacara sekaligus adik kandung Kemal Kılıçdaroğlu, Celal Kılıçdaroğlu, mengajukan laporan dari para ahli untuk mengonfirmasi bahwa bukti yang mereka miliki adalah rekaman asli, yang oleh pemerintah Erdogan dianggap palsu.
Klaim bahwa bukti itu palsu, menurut kubu oposisi, merupakan salah satu cara Erdogan untuk menepis dugaan korupsi.
Mengutip laporan Ahval News yang dilansir 25 Februari, pada bulan Desember 2013, polisi Turki menangkap anak-anak dari tiga menteri kabinet dan puluhan orang lainnya, termasuk pengusaha terkemuka yang dikenal dekat dengan AKP. AKP adalah partainya Erdogan yang berkuasa di Turki saat ini.
Ketiga menteri yang anak-anaknya ditangkap tersebut langsung mengundurkan diri dari kabinet. Ketiga menteri tersebut adalah Menteri Ekonomi Zafer Caglayan, Menteri Dalam Negeri Muammar Guler dan Menteri Lingkungan Hidup Erdogan Bayraktar. Polisi menangkap anak-anak mereka karena diduga terlibat korupsi, suap dan kecurangan lain.
Rekaman dalam audio tersebut menunjukkan seseorang yang diduga Presiden Erdogan yang tengah berbicara kepada putranya, Necmettin Bilal.
Mereka diduga melakukan komunikasi yang membicarakan masalah sejumlah dana. Tidak lama setelah penangkapan oleh polisi Turki, Erdogan kemudian mengutuk temuan itu dan menyatakan rekaman audio berupa percakapan itu hanyalah karangan belaka.
Pemerintah Turki maupun Presiden Erdogan belum berkomentar atas langkah kubu oposisi yang mengajukan bukti rekaman audio tersebut ke pengadilan.
(mas)