Anggota Parlemen Iran Klaim Virus Corona Bunuh 50 Orang di Qom

Selasa, 25 Februari 2020 - 15:53 WIB
Anggota Parlemen Iran...
Anggota Parlemen Iran Klaim Virus Corona Bunuh 50 Orang di Qom
A A A
TEHERAN - Seorang anggota Parlemen Iran membuat klaim mengejutkan dengan menyebut sebanyak 50 orang tewas di kota suci Qom akibat virus Corona baru, Covid-19. Angka itu jelas jauh lebih banyak dari jumlah kematian yang dilaporkan resmi oleh pemerintah yakni 14 orang pada Selasa (25/2/2020).

"Hingga tadi malam (hari Minggu), sekitar 50 orang meninggal karena virus Corona. Menteri kesehatan yang harus disalahkan," kata anggota Parlemen, Ahmad Amirabadi, yang dikutip kantor berita ILNA.

Menurutnya, sekitar 10 orang meninggal di Qom setiap hari karena wabah virus Corona baru di kota suci tersebut.

Wakil Menteri Kesehatan Iran Iraj Harirchi membantah klaim angka kematian anggota Parlemen tersebut. Dia mengatakan akan mengundurkan diri jika angka yang dipaparkan Amirabadi Farhani itu benar.

"Jika jumlah korban virus Corona di Qom adalah seperempat dari apa yang dilaporkan media, saya akan mengundurkan diri. Angka itu salah, dan kami yakin dengan statistik kami," katanya.

Namun, juru bicara Kementerian Kesehatan Kianush Jahanpour pada hari Senin merevisi total jumlah kasus infeksi virus Corona baru di negara itu menjadi 61.

Amirabadi Farhani juga mengkritik upaya pemerintah atas pengendalian virus. "Qom berada dalam kondisi yang buruk dan pemerintah tidak berhasil mengendalikan wabah virus Corona," ujarnya.

Menurutnya, pemerintah tidak "cukup khawatir" tentang wabah itu. "Memang benar bahwa kita harus tetap tenang, tetapi kita tidak boleh bertindak seolah-olah tidak ada yang terjadi," katanya.

Dia menambahkan bahwa virus Corona baru sudah muncul di Qom selama tiga minggu, tetapi perawat masih belum siap.

Menurut laporan kantor berita ISNA, beberapa anggota Parlemen terpaksa meninggalkan kantor karena merasa tidak enak badan. Parlemen Iran mengadakan sesi tertutup hari Senin yang juga dihadiri oleh Menteri Kesehatan Saeed Namaki.

Sebelum dimulainya sesi, suhu tubuh anggota parlemen diperiksa sebagai tindakan pencegahan, dan tiga anggota parlemen, termasuk Amirabadi Farhani, disarankan untuk tidak menghadiri sesi tersebut.

Meskipun demikian, ketiga anggota Parlemen itu menghadiri sesi. Seorang anggota Parlemen yang tak disebutkan namanya kepada ISNA mengonfirmasi kehadiran tiga politisi tersebut.

"Amirabadi Farhani diberi tahu bahwa dia perlu dikarantina, tetapi dia menolak dan pulang," katanya.
(mas)
Berita Terkait
Sebelum di Wuhan, Virus...
Sebelum di Wuhan, Virus Corona Ditemukan di Barcelona Maret 2019
Laboratorium Virus Wuhan...
Laboratorium Virus Wuhan Punya 3 Jenis Virus Corona
Usut Asal-usul Virus...
Usut Asal-usul Virus Corona, Tim Penyelidik WHO Tiba di Wuhan
Terungkap, China Sempat...
Terungkap, China Sempat Tunda Rilis Informasi Virus Corona
Cerita Dokter China...
Cerita Dokter China yang Temukan Virus Corona di Wuhan
WHO Temukan Indikasi...
WHO Temukan Indikasi Virus Corona Sudah Mengganas di China Sejak 2019
Berita Terkini
IRGC Tembak Jatuh Drone...
IRGC Tembak Jatuh Drone MQ-9 AS di Atas Bushehr, Sirine Meraung di Kuwait dan Bahrain
35 menit yang lalu
AS Serang 80 Target...
AS Serang 80 Target di Iran, Teheran Ancam Pembalasan yang Menghancurkan
1 jam yang lalu
Iran Sebut Sanksi AS...
Iran Sebut Sanksi AS yang Diperbarui Langgar MoU, Langkah itu Mulai Berlaku Penuh 17 Juli
2 jam yang lalu
Harga Minyak Melonjak...
Harga Minyak Melonjak setelah AS Cabut Izin Umum Penjualan Minyak Iran
4 jam yang lalu
AS Serang Iran dan Cabut...
AS Serang Iran dan Cabut Pengecualian Sanksi Sementara untuk Minyak Iran
4 jam yang lalu
Apa itu Administrasi...
Apa itu Administrasi Gaza yang Baru setelah Pemerintahan Hamas Bubar?
13 jam yang lalu
Infografis
18 Negara dengan Gaji...
18 Negara dengan Gaji Anggota DPR Tertinggi di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved