Trump Siap Teken Perjanjian Damai dengan Taliban

Senin, 24 Februari 2020 - 14:22 WIB
Trump Siap Teken Perjanjian...
Trump Siap Teken Perjanjian Damai dengan Taliban
A A A
WASHINGTON -

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengatakan, ia akan mencantumkan namanya dalam perjanjian damai dengan Taliban. Tapi, hal ini akan dilakukannya jika tidak ada serangan atau kekerasan yang dilakukan di Afghanistan dalam kurun waktu seminggu ke depan.

"Saya ingin melihat bagaimana periode seminggu ini berjalan. Dengan anggapan itu berjalan kurang dari satu minggu ke depan, saya akan mencantumkan nama saya di atasnya (perjanjian damai dengan Taliban)," ucap Trump, seperti dilansir Sputnik pada Senin (24/2/2020).

Ddalam pernyataan yang dikeluarkan secara bersamaan antara Menteri Luar Negeri AS, Michael Pompeo dan Taliban pekan lalu, kedua belah pihak akan menandatangani kesepakatan damai pada tanggal 29 Februari mendatang. Ini membuka jalan untuk mengakhiri perang Amerika terpanjang sepanjang sejarah.

Kesepakatan itu menyerukan penarikan bertahap semua pasukan AS dari Afghanistan dengan imbalan jaminan dari Taliban, tidak akan membiarkan tanah Afghanistan digunakan untuk terorisme, dan akan berpartisipasi dalam proses rekonsiliasi dengan warga Afghanistan lainnya.

"Negosiasi intra-Afghanistan akan dimulai segera sesudahnya, dan akan membangun langkah yang mendasar ini untuk memberikan gencatan senjata yang komprehensif dan permanen serta road map politik masa depan Afghanistan," bunyi pernyataan Pompeo.

Seremoni penandatanganan akan didahului dengan gencatan senjata atau pengurangan kekerasan selama tujuh hari yang dimulai pada Sabtu lalu. Gencatan senjata ini akan diamati oleh semua pihak yang terlibat dalam konflik yaitu pasukan AS, Taliban, dan pasukan keamanan Afghanistan. Semua pihak telah mengklarifikasi bahwa mereka berhak untuk menanggapi serangan.

Periode ini seharusnya bertindak sebagai langkah membangun kepercayaan, serta ukuran apakah Taliban memiliki kendali penuh atas pasukan tempur mereka.

"Kedua belah pihak sekarang akan menciptakan situasi keamanan yang sesuai sebelum tanggal penandatanganan perjanjian, memperpanjang undangan ke perwakilan senior dari berbagai negara dan organisasi untuk berpartisipasi dalam upacara penandatanganan," bunyi pernyataan Taliban.

Penandatanganan akan diadakan di Ibu Kota Qatar, Doha, di mana Taliban telah mempertahankan kantor politik tidak resmi selama bertahun-tahun, dan di mana kedua pihak telah terlibat dalam negosiasi yang sangat melelahkan selama hampir 18 bulan.
(esn)
Berita Terkait
DPR Amerika Serikat...
DPR Amerika Serikat Kembali Makzulkan Presiden Donald Trump
Soal Dukungan Taliban,...
Soal Dukungan Taliban, Ini Kata Tim Kampanye Trump
Taliban: Pernyataan...
Taliban: Pernyataan Kami Disalahartikan, Tak Ada Dukungan Terhadap Trump
Donald Trump Kampanye...
Donald Trump Kampanye Pilpres Tanpa Kenakan Masker
Amerika Serikat Darurat...
Amerika Serikat Darurat Ekonomi, Berdampak ke Indonesia?
Pendukung Donald Trump...
Pendukung Donald Trump Kembali Berunjuk Rasa di Arizona
Berita Terkini
Memanas, Kuwait dan...
Memanas, Kuwait dan Bahrain Lancarkan Serangan Udara ke Iran
1 jam yang lalu
Viral Video Trump Pingsan...
Viral Video Trump Pingsan dan Terduduk Lemas saat Mau Masuk Limusin
1 jam yang lalu
Trump Ungkap Iran Sedang...
Trump Ungkap Iran Sedang Bernegosiasi dengan AS, Peringatkan Teheran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir
2 jam yang lalu
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Dicopot dari Jabatannya atas Tuduhan Pelecehan Seksual Bermotif Politik
4 jam yang lalu
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa Evakuasi 80.000 Orang di Prancis dan Spanyol
5 jam yang lalu
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
5 jam yang lalu
Infografis
Profil Letjen TNI (Purn)...
Profil Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso yang Dikait-kaitkan dengan Tiyo UGM
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved