Inggris Beli Hulu Ledak Nuklir AS Tanpa Izin Parlemen Picu Amarah

Senin, 24 Februari 2020 - 10:00 WIB
Inggris Beli Hulu Ledak...
Inggris Beli Hulu Ledak Nuklir AS Tanpa Izin Parlemen Picu Amarah
A A A
LONDON - Pemerintah Inggris membeli hulu ledak nuklir dari Amerika Serikat (AS) tanpa persetujuan parlemen di London. Tindakan pemerintah Perdana Menteri Boris Johnson itu memicu kemarahan publik dengan menuduh pemerintah Johnson sebagai "anjing gembala" bagi Washington.

Pentagon baru-baru ini mengungkapkan bahwa Inggris telah setuju untuk membeli hulu ledak nuklir baru AS untuk menggantikan Trident, program nuklir buatannya sendiri. Namun, kesepakatan itu mengejutkan para anggota parlemen Inggris, yang dilaporkan "buta" tentang kesepaktan pembelian senjata nuklir tersebut.

Perjanjian itu—yang melibatkan berbagi teknologi AS dalam hulu ledak yang diluncurkan pada W93— diperkirakan akan menelan biaya miliaran poundsterling.

Kementerian Pertahanan Inggris melalui seorang juru bicaranya menolak untuk menjelaskan secara rinci tentang kesepakatan itu. Juru bicara itu hanya menyatakan bahwa Inggris memiliki "hubungan pertahanan yang kuat dengan AS" dan tetap berkomitmen untuk memiliki kemampuan nuklir yang kompatibel dengan teknologi Amerika.

Pemerintah Johnson mengklaim kesepakatan rahasia itu diperlukan untuk memastikan kemampuan pencegahan nuklir NATO. Namun, kubu oposisi tidak terima. Pemimpin Partai Demokrat Liberal, Ed Davey, mengatakan sangat keterlaluan bahwa transfer teknologi yang mahal sedang dilakukan dengan tanpa konsultasi dan tanpa pengawasan parlemen.

Dia mengecam pemerintah Partai Tory. "Johnson semakin terlihat seperti dempul di tangan Trump," katanya, seperti dikutip Russia Today, Senin (24/2/2020).

Anggota Parlemen, Stewart McDonald, yang bertindak sebagai juru bicara Partai Nasional Skotlandia (SNP) di bidang pertahanan, mengatakan bahwa Menteri Pertahanan Ben Wallace harus menghadap Parlemen dan menjawab kerahasiaan di balik kesepakatan itu. Anggota SNP lainnya, Douglas Chapman, memperingatkan AS dan Inggris agar tidak menghabiskan terlalu banyak waktu untuk kesepakatan itu, dan mengklaim Skotlandia akan segera mendapatkan kemerdekaannya.

Inggris menggantikan hulu ledak rudal Trident yang berbasis di Faslane dengan hulu ledak generasi baru. Keputusan itu diungkapkan oleh para pejabat Amerika sebelum pengumuman resmi dibuat oleh pemerintah Inggris tentang kapal selam nuklir yang berbasis di Skotlandia.

Seorang pejabat Partai Hijau (Green Party) mengungkapkan kekecewaan yang sama, dan menggambarkan kesepakatan pembelian senjata nuklir itu sebagai contoh bagaimana rasanya hidup dalam demokrasi yang gagal.

Kemarahan serupa disuarakan para warga Inggris di media sosial. "Kami benar-benar negara bagian ke-51 di Amerika," kesal seorang warga Inggris pengguna Twitter.

Komentar lain berpendapat bahwa, di mata militer AS, Inggris tak lebih dari "budak" untuk Washington. "Dalam istilah militer AS, Inggris selalu digambarkan sebagai kapal induk statis yang ditambatkan di tepi barat Eropa," tulis pengguna akun Twitter @billy74919063.
(mas)
Berita Terkait
TV Kremlin Ungkap Rusia...
TV Kremlin Ungkap Rusia Targetkan 5 Kota NATO: Hanya 3 Rudal, Peradaban Runtuh!
Panel Senat Restui Trump...
Panel Senat Restui Trump Ledakkan Bom Nuklir AS dalam Uji Coba
SPD Jerman: Jika Trump...
SPD Jerman: Jika Trump Luncurkan Nuklir, Bisakah Kita Menghentikannya?
Trump Ingin Tentara...
Trump Ingin Tentara AS Kembali ke Afghanistan karena Rudal Nuklir China
Diancam Trump, Khamenei...
Diancam Trump, Khamenei Perintahkan Iran Lanjutkan Pengembangan Rudal Canggih
Hendak Dicaplok Trump,...
Hendak Dicaplok Trump, Greenland Pernah Jadi Pangkalan Rudal Nuklir Rahasia AS
Berita Terkini
AS Serang 80 Target...
AS Serang 80 Target di Iran, Teheran Ancam Pembalasan yang Menghancurkan
40 menit yang lalu
Iran Sebut Sanksi AS...
Iran Sebut Sanksi AS yang Diperbarui Langgar MoU, Langkah itu Mulai Berlaku Penuh 17 Juli
1 jam yang lalu
Harga Minyak Melonjak...
Harga Minyak Melonjak setelah AS Cabut Izin Umum Penjualan Minyak Iran
2 jam yang lalu
AS Serang Iran dan Cabut...
AS Serang Iran dan Cabut Pengecualian Sanksi Sementara untuk Minyak Iran
3 jam yang lalu
Apa itu Administrasi...
Apa itu Administrasi Gaza yang Baru setelah Pemerintahan Hamas Bubar?
12 jam yang lalu
Hamas Bubarkan Pemerintahannya...
Hamas Bubarkan Pemerintahannya di Gaza, Bagaimana Selanjutnya?
13 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved