FATF Masukkan Iran dalam Daftar Hitam Pendanaan Terorisme

Sabtu, 22 Februari 2020 - 06:15 WIB
FATF Masukkan Iran dalam...
FATF Masukkan Iran dalam Daftar Hitam Pendanaan Terorisme
A A A
PARIS - Badan pengawas pencucian uang global menempatkan Iran dalam daftar hitam setelah gagal mematuhi norma-norma pendanaan anti-terorisme internasional. Langkah ini akan memperdalam isolasi terhadap negara itu dari pasar keuangan.Keputusan ini diambil setelah lebih dari tiga tahun peringatan dari Financial Action Taskforce (FATF) mendesak Iran untuk memberlakukan konvensi pendanaan teroris atau penangguhannya dari daftar hitam dicabut dan beberapa tindakan balasan diberlakukan.
"Mengingat kegagalan Iran untuk memberlakukan Konvensi Palermo dan Pendanaan Teroris sejalan dengan Standar FATF, FATF sepenuhnya mengangkat penangguhan tindakan balasan dan menyerukan kepada anggotanya serta mendesak semua yurisdiksi untuk menerapkan langkah-langkah penanggulangan yang efektif," bunyi pernyataan yang dikeluarkan lembaga itu setelah sesi pleno selama seminggu seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (22/2/2020).

Keputusan akan memberikan pengawasan yang lebih besar terhadap transaksi Iran, audit eksternal yang lebih keras terhadap perusahaan pembiayaan yang beroperasi di negara itu dan tekanan ekstra pada beberapa bank asing serta bisnis yang masih berurusan dengan Iran.

"Konsekuensi dari kelambanan (Iran) adalah biaya pinjaman yang lebih tinggi dan isolasi dari sistem keuangan," kata seorang diplomat Barat kepada Reuters.

FATF tampaknya membiarkan pintu terbuka untuk beberapa keterlibatan dengan Iran mengatakan dalam pernyataannya: "Negara-negara (lain) juga harus dapat menerapkan tindakan balasan secara independen dari setiap seruan FATF untuk melakukannya."

"Ini solusi tengah. Semacam tipu muslihat untuk membiarkan pintu terbuka untuk orang-orang Iran,” terang salah seorang diplomat.

Amerika Serikat (AS) memuji tindakan lembaga pengawas ini setelah apa yang dikatakannya adalah kegagalan Teheran untuk mematuhi standar FATF.

"Iran harus menghadapi konsekuensi karena kegagalannya untuk terus mematuhi norma-norma internasional," kata Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo dalam sebuah pernyataan.

Sementara itu kepala bank sentral Iran menolak keputusan FATF.

"(Itu) bermotivasi politik dan bukan keputusan teknis," kata kantor berita IRNA mengutip Abdolnasser Hemmati.

"Saya dapat meyakinkan negara kami bahwa itu tidak akan berdampak pada perdagangan luar negeri Iran dan stabilitas nilai tukar kami," imbuhnya.

Pelaku bisnis asing mengatakan kepatuhan Iran terhadap aturan FATF sangat penting jika ingin menarik investor, terutama karena AS menerapkan kembali sanksi terhadap Teheran pada 2018 setelah menarik diri dari perjanjian nuklir 2015 dengan Iran dan negara-negara besar lainnya.

Sementara itu para pemimpin Iran sendiri terpecah menyikapi pendekatan FATF.

Pendukung kerja sama mengatakan ratifikasi bisa meringankan perdagangan luar negeri dengan Eropa dan Asia, mengimbangi sanksi AS. Sedangkan kelompok garis keras berpendapat bahwa meloloskan undang-undang untuk bergabung dengan FATF dapat menghambat dukungan Iran untuk sekutu-sekutunya, termasuk Hizbullah Libanon.

Washington telah mendorong kebijakan "tekanan maksimum" terhadap Iran setelah keluar dari perjanjian nuklir 2015. AS mengatakan kesepakatan yang lebih luas harus dinegosiasikan untuk mencakup masalah nuklir, program rudal balistik Iran dan dukungan Iran terhadap pasukan proksi di sekitar Timur Tengah.

Prancis, Inggris dan Jerman telah mencoba menyelamatkan kesepakatan nuklir 2015 tetapi menghadapi tekanan yang semakin besar dari AS untuk bergabung dalam upayanya mengisolasi Iran.

"Amerika Serikat mendorong posisi terberat (oleh FATF), sementara negara-negara lain seperti China dan Rusia lebih suka sesuatu yang lebih fleksibel," kata seorang pejabat Eropa.

"Orang-orang Eropa mencari sesuatu di antaranya," sambungnya.

Sanksi AS telah melumpuhkan ekonomi Iran, menghancurkan ekspor minyaknya dan sebagian besar menyegelnya dari sistem keuangan internasional.

"Sampai Iran menerapkan langkah-langkah yang diperlukan untuk mengatasi kekurangan yang diidentifikasi sehubungan dengan melawan pendanaan terorisme, FATF akan tetap peduli dengan risiko pendanaan teroris yang berasal dari Iran dan ancaman yang ditimbulkannya terhadap sistem keuangan internasional," kata FATF.

Rencana aksi Iran untuk memenuhi persyaratan FATF, yang diterapkan pada 2016, berakhir pada Januari 2018.

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif minggu ini tampak pasrah dengan daftar hitam FATF, menuduh Washington menggunakan kampanye tekanan maksimumnya untuk mengerahkan pengaruh di FATF.

Dalam keputusan penting lainnya pada hari Jumat, FATF memberikan Pakistan empat bulan ekstra untuk memenuhi norma-norma pendanaan anti-terorisme, menjaga Islamabad untuk saat ini sebagai "daftar abu-abu" negara-negara yang tidak cukup mematuhi aturan-aturannya.
(ian)
Berita Terkait
Solidaritas untuk Iran:...
Solidaritas untuk Iran: Masyarakat Tanda Tangani Pernyataan di Kediaman Dubes
Duta Besar Iran Ungkap...
Duta Besar Iran Ungkap Kronologi Lengkap Gelombang Protes Besar
Sengketa Rebutan Pulau,...
Sengketa Rebutan Pulau, Iran Pamer Rudal di Teluk Persia
Iran Pamer Drone Militer...
Iran Pamer Drone Militer Terbaru, Terbang 24 Jam Jangkau 2000 Kilometer
Aksi Solidaritas Iran...
Aksi Solidaritas Iran di Depan Kedubes AS Jakarta
Rakyat Iran Berduka...
Rakyat Iran Berduka atas Meninggalnya Presiden Ebrahim Raisi
Berita Terkini
3 Fakta Penembakan Bayi...
3 Fakta Penembakan Bayi Palestina Berusia 7 Bulan oleh Tentara Israel
34 menit yang lalu
Selalu Jadi Target Iran,...
Selalu Jadi Target Iran, Kuwait Beli Senjata Anti-Drone Senilai Rp36 Triliun dari AS
1 jam yang lalu
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
2 jam yang lalu
Putin Klaim Tak Melihat...
Putin Klaim Tak Melihat Adanya Provokasi dari Iran
3 jam yang lalu
Hanya Karena Dukung...
Hanya Karena Dukung Iran, Presenter TV Cantik Kuwait Ini Dijatuhi Hukuman Penjara
4 jam yang lalu
Negara Anggota NATO...
Negara Anggota NATO Ini Mengalami Kemandulan Kemampuan Militer Terburuk
5 jam yang lalu
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved