Menteri India Bilang Umat Islam Harusnya Dikirim ke Pakistan

Jum'at, 21 Februari 2020 - 13:38 WIB
Menteri India Bilang...
Menteri India Bilang Umat Islam Harusnya Dikirim ke Pakistan
A A A
NEW DELHI - Seorang menteri India terkenal karena retorika yang berapi-api menyatakan bahwa umat Islam di negaranya seharusnya dikirim ke Pakistan pada saat pembagian kedua negara tahun 1947. Dia mengklaim langkah itu akan menyelamatkan negara dari banyak masalah.

Menteri yang membuat komentar kontroversial itu adalah Giriraj Singh. Dia adalah Menteri Peternakan, Susu dan Perikanan. Komentarnya muncul dalam pidato di Purnia kemarin.

Dia mengatakan kerusuhan yang meluas sebagai imbas dari dua undang-undang yang kontroversial—Citizenship Amendment Act (CAA) dan National Register of Citizens (NRC)—dapat dihindari jika Muslim India dideportasi ke Pakistan ketika negara itu terpisah dari India di masa kini.

“Inilah saatnya untuk berkomitmen pada bangsa. Sebelum 1947, (Muhammad Ali) Jinnah mendorong (pembentukan) negara Islam. Itu adalah kesalahan besar oleh leluhur kami, kami membayar harganya," kata Singh.

"Jika pada waktu itu saudara-saudara Muslim telah dikirim ke sana dan umat Hindu dibawa ke sini, kami tidak akan berada dalam situasi ini. Jika (orang India dianiaya di luar negeri) tidak mendapatkan perlindungan di sini ke mana mereka akan pergi?," lanjut dia, seperti dikutip dari Russia Today, Jumat (21/2/2020).

Ini bukan pertama kali Singh membuat pidato yang kontroversial. Singh baru-baru ini dipanggil dan ditegur oleh presiden nasional BJP (Bharatiya Janata Party)—partai yang berkuasa—Jagat Prakash Nadda, setelah ia menyebut sebuah seminari Islam di Uttar Pradesh sebagai "sumber terorisme". Namun, teguran itu tidak membuat sang menteri kapok.

Diloloskan pada akhir tahun lalu, CAA membuka jalan pemberian kewarganegaraan India bagi minoritas agama yang menghadapi penganiayaan di Pakistan, Afghanistan dan Bangladesh. Namun, CAA tidak berlaku bagi migran Muslim.

Para kritikus menganggap undang-undang itu diskriminatif dan bertentangan dengan nilai-nilai sekuler India. Ribuan orang telah bergabung dalam protes nasional untuk menentangnya.

Pemerintah, dalam respons-nya, berpendapat bahwa undang-undang ini secara eksklusif ditujukan untuk kaum minoritas, dan umat Islam masih dapat mengajukan kewarganegaraan India dengan cara lain.
(mas)
Berita Terkait
Pakistan Bantah Lakukan...
Pakistan Bantah Lakukan Pembicaraan Diam-diam dengan India
Gagal di Medan Perang,...
Gagal di Medan Perang, Pakistan Tuding India Dalangi Serangan Teror yang Tewaskan 5 Orang
Pakistan-India Bertukar...
Pakistan-India Bertukar Daftar Tahanan dan Aset Nuklir
Darah Akan Banyak Mengalir,...
Darah Akan Banyak Mengalir, Pakistan Siapkan Skenario Kejutan jika Perang dengan India
2 Negara Tetangga Ini...
2 Negara Tetangga Ini Ternyata Pernah Akan Memicu Perang Nuklir
Siapa Ali Khan Mahmudabad?...
Siapa Ali Khan Mahmudabad? Profesor India yang Ditangkap karena Kritik Operasi Sindoor
Berita Terkini
Iran Serang 85 Situs...
Iran Serang 85 Situs Militer AS di Bahrain dan Kuwait, Situasi Memanas Seiring Pemakaman Khamenei
42 menit yang lalu
IRGC Tembak Jatuh Drone...
IRGC Tembak Jatuh Drone MQ-9 AS di Atas Bushehr, Sirine Meraung di Kuwait dan Bahrain
1 jam yang lalu
AS Serang 80 Target...
AS Serang 80 Target di Iran, Teheran Ancam Pembalasan yang Menghancurkan
2 jam yang lalu
Iran Sebut Sanksi AS...
Iran Sebut Sanksi AS yang Diperbarui Langgar MoU, Langkah itu Mulai Berlaku Penuh 17 Juli
3 jam yang lalu
Harga Minyak Melonjak...
Harga Minyak Melonjak setelah AS Cabut Izin Umum Penjualan Minyak Iran
5 jam yang lalu
AS Serang Iran dan Cabut...
AS Serang Iran dan Cabut Pengecualian Sanksi Sementara untuk Minyak Iran
5 jam yang lalu
Infografis
Biaya Perang Pakistan-India...
Biaya Perang Pakistan-India selama 4 Pekan, Siapa Paling Boncos?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved