Jet-jet Tempur Su-24 Rusia Gempur Teroris Pro-Turki di Suriah

Jum'at, 21 Februari 2020 - 08:23 WIB
Jet-jet Tempur Su-24...
Jet-jet Tempur Su-24 Rusia Gempur Teroris Pro-Turki di Suriah
A A A
DAMASKUS - Pesawat-pesawat jet tempur Su-24 Rusia telah melakukan serangan udara terhadap kelompok teroris pro-Turki di Provinsi Idlib, Suriah, Kamis petang. Aksi bombardir militer Moskow itu memungkinkan pasukan rezim Damaskus leluasa memukul mundur kelompok militan teroris tersebut.

Menurut Pusat Rusia untuk Rekonsiliasi Suriah, kelompok militan yang mendapat dukungan artileri Turki, menerobos pertahanan tentara Suriah di wilayah Qminas dan Nayrab, Provinsi Idlib.

"Pasukan Suriah menghancurkan satu tank, enam kendaraan tempur infanteri dan lima truk pick-up yang berisi senjata kaliber besar," bunyi pernyataan Pusat Rusia untuk Rekonsiliasi Suriah, seperti dikutip Sputniknews, Jumat (21/2/2020).

Pusat itu juga menambahkan bahwa empat prajurit Suriah terluka oleh artileri Turki. Menurut pusat tersebut, Turki menghentikan penembakan terhadap pasukan pemerintah Suriah segera setelah Rusia memberi tahu Ankara bahwa mereka telah mendeteksi tembakan artileri Turki.

"Ini bukan pertama kalinya angkatan bersenjata Turki mendukung militan. Untuk mencegah insiden, kami mendesak pihak Turki untuk berhenti mendukung aksi teroris dan (berhenti) mentransfer senjata kepada mereka," lanjut pernyatan tersebut.

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Turki melaporkan bahwa dua tentaranya tewas dan lima lainnya terluka dalam serangan udara di Idlib.

Kementerian itu menambahkan bahwa lebih dari 50 "elemen rezim" Suriah dihancurkan, termasuk lima tank, dua kendaraan pengangkut personel lapis baja, dua pick-up bersenjata dan Howitzer.

Secara terpisah, Kementerian Pertahanan Turki membantah laporan Bloomberg yang mengklaim bahwa Ankara telah meminta Washington untuk memasok sistem pertahanan udara Partiot ke Turki untuk mengusir serangan pasukan Suriah yang didukung oleh pesawat tempur Rusia. "Laporan ini salah", kata juru bicara kementerian itu, Nadide Sebnem Aktop.

Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar mengatakan bahwa Ankara tidak memiliki masalah dengan Moskow di tengah eskalasi baru di Idlib, karena target utama angkatan bersenjata Turki di sana adalah tentara Suriah.

Akar menambahkan bahwa Turki tidak mendesak Amerika Serikat untuk campur tangan secara militer di Suriah.

Sebelumnya, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyatakan bahwa Ankara tidak puas dengan negosiasi Rusia-Turki tentang Idlib, dan siap meluncurkan serangan di wilayah tersebut. Kremlin menandai ini sebagai skenario terburuk.
(mas)
Berita Terkait
Presiden Assad: Rusia...
Presiden Assad: Rusia dan Suriah Berperang Melawan Musuh yang Sama
Gulingkan Assad, AS...
Gulingkan Assad, AS Pertimbangkan Hapus HTS dari Daftar Kelompok Teroris
Pengakuan Eks Diplomat...
Pengakuan Eks Diplomat Amerika: Teroris HTS Aset AS di Idlib Suriah
Anehnya Kebijakan AS,...
Anehnya Kebijakan AS, Cabut Sayembara Rp162 Miliar Bos HTS tapi Statusnya Masih Teroris
Utusan Presiden Rusia...
Utusan Presiden Rusia untuk Suriah: Erdogan dan Assad Segera Bertemu
Assad: Keseimbangan...
Assad: Keseimbangan Militer Global Butuh Peran Rusia
Berita Terkini
AS Curigai Zionis, Pentagon...
AS Curigai Zionis, Pentagon Naikkan Tingkat Ancaman Spionase Israel Jadi Kritis
53 menit yang lalu
Paus Leo Tegaskan Kriteria...
Paus Leo Tegaskan Kriteria untuk Perang yang Adil Tidak Ada dalam Serangan AS-Israel di Iran
2 jam yang lalu
Iran Peringatkan Serangan...
Iran Peringatkan Serangan AS Berisiko Seret Timur Tengah Kembali ke Konflik
3 jam yang lalu
Selain Azerbaijan, Israel...
Selain Azerbaijan, Israel Kirim Pasukan ke UEA, Irak dan Somaliland selama Perang Iran
4 jam yang lalu
Meski Sekutu Sejati,...
Meski Sekutu Sejati, Mengapa Pentagon Tingkatkan Ancaman Mata-mata Israel ke Tingkat Tertinggi?
6 jam yang lalu
3 Fakta Bantahan Azerbaijan...
3 Fakta Bantahan Azerbaijan Terkait Wilayahnya Digunakan Israel dalam Perang Iran
8 jam yang lalu
Infografis
Bayraktar Kizilelma...
Bayraktar Kizilelma Turki, Jet Tempur Nirawak Pertama di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved