Rouhani: Iran Tidak Akan Bertekuk Lutut pada AS

Senin, 17 Februari 2020 - 03:09 WIB
Rouhani: Iran Tidak...
Rouhani: Iran Tidak Akan Bertekuk Lutut pada AS
A A A
TEHERAN -

Presiden Iran, Hassan Rouhani mengatakan bahwa Teheran tidak akan pernah bertekuk lutut pada tekanan yang diberikan Washington. Dia lalu menegaskan, Iran tidak akan pernah mengadakan pembicaraan dengan Amerika Serikat (AS), jika dilakukan di bawah tekanan.

Berbicara dalam sebuah konferensi pers di Teheran, Rouhani mengatakan, bantuan Teheran sangat penting untuk membangun keamanan dan stabilitas di Timur Tengah.

"Iran tidak akan pernah bernegosiasi di bawah tekanan. Kami tidak akan pernah menyerah pada tekanan Amerika dan kami tidak akan bernegosiasi dari posisi yang lemah. Tekanan maksimum Amerika terhadap Iran akan menemui kegagalan," kata Rouhani.

"Mengamankan perdamaian dan stabilitas di wilayah sensitif di Timur Tengah dan di Teluk Persia tidak mungkin tanpa bantuan Iran," sambungnya dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Reuters pada Senin (17/2/2020).

Sementara itu, sebelumnya Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif mengatakan, Presiden AS, Donald Trump salah arah dengan informasi yang membingungkan. Ini membuatnya mengambil pilihan yang buruk dalam kebijakan luar negeri AS.

Dalam pertemuan sampingan dari konferensi keamanan Munich, Zarif berpendapat bahwa keputusan Trump untuk secara sepihak menarik diri dari perjanjian nuklir 2015 atau disebut joint komprehensif rencana aksi (JCPOA) pada 2018 lalu dipengaruhi oleh saran yang salah.

"Trump yakin bahwa kami akan runtuh, sehingga ia tidak ingin berbicara dengan rezim yang runtuh. Saya percaya Trump, sayangnya ia tidak memiliki penasihat yang baik. Dia sudah menginginkan Iran untuk runtuh sejak ia menarik diri dari kesepakatan nuklir," ucap Zarif.

Pengabaian sepihak JCPOA oleh pemerintahan Trump memicu ketegangan meningkat di Timur Tengah. Pejabat senior Iran dan AS selama beberapa bulan terakhir berulang kali mengklaim bahwa Teheran dan Washington mendekati perang skala penuh.
(esn)
Berita Terkait
Seberapa Penting Timur...
Seberapa Penting Timur Tengah bagi Amerika Serikat?
Iran Akan Pertimbangkan...
Iran Akan Pertimbangkan Negosiasi Langsung dengan Amerika Serikat
Elon Musk Bertekad Damaikan...
Elon Musk Bertekad Damaikan Iran dengan Amerika Serikat
6 Alasan Amerika Serikat...
6 Alasan Amerika Serikat Takut pada Potensi Senjata Nuklir Iran
Rouhani: Semua Negara...
Rouhani: Semua Negara Timur Tengah Harus Usir Pasukan AS
Jenderal AS Kembali...
Jenderal AS Kembali Sebut Iran Ancaman Terbesar Bagi Timur Tengah
Berita Terkini
Apakah Strategi Panas...
Apakah Strategi Panas dan Dingin yang dilakukan Trump untuk Menekan Iran Bisa Sukses?
2 jam yang lalu
Pasukan Khusus AS Siapkan...
Pasukan Khusus AS Siapkan Operasi Perebutan Bom Nuklir Iran, Ini 7 Strateginya
3 jam yang lalu
Setelah Ribuan Gen Z...
Setelah Ribuan Gen Z Berdemo selama Berminggu-minggu, Menteri Pendidikan India Mundur
6 jam yang lalu
Viral di Media Sosial,...
Viral di Media Sosial, Jet Tempur AS Diduga Jatuh di Iran pada Serangan ke-13
7 jam yang lalu
Siapa Yu Deng dan Hong...
Siapa Yu Deng dan Hong Wang? Matematikawan China yang Memecahkan Masalah Paling Sulit di Dunia
8 jam yang lalu
Selama 30 Tahun, Kakek...
Selama 30 Tahun, Kakek di Singapura Ini Perkosa 11 Gadis, Termasuk Anak, Cucu, hingga Keponakan
9 jam yang lalu
Infografis
11 Kombes Pol Pecah...
11 Kombes Pol Pecah Bintang usai Dapat Promosi Jabatan pada Juni 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved