Banjir Membawa Berkah Untuk Australia, Kebakaran Hutan Akhirnya Padam
Jum'at, 14 Februari 2020 - 10:29 WIB
Banjir Membawa Berkah Untuk Australia, Kebakaran Hutan Akhirnya Padam
A
A
A
SYDNEY - Semua kebakaran hutan di negara bagian New South Wales (NSW) berhasil diatasi karena kebanjiran yang diakibatkan hujan deras dalam beberapa hari terakhir. Badan Pelayanan Pemadam Kebakaran NSW menyatakan kabar baik setelah masa traumatik dan kekhawatiran akibat kebakaran lahan dan hutan.
Perkembangan tersebut sebagai dampak hujan deras yang melanda NSW sejak akhir pekan lalu. Curah hujan yang lebat menyebabkan kekacauan di Sydney. Cuaca buruk diperkirakan terus berlanjut. Badai kategori dua juga diperkirakanakan melanda NSW pada pekan ini. Peringatan banjir telah dikeluarkan di NSW dan Queensland ketika Badai Uesi mulai mendekati kawasan tersebut dengan kecepatan angin mencapai 130 km per jam.
“Setelah musim kebakaran hutan yang berat bagi petugas pemadam kebakaran dan penduduk, ternyata kebakaran hutan kini bisa diatasi seluruhnya di NSW,” kata Komisioner Badan Pemadam Kebakaran NSW Rob Rogers, dilansir Reuters kemarin.
Untuk pertama kalinya setelah kebakaran hutan bisa diatasi, para petugas pemadam langsung memasang perimeter di sekitar lokasi. Itu diharapkan tidak ada lagi titik kebakaran. Dengan berakhirnya proses pemadaman, nanti para pekerja bisa fokus membantu warga yang menjadi korban.
Badan Meteorologi Australia juga menyatakan, hujan lebat yang terjadi di Australia bisa memadamkan kebakaran hutan yang sudah melanda negara itu selama beberapa bulan terakhir. Australia berjuang memadamkan ratusan kebakaran hutan dan lahan sejak September lalu, akibat musim panas yang terlalu panjang.
“Dengan hujan deras, Australia berharap krisis kebakaran hutan terburuk bisa berakhir secepatnya,” ungkap Badan Meteorologi Australia. Mereka mengungkapkan bahwa hujan akan terjadi hingga Maret mendatang di Australia.
Kebakaran hutan di Australia telah menewaskan 33 orang dan 1 miliar binatang. Ribuan rumah juga hancur terbakar dan ribuan warga dievakuasi, termasuk juga wisatawan. “Kita telah hidup bersama kebakaran hutan selama empat bulan terakhir,” kata Wali Kota Hawkesbury Barry Calvert. Dia mengungkapkan, pihaknya tidak bisa rileks menghadapi kebakaran. “Asap juga membuat kesehatan memburuk. Kita merindukan udara bersih,” ujarnya.
Di negara bagian Victoria, para petugas pemadam kebakaran hanya fokus pada pemadaman di 20 titik dari 60 titik kebakaran sebelumnya. Mereka dibantu hujan deras di Victoria sehingga proses pemadaman lebih cepat. “Hujan deras memang tak bisa dipastikan memadamkan kebakaran. Namun, petugas memastikan kebakaran hutan bisa diatasi,” kata pejabat negara bagian Victoria, Tim Wiebush di Melbourne.
Sementara itu, akibat banjir di Australia, ratusan orang berhasil diselamatkan oleh petugas. Badan Meteorologi Australia memprediksi siklon ekstropik Uesi akan membawa angin berkecepatan tinggi.
Pakar meteorologi Grace Legge mengungkapkan, badai juga diperkirakan akan melanda Queensland dan NSW. “Hujan dan petir akan terjadi. Ada kemungkinan petir atau banjir bandang akan melanda dua negara bagian tersebut,” paparnya. (Andikah Mustaqim)
Perkembangan tersebut sebagai dampak hujan deras yang melanda NSW sejak akhir pekan lalu. Curah hujan yang lebat menyebabkan kekacauan di Sydney. Cuaca buruk diperkirakan terus berlanjut. Badai kategori dua juga diperkirakanakan melanda NSW pada pekan ini. Peringatan banjir telah dikeluarkan di NSW dan Queensland ketika Badai Uesi mulai mendekati kawasan tersebut dengan kecepatan angin mencapai 130 km per jam.
“Setelah musim kebakaran hutan yang berat bagi petugas pemadam kebakaran dan penduduk, ternyata kebakaran hutan kini bisa diatasi seluruhnya di NSW,” kata Komisioner Badan Pemadam Kebakaran NSW Rob Rogers, dilansir Reuters kemarin.
Untuk pertama kalinya setelah kebakaran hutan bisa diatasi, para petugas pemadam langsung memasang perimeter di sekitar lokasi. Itu diharapkan tidak ada lagi titik kebakaran. Dengan berakhirnya proses pemadaman, nanti para pekerja bisa fokus membantu warga yang menjadi korban.
Badan Meteorologi Australia juga menyatakan, hujan lebat yang terjadi di Australia bisa memadamkan kebakaran hutan yang sudah melanda negara itu selama beberapa bulan terakhir. Australia berjuang memadamkan ratusan kebakaran hutan dan lahan sejak September lalu, akibat musim panas yang terlalu panjang.
“Dengan hujan deras, Australia berharap krisis kebakaran hutan terburuk bisa berakhir secepatnya,” ungkap Badan Meteorologi Australia. Mereka mengungkapkan bahwa hujan akan terjadi hingga Maret mendatang di Australia.
Kebakaran hutan di Australia telah menewaskan 33 orang dan 1 miliar binatang. Ribuan rumah juga hancur terbakar dan ribuan warga dievakuasi, termasuk juga wisatawan. “Kita telah hidup bersama kebakaran hutan selama empat bulan terakhir,” kata Wali Kota Hawkesbury Barry Calvert. Dia mengungkapkan, pihaknya tidak bisa rileks menghadapi kebakaran. “Asap juga membuat kesehatan memburuk. Kita merindukan udara bersih,” ujarnya.
Di negara bagian Victoria, para petugas pemadam kebakaran hanya fokus pada pemadaman di 20 titik dari 60 titik kebakaran sebelumnya. Mereka dibantu hujan deras di Victoria sehingga proses pemadaman lebih cepat. “Hujan deras memang tak bisa dipastikan memadamkan kebakaran. Namun, petugas memastikan kebakaran hutan bisa diatasi,” kata pejabat negara bagian Victoria, Tim Wiebush di Melbourne.
Sementara itu, akibat banjir di Australia, ratusan orang berhasil diselamatkan oleh petugas. Badan Meteorologi Australia memprediksi siklon ekstropik Uesi akan membawa angin berkecepatan tinggi.
Pakar meteorologi Grace Legge mengungkapkan, badai juga diperkirakan akan melanda Queensland dan NSW. “Hujan dan petir akan terjadi. Ada kemungkinan petir atau banjir bandang akan melanda dua negara bagian tersebut,” paparnya. (Andikah Mustaqim)
(ysw)