Taiwan: Bomber H-6 China Tak Berguna Melawan Virus Corona

Selasa, 11 Februari 2020 - 07:47 WIB
Taiwan: Bomber H-6 China...
Taiwan: Bomber H-6 China Tak Berguna Melawan Virus Corona
A A A
TAIPEI - Di saat wabah virus Corona baru, 2019-nCoV , mencengkeram China dengan korban meninggal melampui 1.000 orang, pesawat pengebom (bomber) H-6 dan beberapa jet tempurnya memasuki wilayah udara Taiwan. Taipei pun mengerahkan beberapa jet tempur untuk mencegat atau mengintersepsi pesawat-pesawat tempur Beijing tersebut.

Penerobosan wilayah udara itu merupakan serangan besar pertama sejak Presiden Tsai Ing-wen yang dibenci Beijing terpilih kembali untuk memimpin Taiwan dalam pemilu Januari 2020 lalu.

Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan bomber H-6 China dan jet-jet tempur yang menyertainya secara singkat melintasi garis median di selat Taiwan. (Baca: Taiwan Kerahkan Jet Tempur untuk Cegat Pesawat Pengebom China )

Presiden Tsai Ing-wen mengatakan tindakan militer Beijing seperti itu tidak berarti dan tidak perlu pada saat China berjuang mencegah penyebaran wabah virus Corona baru, 2019-nCoV, yang mematikan.

"Saya ingin mengingatkan pemerintah China bahwa itu tidak hanya tidak berarti tetapi juga tidak perlu untuk membuat gerakan militer pada saat wabah Coronavirus Wuhan," katanya dalam sebuah posting di Facebook, yang dikutip Selasa (11/2/2020). Penyakit ini juga dikenal dengan sebutan virus Corona Wuhan karena pertama kali muncul di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China.

Serbuan bomber H-6 dan jet-jet tempur J-11 terhadap wilayah udara Taiwan ini terjadi setelah pada hari Minggu rombongan pesawat serupa juga mendekati wilayah pulau tersebut tetapi tidak melewati garis median. (Baca juga: Wabah Corona Sudah Membunuh 1.011 Orang di China )

"Untuk hari kedua, pesawat tempur (China) terbang ke dekat Taiwan...Dengar, pengebom H-6 tidak berguna melawan virus corona," tulis Menteri Luar Negeri Taiwan, Joseph Wu, di Twitter, seperti dikutip The Guardian.

"Pesawat itu kembali ke wilayah udara China setelah jet tempur Taiwan mengambil tindakan responsif dan intersepif yang tepat dan menyiarkan peringatan untuk pergi," imbuh Kementerian Pertahanan Taiwan.

China telah meningkatkan jumlah penyeberangan jet tempur dan kapal perang di dekat Taiwan atau melalui selat Taiwan sejak Tsai pertama kali terpilih sebagai presiden wilayah itu pada tahun 2016.

Pemerintah Tsai menolak untuk mengakui bahwa Taiwan adalah bagian dari "satu-China".

Pada bulan Desember, tak lama sebelum pemilu, sebuah kapal induk China yang baru ditugaskan berlayar melewati selat Taiwan untuk kedua kalinya. Shandong, kapal induk pertama yang dibangun di dalam negeri China, juga melintasi selat itu pada bulan November, yang memicu Kedutaan Besar de facto Washington di Taiwan menyampaikan kekhawatiran.
(mas)
Berita Terkait
Gerombolan 25 Pesawat...
Gerombolan 25 Pesawat Militer China Serbu ADIZ Taiwan
Cerita Dokter China...
Cerita Dokter China yang Temukan Virus Corona di Wuhan
Di Sidang PBB, Presiden...
Di Sidang PBB, Presiden China Ungkap Munculnya Virus Corona Akibat Kutukan
Sebelum di Wuhan, Virus...
Sebelum di Wuhan, Virus Corona Ditemukan di Barcelona Maret 2019
Laboratorium Virus Wuhan...
Laboratorium Virus Wuhan Punya 3 Jenis Virus Corona
Viral, Vlogger China...
Viral, Vlogger China Curiga Virus Corona Dibawa AS ke Wuhan
Berita Terkini
AS dan Iran Saling Balas...
AS dan Iran Saling Balas Serangan Rudal, Sirine Meraung di Kuwait dan Bahrain
5 menit yang lalu
Hamas Sangkal Tudingan...
Hamas Sangkal Tudingan Tolak Serahkan Pemerintahan di Gaza
1 jam yang lalu
AS Ungkap Pemimpin Tertinggi...
AS Ungkap Pemimpin Tertinggi Iran Masih Hidup, Makin Terlibat Melalui Perantara
2 jam yang lalu
Mantan Direktur CIA...
Mantan Direktur CIA Sebut Perang Drone Picu Bahaya dan Peluang, Ini 5 Alasannya
7 jam yang lalu
IRGC Izinkan 24 Kapal...
IRGC Izinkan 24 Kapal Melewati Selat Hormuz
11 jam yang lalu
Markas Besar Militer...
Markas Besar Militer Iran Peringatkan Pembalasan Jika Israel Serang Pinggiran Selatan Beirut
12 jam yang lalu
Infografis
Tentara China Ikut Perang...
Tentara China Ikut Perang Bantu Rusia Melawan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved