Tentara Thailand Bantai 30 Orang, Motifnya Dendam karena Ditipu

Senin, 10 Februari 2020 - 08:06 WIB
Tentara Thailand Bantai...
Tentara Thailand Bantai 30 Orang, Motifnya Dendam karena Ditipu
A A A
KORAT - Jumlah orang yang dibantai seorang tentara Thailand dengan tembakan di berbagai tempat termasuk di sebuah mal di Korat sejak Sabtu hingga Minggu pagi mencapai 30 orang. Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha mengungkap motivasi penembakan itu, yakni pelaku dendam karena ditipu dalam penjualan tanah.

Tentara nakal bernama Sersan Jakraphanth Thomma itu telah ditembak mati oleh pasukan khusus dari detasemen khusus anti-teror Thailand setelah dia dikepung. Mal itu berada di Korat, Provinsi Nakhon Ratchasima.

"Tersangka dimotivasi oleh perasaan dendam atas kesepakatan penjualan tanah," kata PM Prayuth Chan-ocha pada hari Minggu, seperti dikutip Russia Today, Senin (10/2/2020).

Dalam aksinya, Thomma awalnya membunuh komandannya dan dua rekannya sesama tentara, sebelum mencuri senjata, amunisi dan Humvee dari pangkalan militernya. Dia kemudian pergi ke sebuah kuil Buddha dan kemudian beraksi pusat perbelanjaan atau yang sibuk, Terminal 21, di Korat, timur laut Thailand.

Di mal itulah, dia menembaki pembeli dan pejalan kaki sebelum menyandera banyak orang. Aksinya memicu perselisihan 17 jam dengan pasukan keamanan sebelum dia ditembak mati pasukan khusus.

Selama mengamuk, tersangka mem-posting berbagai tulisan di halaman Facebook-nya, seperti; "Tidak ada yang bisa lolos dari kematian," dan "Haruskah saya menyerah?". Namun, beberapa posting itu kemudian dihapus. (Baca juga: Usai Tembak Mati 21 Orang, Seorang Tentara Thailand Bersembunyi di Mal )

Sersan Jakkrapanth Thomma, yang mencuri senjata kelas militer dari markasnya di Nakhon Ratchasima pada hari Sabtu sebelum mengamuk di pusat perbelanjaan Terminal 21 di mana ia menghabiskan berjam-jam bersembunyi di dalam.

Wakil PM Anutin Charnvirakul juga mengonfirmasi bahwa tentara nakal itu telah tewas dibunuh pasukan khusus. Aksinya tercatat sebagai penembakan massal terburuk dalam sejarah Thailand modern.

Gubernur Nakhon Ratchasima menyatakan 42 orang lainnya terluka dalam penembakan massal. Pembantaian itu terjadi pada akhir pekan yang menandai liburan Buddha, Makha Bucha.

Dalam konferensi pers, PM Prayut Chan-o-cha mengatakan dia telah memerintahkan semua lembaga terkait untuk membantu para korban dan keluarga mereka yang menderita dari apa yang disebutnya "ledakan kekerasan" yang belum pernah terjadi sebelumnya.

"Saya harus mengakui bahwa situasi seperti ini tidak pernah terjadi di Thailand sebelumnya," kata Prayut di Korat. "Dan itu tidak boleh terjadi lagi," katanya lagi.

Dia mengatakan penyelidikan atas insiden itu sedang berlangsung. Pemimpin Thailand ini berterima kasih kepada anggota masyarakat karena telah menyumbangkan darah sebagai respons atas pembantaian itu.

Kematian terakhir adalah seorang anggota tim komando polisi yang ditembak mati ketika terlibat baku tembak dengan pelaku di dalam pusat perbelanjaan Terminal 21 sekitar pukul 04.00 pagi kemarin.

Sumber-sumber kepolisian mengatakan pelaku terbunuh sekitar pukul 09.00 pagi di area "Foodland" di lantai dasar pusat perbelanjaan. Menurut petugas, pelaku penembakan massal ditemukan bersembunyi di dalam supermarket dan menembaki polisi, yang memaksa para petugas membalas tembakan.
(mas)
Berita Terkait
Korban Tewas Penembakan...
Korban Tewas Penembakan Thailand Jadi 38 Orang, Pelaku Mantan Polisi Diburu
6 Orang Tewas dalam...
6 Orang Tewas dalam Penembakan Massal di Pasar Thailand
Tidak Ada WNI Jadi Korban...
Tidak Ada WNI Jadi Korban Penembakan Massal di Thailand
31 tewas dalam Penembakan...
31 tewas dalam Penembakan Massal di Pusat Penitipan Anak Thailand
Mantan Pacar Tembaki...
Mantan Pacar Tembaki Resepsi Pernikahan, 4 Tewas Termasuk Pasangan Pengantin
Panya Khamrab Bantai...
Panya Khamrab Bantai 37 Orang Diduga Dendam karena Dipecat sebagai Polisi
Berita Terkini
2 Geng Kriminal Ditarget...
2 Geng Kriminal Ditarget Trump, Brasil: Invasi AS di Depan Mata
1 jam yang lalu
Iran dan AS Saling Serang,...
Iran dan AS Saling Serang, Trump: Gencatan Senjata Berakhir
2 jam yang lalu
3 Kali Serangan Rudal...
3 Kali Serangan Rudal Rusia ke Kyiv dalam Sepekan, Ukraina Makin Tak Berdaya?
3 jam yang lalu
Trump Luapkan Kemarahan...
Trump Luapkan Kemarahan ke NATO, Ini 4 Pemicunya
4 jam yang lalu
AS Makin Kerdil, Pakar...
AS Makin Kerdil, Pakar Ini Sebut Eropa Kini Jadi Pemimpin Utama NATO
5 jam yang lalu
Timur Tengah Kembali...
Timur Tengah Kembali Membara! Serangan Drone Iran Menarget Militer AS
6 jam yang lalu
Infografis
Tentara Israel yang...
Tentara Israel yang Sedang Kunjungi Thailand Digugat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved