Dituduh Jadi Mata-mata Saudi, 3 Aktivis Iran Ditangkap di Denmark

Selasa, 04 Februari 2020 - 22:16 WIB
Dituduh Jadi Mata-mata...
Dituduh Jadi Mata-mata Saudi, 3 Aktivis Iran Ditangkap di Denmark
A A A
COPENHAGEN - Tiga aktivis oposisi Iran ditangkap di Denmark atas tuduhan menjadi mata-mata untuk Arab Saudi. Ketiganya adalah anggota Gerakan Perjuangan Arab untuk Pembebasan Ahvaz (ASMLA).

Menurut polisi Denmark, ketiga aktivis itu mendukung serangan terhadap parade militer di Iran pada 2018.

"Ini adalah pandangan PET (Badan Keamanan dan Intelijen Denmark) bahwa ketiga orang itu, dalam periode 2012 hingga 2018, telah jadi mata-mata untuk sebuah badan intelijen Arab Saudi," kata Ketua PET, Finn Borch Andersen, kepada wartawan.

"Ketiga orang itu mengumpulkan informasi tentang orang-orang di Denmark dan luar negeri, dan meneruskan informasi ini ke dinas intelijen Saudi," lanjut Andersen, seperti dikutip Al Jazeera, Selasa (4/2/2020).

Sidang praperadilan terkait penangkapan ketiga aktivis oposisi Iran itu dijadwalkan digelar Selasa (4/2/2020) waktu setempat.

Tiga warga Iran telah berada di bawah perlindungan polisi yang ketat dan satu di antaranya menjadi subjek dari rencana pembunuhan tahun 2018 yang dicegah oleh PET setelah operasi besar-besaran oleh polisi.

Pada 2017, Ahmad Mola Nissi, seorang pengasingan Iran yang mendirikan ASMLA, ditembak mati di Belanda.

PET mengatakan seorang warga negara Norwegia berlatar belakang Iran, yang ditahan sehubungan dengan rencana itu pada Oktober 2018, masih ditahan.

PET juga mengonfirmasi telah menangkap seorang anggota badan intelijen Iran atas dugaan spionase dan keterlibatan dalam upaya pembunuhan 2018. Pemerintah Iran sebelumnya telah membantah ada hubungan dengan dugaan persekongkolan itu.

ASMLA selama ini menginginkan sebuah negara terpisah yang terpisah dari rezim Iran untuk etnis Arab di provinsi Khuzestan yang kaya minyak. Orang Arab adalah minoritas di Iran. Mereka merasa berada di bawah pendudukan Persia dan menginginkan kemerdekaan atau otonomi.

Iran menganggap kelompok ASMLA itu sebagai "organisasi teroris" dan menyalahkannya atas serangan September 2018 terhadap parade militer yang menewaskan sedikitnya 25 orang di Ahvaz, Khuzestan.
(mas)
Berita Terkait
Jadi Mata-mata Arab...
Jadi Mata-mata Arab Saudi, 3 Separatis Iran Dipenjara di Denmark
Cegah Ekstrimisme, Denmark...
Cegah Ekstrimisme, Denmark Persulit Bantuan untuk Masjid
Iran dan Arab Saudi...
Iran dan Arab Saudi Akan Bangun Kembali Hubungan Diplomatik
Arab Saudi-Iran Setuju...
Arab Saudi-Iran Setuju Lanjutkan Pembicaraan Normalisasi
Delegasi Iran Tiba di...
Delegasi Iran Tiba di Riyadh untuk Persiapkan Pembukaan Kembali Kedutaan
Pembicaraan Rekonsiliasi...
Pembicaraan Rekonsiliasi Iran-Saudi Siap ke Tingkat Lebih Tinggi
Berita Terkini
Sistem Rudal Iran Tembaki...
Sistem Rudal Iran Tembaki Jet Tempur F-16 AS
29 menit yang lalu
AS Menyerang Lagi, Iran...
AS Menyerang Lagi, Iran Tutup Total Selat Hormuz
54 menit yang lalu
AS Bombardir Iran 2...
AS Bombardir Iran 2 Hari Berturut-turut saat Harga Minyak Melonjak
1 jam yang lalu
Tembak Jatuh Helkopter...
Tembak Jatuh Helkopter Apache AS, Ini Pesan yang Hendak Disampaikan Iran
3 jam yang lalu
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
4 jam yang lalu
4 Pemicu Kerusuhan di...
4 Pemicu Kerusuhan di Irlandia Utara, dari Agitator Sayap Kanan Picu hingga Warisan Sejarah
5 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved